Menulis Puisi Lebih Mudah dengan Lirik Lagu

Oleh: Eni Aryani, S.S

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Banyak siswa yang ketika diminta untuk menulis puisi mengalami kesulitan. Namun saat diminta menulis lirik lagu, siswa akan dengan cepat menumpahkan tulisan ke dalam lirik lagu dibumbui nada dan irama. Padahal jika ditelisik, menulis puisi dengan menulis lirik lagu itu hampir sama. Keduanya sama-sama mengungkapkan isi hati melalui tulisan dengan menggunakan kata-kata konotasi sehingga makna yang terkandung kerkesan tersirat (sembunyi). Dengan tujuan, si penikmat (baik yang mendengar atau yang membaca) dapat mengartikan sendiri maknanya. Selain menggunakan kata-kata konotasi, penulisan puisi atau lirik lagu pun juga harus memerhatikan rima yang ingin digunakan. Rima yang digunakan saat ini pun adalah rima bebas. Dalam artian tidak terikat oleh aturan seperti yang terdapat pada puisi lama.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh irama, mantra, rima, serta penyusunan larik dan bait. Sedangkan lirik lagu adalah susunan/rangkaian kata yang bernada. Dalam membuat lirik lagu memang tidak semudah menyusun karangan, pun demikian halnya dengan menyusun puisi.

Namun, keduanya dapat diperoleh dari berbagai inspirasi. Inspirasi itu dapat diambil dari pengalaman diri sendiri maupun pengalaman orang lain. Dari kedua pengertian di atas, jelas bahwa puisi dengan lirik lagu memiliki keterkaitan. Keduanya sama-sama bermain dengan kata-kata dan keduanya memiliki tujuan yang sama, yaitu mengungkapan ekpresi isi hati melalui kata-kata. Dengan kata lain, keduanya menggunakan bahasa yang singkat dan padat untuk mengutarakan maksud isi hati dari si penulis.

Baca juga:   Efektifkan Menulis Cerpen dengan Media Gambar Berseri

Karena menulis lirik lagu dianggap lebih mudah, maka siswa dapat kita giring untuk menulis lirik lagu yang nantinya bisa kita arahkan sebagai sebuah puisi. Siswa kita bebaskan mengungkapkan isi hatinya lewat sebuah lirik lagu. Dan siswa kita bebaskan untuk mengambil tema apa yang ingin mereka tulis.

Saat ingin membuat sebuah puisi atau lirik lagu, kewajiban kita sebagai seorang pendidik adalah mengingatkan akan adanya tema. Jadi, siswa diminta untuk menentukan tema terlebih dahulu sebelum menuangkan pikirannya dalam sebuah puisi maupun lirik lagu. Kita bebaskan semua siswa untuk menentukan tema apa yang akan diangkat. Dan kita arahkan bahwasanya membuat puisi itu mudah, semudah saat kita sedang iseng membuat lirik lagu. Dengan begitu, siswa akan lebih mudah dan lebih tertarik dalam memilih diksi yang sekiranya tepat untuk mewakili perasaannya yang kemudian dituangkan dalam sebuah kata-kata.

Cara lain agar siswa dapat tertarik untuk membuat puisi adalah dengan menggunakan lirik lagu. Siswa diminta untuk mendengarkan lagu-lagu dari penyanyi atau pun grup band favoritnya. Kemudian siswa diminta untuk memahami lirik-lirik lagu tersebut dan menyimpulkan isi atau makna dari lagu yang mereka dengarkan dan menuliskan diksi-diksi yang memiliki makna tesirat. Setelah itu, siswa diminta untuk membuat lirik lagu atau puisi dengan tema bebas. Dengan mengerahkan pikirannya untuk menuangkan apa yang ada di hatinya ke dalam kata-kata sehingga terbentuklah sebuah puisi dengan pilihan diksi yang tepat dan sarat makna.

Baca juga:   Cerdas Berbahasa Daring

Mungkin cara ini dapat kita ambil sebagai langkah saat siswa mengeluhkan betapa sulitnya menulis puisi. Dengan mencoba meminta siswa untuk mendengarkan beberapa lagu untuk memperkaya diksinya. Dengan demikian, jika siswa sudah memiliki banyak diksi maka siswa tersebut dapat dengan mudah merangkai kata dalam pembuatan puisi. (agu1/lis)

Guru Bahasa Indonesia MTsN 2 Grobogan

Populer

Lainnya