Metode Kelulusan SMK di Masa Covid-19

Oleh : Bina Yunandari, SP

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sudah satu tahun pandemi Covid-19 kita lalui. Pandemi banyak mengubah sistem dan tata kehidupan di negeri ini. Di dalam dunia pendidikan khususnya, proses pembelajaran yang lazim dilakukan di sekolah di mana guru dan siswa berinteraksi dengan bertatap muka secara langsung menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari rumah masing-masing. Atau lebih populer dikenal dengan sistem pembelajaran daring (online).

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebagai satuan pendididkan yang berfokus untuk menyiapkan tenaga kerja terampil di tingkat menengah, tidak terlepas dari imbas pandemi Covid-19 ini. Tuntutan menjadikan siswa lulusan SMK menjadi tenaga terampil dan siap pakai tidak hanya melalui pembelajaran secara teori atau contoh-contoh semata, tetapi lebih daripada itu harus dilakukan secara berulang-ulang. Menghadapi kendala yang signifikan dengan adaya pendemi tersebut, sistem pembelajaran jarak jauh dirasa tidak efektif mendorong anak didik untuk bisa menjadi terampil, khususnya pada mata pelajaran produktif. Lebih-lebih kompetensi keahlian yang berhubungan dengan mahkluk hidup seperti di SMK Pertanian yang berhubungan langsung dengan tanaman, ternak bahkan perikanan yang membutuhkan proses perawatan untuk keberhasilan dan kesempurnaannya.

Baca juga:   Belajar Integrasi Nasional Asyik melalui Metode Snowball Throwing

Berdasarkan surat edaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah nomor: 421/02660 yang mengatur tentang pelaksanaan ujian sekolah dan kelulusan peserta didik SMK juga disebutkan bahwa pelaksanaan Ujian Sekolah berdasarkan kondisi kedaruratan akibat pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan dengan beberapa alternatif pilihan. Yaitu portofolio, penugasan, tes secara luring atau daring serta bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan. Dengan harapan masing-masing satuan pendidikan menyesuaikan bentuk ujian sekolah sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.

Sedangkan yang menjadi ciri khas penilaian kelulusan di SMK selain Ujian Sekolah yang wajib dilaksanakan di akhir masa studi yaitu Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang mengukur tingkat pencapaian kompetensi siswanya. Antisipasi terhadap situasi dan kondisi pendemi seperti saat ini, metoda yang dipakai pada penilaian UKK dilaksanakan dengan tiga pilihan yaitu praktik melalui Lembaga Sertifikasi Profesi dan/atau bekerjasama dengan Industri dan Dunia Kerja, pembuatan laporan khusus dan/atau pembuatan tugas akhir.

Dari beberapa pilihan yang bisa dilaksanakan baik itu Ujian Sekolah maupun UKK bahwa kelulusan peserta didik ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing. Sehingga masing–masing satuan pendidikan mempunyai indikator ketercapian standar kompetensi lulusan. Penentuan Kelulusan tahun ini pun agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dimana tiga syarat utama kelulusan yaitu menyelesaikan program pembelajaran yang dibuktikan dengan rapor tiap semester, memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik dan mengikuti Ujian Sekolah yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

Baca juga:   Proyek Batik Membuat Transformasi Geometri Lebih Hidup

Populer

Lainnya