Berkreasi Membuat Miniatur 3 Dimensi Tata Surya dari Plastisin

Oleh : Ima Ari Handayani, M.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran yang ideal itu pembelajaran yang mampu mendorong kreativitas siswa secara keseluruhan. Mendorong siswa aktif, tercapainya tujuan pembelajaran yang efektif dan berlangsung dalam kondisi yang menyenangkan.

Guru sudah pasti mengetahui cara mengajar yang baik kepada siswa-siswanya. Ketika guru berada di dalam kelas, mengambil kendali penuh dan bertanggung jawab terhadap proses pembelajaran yang diberikan kepada siswanya. Penggunaan metode mengajar dapat dipilih guru dalam rangka mengurangi kebosanan dan monotonnya pembelajaran yang hanya mengandalkan metode ceramah.

Sebagian guru masih ada yang mengajar menggunakan metode ceramah yang seolah-olah hanya guru saja yang boleh aktif sementara siswa-siswanya hanya mendengarkan.
Jika kembali ke masa sekolah dulu, biasanya guru akan memperhatikan siswa-siswanya, yang paling pintar, paling cantik, paling sering bolos dan sebagainya. Predikat inilah yang bisa membuat guru mengenali satu per satu siswanya. Pembelajaran sekarang dituntut siswa harus aktif sehinga cara mengajar guru juga harus berubah menjadi lebih baik lagi.

Untuk mengatasi kebosanan dan monotonnya pembelajaran, dalam mengajar guru IPA harus lebih kreatif. Melakukan variasi dalam metode mengajar ternyata berpengaruh positif terhadap pemahaman siswa-siswa kita. Dengan melakukan variasi dalam mengajar, siswa tidak bosan dengan pengajaran yang guru berikan. Bila siswa-siswa tidak bosan dan senang, maka akan menambah semangat belajar. Semangat yang tinggi, akan berdampak peningkatan hasil belajar siswa.

Baca juga:   Tingkatkan Speaking Skill Procedure Text dengan Membuat Video “How To Plant”

Guru IPA bisa menggunakan berbagai cara untuk menciptakan suasana kelas yang ideal. Salah satu cara yang digunakan adalah memberi tugas yang menyenangkan kepada siswa. Misalnya membuat alat peraga pembelajaran.

Alat peraga pembelajaran materi tata surya adalah membuat miniatur 3 dimensi tata surya dengan plastisin dan styrofoam. Pembuatan model tata surya ini dapat meningkatkan kreatifitas siswa. Belajar jadi lebih bersemangat karena siswa-siswa bisa berkreasi dengan ide-ide yang mereka miliki.

Langkah yang dijalankan, diawali guru membentuk kelompok yang heterogen, terdiri 4 siswa. Setiap kelompok membagi tugas kepada setiap anggotanya. Kegiatan pembuatan model tata surya dengan menggunakan plastisin sebagai anggota tata surya dan styrofoam sebagai angkasa, semua alat dan bahan diusahakan oleh setiap kelompok.
Pembelajaran ini menjadi lebih asyik karena setiap siswa di dalam kelompoknya mempunyai tanggung jawab terhadap tugasnya masing-masing. Kerja sama, kreatifitas dan tanggung jawab di dalam kelompok mempunyai nilai tersendiri bagi guru. Setelah membuat miniatur tata surya dengan plastisin dan styrofoam tiap kelompok mempresentasikan hasil kelompoknya. Guru bisa melakukan diskusi atau debat argumen supaya siswa mau mengeluarkan pendapatnya.

Pada kegiatan diskusi, siswa akan lebih aktif dan terjadi kompetitif antarkelompok. Memang tidak semua siswa akan bisa mengeluarkan pendapatnya dengan baik, beberapa siswa akan terkendala dengan komunikasi. Namun apapun pendapat siswa hargai dan berikan penghargaan apa yang siswa lontarkan.

Baca juga:   Belajar Kemagnetan Menjadi Jelas dengan Video Pembelajaran Aplikasi DURecorder

Model pembelajaran ini tepat jika diterapkan pada kurikulum sekarang ini yaitu Kurikulum 2013 yang memiliki empat aspek penilaian yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap dan aspek perilaku. Keuntungan dari pembelajaran dengan penugasan membuat model miniature tata surya sangat banyak. Selain materi pembelajaran yang guru berikan dapat mereka pahami, guru juga mengajarkan mereka untuk berani berbicara mengeluarkan pendapatnya dan bisa menerima pendapat orang lain.

Kreativitas siswa terasah, berusaha menghasilkan karya yang terbaik. Suasana kelas lebih dinamis, diskusi lebih hidup. Keuntungan lain, sekolah mempunyai alat peraga sebagai alat pembelajaran. Saat alat peraga disimpan di laboratorium, siswa yang membuatnya akan timbul rasa bangga dan percaya diri. Hal tersebut, secara tidak langsung, guru mampu mengembangkan talenta siswa – siswanya.

Mengajar bukan hanya memberikan materi pelajaran untuk siswa-siswa kita agar mereka mengetahui dan mempelajarinya tetapi harus memperhatikan kondisi siswa-siswanya. Setiap siswa memiliki talenta dan karakter yang berbeda yang bisa di gali dan dikembangkan sesuai karekter masing-masing. (bs1/lis)

Guru SMP Negeri 10 Salatiga.

Populer

Lainnya