Melatih Daya Rangsang Berpikir Siswa pada Matematika dengan Metode CPDL

Oleh : Eti Musdalipah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan merupakan upaya atau usaha yang terencana, terorganisir dan berlangsung secara terus menerus untuk membimbing atau mengarahkan peserta didik menjadi manusia yang seutuhnya. Untuk mencapai hal tersebut harus berdasarkan pada perkembangan aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Untuk mengembangkan ketiga aspek tersebut, perlu adanya pengembangan model atau media yang inovatif dan konstruktif. Sekolah dasar atau pendidikan dasar tidak semata-mata membekali anak didik berupa kemampuan membaca, menulis dan berhitung tetapi harus mengembangkan potensi pada siswa baik potensi mental, sosial, dan spiritual.

Berdasarkan hasil observasi peserta didik kelas 5 SDN 03 Gebangkerep, saat proses pembelajaran Matematika, guru hanya menyampaikan pembelajaran dengan metode ceramah secara berlebihan, dan guru menggunakan media seadanya yakni papan tulis. Guru yang hanya menggunakan papan tulis menjadikan siswa yang di kelas merasa bosan dan mengantuk. Hasil penerimaan materi pun tidak dapat diterima dengan baik oleh peserta didik.

Salah satu upaya guru dalam menanggulangi hal tersebut diatas dengan menggabungkan beberapa metode pengajaran. Salah satu di antaranya yakni metode Ceramah Plus Demonstrasi dan Latihan (CPDL). Dari permasalahan itu akhirnya penulis menggabungkan beberapa metode pembelajaran, yang nantinya bisa membuat siswa merasa senang saat pembelajaran berlangsung. Karena jika siswa merasa senang, maka materi yang disampaikan akan terserap dengan baik. Pembelajaran dengan materi mengenal pecahan, maka penulis menyesuaikannya dengan menerapkan metode Ceramah Plus Demonstrasi dan Latihan (CPDL).

Baca juga:   Belajar PKN Asyiik dengan Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD

Metode ini merupakan kombinasi antara kegiatan menguraikan materi pelajaran dengan kegiatan memperagakan dan latihan. Perpaduan ketiga metode ini diharapkan dapat membantu peserta didik untuk meningkatkan kemampuan psikomotoriknya dalam menguasai materi. Sedangkan secara garis besar metode Demonstrasi adalah metode yang digunakan untuk membelajarkan peserta dengan cara menceritakan dan memperagakan suatu langkah-langkah pengerjaan sesuatu. Muhibbin menjelaskan bahwa metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan cara memperagakan barang, kejadian, aturan, dan urutan melakukan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan pokok bahasan atau materi yang sedang disajikan.

Langkah-langkah metode CPDL adalah : Pertama, tahap persiapan. Merumuskan tujuan yang ingin dicapai, menentukan materi yang akan direncanakan dan didemonstrasikan, mempersiapkan alat-alat demonstrasi. Kedua, tahap pelaksanaan. Menyampaikan metode yang akan digunakan dalam proses belajar mengajar sehingga siswa mengerti apa yang akan dilakukan dalam proses pembelajaran. Tahap penyampaian materi pada siswa melalui ceramah dengan cara menjelaskan materi secara lisan dan langsung kepada siswa. Kemudian dilanjutkan dengan metode demonstrasi yaitu dengan memperkuat penjelasan dan pemahaman konsep serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Tahap selanjutnya guru bersama siswa menyimpulkan materi yang dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi yang telah dilaksanakan agar pokok-pokok materi lebih dipahami dan dikuasai. Tahap terakhir pemberian tugas-tugas pada siswa, dengan mmeperbanyak latihan dan praktik untuk memperoleh kemahiran atau kecakapan dalm berhitung.

Baca juga:   Peningkatan Pembelajaran Matematika dengan Metode Kooperatif Co Op Co Op

Dengan diterapkannya metode CPDL di kelas 5, berbagai soal atau pertanyaan dapat menarik dan memusatkan perhatian siswa, merangsang siswa untuk melatih dan mengembangkan daya pikir, mengembangkan keberanian dan keterampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapat. (ce4/ton)

Guru Kelas V SDN 03 Gebangkerep, Kec. Sragi, Kab. Pekalongan.

Populer

Lainnya