Peningkatan Keterampilan Menyajikan Drama dengan Aplikasi TikTok

Oleh: Wahyu Erna Yuli Astuti, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak diberlakukannya masa darurat Covid-19 pada tanggal 16 Maret 2020 hingga sekarang, hampir seluruh sekolah di Indonesia mengambil kebijakan untuk melakukan pembelajaran daring. Pembelajaran daring dapat dijadikan alternatif pembelajaran selama masa pandemi. Karena dalam prinsip kebijakan pendidikan di masa pandemi Covid-19 adalah mengutamakan kesehatan dan keselamatan para peserta didik, para pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat pada umumnya, dalam rangka pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi.

Meskipun pembelajaran daring saat ini menjadi solusi di masa pandemi Covid-19, namun ternyata pembelajaran daring memiliki kendala dalam pelaksanaannya. Di antaranya pembelajaran daring yang sudah berlangsung cukup lama menimbulkan kejenuhan belajar (learning burnout) pada siswa, sehingga siswa kurang termotivasi mengikuti pembelajaran dan melaksanakan tugas yang diberikan guru. Dari sisi guru, guru mengalami kesulitan pada saat melakukan kegiatan penilaian pembelajaran, terutama pada kompetensi dasar aspek keterampilan.

Kendala-kendala tersebut merupakan kendala yang paling dirasakan penulis saat ini. Penulis yang mengampu mata pelajaran bahasa Indonesia kelas VIII di SMP Negeri 25 Semarang merasakan bahwa siswa kelas VIII mulai merasa jenuh dengan pembelajaran daring yang sudah mereka jalani lebih dari satu tahun ini.

Baca juga:   Solusi Kepala Sekolah Menghadapi Pembelajaran di Masa New Normal

Penulis juga merasakan kesulitan saat akan melakukan penilaian pembelajaran di aspek keterampilan, dikarenakan tidak bisa bertatap muka langsung saat melakukan penilaian. Salah satu KD aspek keterampilan yang sulit dinilai secara online adalah KD Menyajikan drama dalam bentuk pentas atau naskah.

Penulis pun berupaya mencari solusi untuk mengatasi kedua kendala yang telah dijabarkan di atas. Salah satu solusi yang bisa digunakan adalah penggunaan aplikasi TikTok. TikTok adalah jejaring sosial dan platform video musik asal negeri Tiongkok yang diluncurkan pada awal September 2016. Menurut pandangan penulis, aplikasi TikTok dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang efektif, menarik dan interaktif bagi siswa. Pertama aplikasi TikTok menarik minat siswa karena keterbaharuannya, dan memiliki banyak fitur yang dapat diimplementasikan ke dalam pembelajaran. Kedua, aplikasi TikTok ekuivalen dengan perkembangan kematangan dan pengalaman serta karakteristik siswa yang merupakan generasi milenial, yang dekat dengan dunia digital khususnya gawai.

Tahapan penilaian KD Menyajikan drama dalam bentuk pentas atau naskah dengan aplikasi TikTok adalah siswa membuat akun TikTok, siswa membuat video pendek dengan menambahkan suara latar (backsound) yang sudah ditentukan oleh guru. Penentuan suara latar ini bertujuan untuk menyamakan tugas siswa dan memudahkan guru dalam penilaian. Siswa memperhatikan aspek penilaian yang meliputi ekspresi, gerak tubuh (gesture), ketepatan pengucapan dan kostum sesuai dengan tema suara latar yang ditentukan. Siswa mengunggah video pendek ke TikTok dengan menuliskan nama, kelas, dan nomor urut serta menyertakan tagar yang ditentukan pada deskripsi video, misalnya #TugasDramaBindo. Kemudian saat mengunggah video diatur “semua orang dapat menonton video ini” dan aktifkan menu “simpan ke perangkat”. Guru melakukan penilaian.

Baca juga:   Kenalkan Teknik Uitemate pada Siswa ketika di Daerah Rawan Bencana

Melalui penggunaan aplikasi TikTok diharapkan keterampilan menyajikan drama dalam bentuk pentas siswa kelas VIII SMP Negeri 25 Semarang dapat ditingkatkan. Dengan aplikasi TikTok diharapkan pula para pengajar dapat mengajarkan dan menyampaikan materi pembelajaran yang lain menjadi lebih seru, mudah dipahami, serta menarik minat siswa untuk mengikuti pembelajaran daring. (agu1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMPN 25 Semarang

Populer

Lainnya