Blended Learning Solusi Belajar Matematika Menyenangkan di Masa Pandemi

Oleh : Tri Haryani, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Wabah Covid-19 yang melanda dunia termasuk Indonesia banyak menimbulkan permasalahan di segala aspek kehidupan, termasuk bidang pendidikan. Kebijakan pemerintah untuk menjaga jarak sebagai usaha memutus mata rantai penyebaran Covid-19 membuat kegiatan pembelajaran rutin tatap muka di sekolah-sekolah terganggu karena harus dibatasi.
Maka pendidik harus beradaptasi menggunakan metode belajar yang sesuai, sehingga kegiatan belajar tetap berlangsung walaupun dengan pembelajaran jarak jauh.

Pendidik sangat memahami bahwa kemampuan kognitif peserta didik di tingkat sekolah dasar masuk dalam tahap ketiga teori Piaget yang disebut dengan Tahap Operational Konkret. Tada tahap ini peserta didik belum bisa berpikir secara abstrak atau hipotesis. Peserta didik terbatas pada kemampuan menerapkan logika pada objek fisik saja dan belum mampu berpikir abstrak.

Oleh sebab itu, dalam pembelajaran matematika materi Jaring-jaring Bangun Ruang Kubus dan Balok di kelas 5 SD Negeri Kutowinangun 10 Salatiga, pendidik harus menyajikan pembelajaran virtual yang dapat mempermudah peserta didik memahami materi.

Pendidik mencoba menerapkan metode belajar blended learning. Menurut Harding, Kaczynski dan Wood (2005), blended learning merupakan pendekatan pembelajaran yang mengintegrasikan pembelajaran jarak jauh menggunakan sumber belajar online dan pembelajaran tatap muka. Pembelajaran online dilakukan dengan menyajikan video pembelajaran yang singkat, jelas, dan menarik tentunya. Sehingga peserta didik mampu mengidentifikasi bagian-bagian bangun ruang kubus dan balok, dan mengenal jaring-jaring dari kedua bangun ruang tersebut secara virtual tanpa harus melihat dan atau menyentuh benda yang sebenarnya.

Baca juga:   Pembelajaran Keliling Lingkaran Menggunakan Konteks Gelas

Video pembelajaran diambil dari sumber belajar terpercaya. Sedangkan dalam pembelajaran tatap muka adalah mempertemukan pendidik dengan peserta didik dalam satu ruangan untuk berkomunikasi langsung yang memungkinkan adanya interaksi aktif antara peserta didik dengan pendidik, dan antarsesama peserta didik dengan mematuhi protokol kesehatan yang berlaku dengan ketat.
Dalam sesi tatap muka, peserta didik dan pendidik lebih banyak diskusi tentang temuan materi yang telah dipelajari melalui internet sebelumnya dan menunjukkan hasil kerja mereka.

Ada tiga model pengembangan pembelajaran blended learning (Haughey 1998), di sini pendidik menggunakan salah satunya. Yaitu model Web Centric Course. Model ini mengombinasikan antara pembelajaran jarak jauh menggunakan internet (online) dengan pembelajaran tatap muka dengan persentase masing-masing adalah 70% dan 30%.

Sebelum pembelajaran dimulai, pendidik membagikan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berisi pedoman aktivitas belajar online dan tatap muka yang akan dilaksanakan oleh peserta didik melalui WhatsApp. Di awal pembelajaran, peserta didik diarahkan untuk membuka link pembelajaran yang telah disediakan. Peserta didik secara mandiri mengamati video pembelajaran untuk mengumpukan informasi yang ada.

Baca juga:   Asyiknya Eksperimen Sifat-Sifat Cahaya

Mereka dapat mengulang video pembelajaran bila memang diperlukan. Pemahaman peserta didik inilah, yang menjadi dasar untuk mengerjakan tugas berikutnya yaitu menjawab pertanyaan dan menemukan jaring-jaring kubus dan balok yang berbeda. Di akhir pembelajaran, peserta didik membuat kesimpulan pembelajaran. Di sesi tatap muka, peserta didik bersama pendidik akan mendiskusikan temuan materi atau kesulitan yang mungkin dialami, mempresentasikan hasil kerja mereka dan penguatan pendidik terhadap kesimpulan pembelajaran.

Blended learning merupakan salah satu metode belajar yang cocok diterapkan di masa pandemi. Peserta didik merasa senang dapat belajar matematika melalui video pembelajaran yang menarik dan mudah dipahami. Kemampuan mereka menggunakan media berbasis teknologi pun meningkat. Kemandirian mereka dalam menyelesaikan lembar kerjapun juga berkembang. Mereka tidak sabar menantikan pembelajaran berikutnya. (ss2/lis)

Guru Kelas SD Negeri Kutowinangun 10 Salatiga

Populer

Lainnya