Asyiknya Belajar Bahaya NAPZA dengan Metode Example Non Example

Oleh: Handayani,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN merupakan suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material fasilitas, perlengkapan dan prosedur yang saling mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Situasi pembelajaran yang paling mempengaruhi berupa pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran menyenangkan menjadi suatu konsep pembelajaran yang sering direncanakan kebanyakan guru dengan melibatkan berbagai media dan metode yang dipandang sesuai. meskipun pada penerapannya, sering terdapat kendala sebagaimana dialami penulis di kelas V SD Negeri Sinangohprendeng masih terdapat beberapa siswa yang mengantuk dan bosan ketika didalam kelas pembelajaran. Situasi tersebut menjadi perhatian penulis untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan. Penulis menggunakan metode example non example pada mata pelajaran PJOK dalam materi bahaya narkotika, psikotropika, dan zat adiktif atau disingkat NAPZA.

Materi pembelajaran NAPZA memuat kompetensi dasar pada ranah pengetahuan memahami bahaya merokok, minuman keras, dan narkotika, zat-zat adiktif (NAPZA) dan obat berbahaya lainnya terhadap kesehatan tubuh . Ranah ketrampilan memaparkan bahaya merokok, meminum minuman keras, dan mengonsumsi narkotika, zat-zat adiktif (NAPZA) dan obat berbahaya lainnya terhadap kesehatan tubuh. Indikator capaian belajarnya bahwa siswa mampu mengidentifikasi bahaya merokok, minuman keras dan narkotika, zat-zat adiktif(NAPZA) dan siswa mampu mempresentasikan atau menceritakan bahaya merokok, minuman keras dan narkotika dan zat –zat adiktif (NAPZA).

Menurut Huda (2013), Examples Non Examples adalah metode pelajaran yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran. Strategi ini bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contoh-contoh gambar yang disajikan. Penggunaan Media gambar dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut untuk kemudian dideskripsikan secara singkat perihal isi dari sebuah gambar. Menurut Shoimin (2014), Examples Non Examples adalah membelajarkan kepekaan siswa terhadap permasalahan yang ada di sekitar melalui analisis contoh-contoh berupa gambar-gambar, foto, kasus yang bermuatan masalah. Siswa diarahkan untuk mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, dan menentukan cara pemecahan masalah yang paling efektif, serta melakukan tindak lanjut.

Baca juga:   Meningkatkan Prestasi Belajar IPA dengan Model Eksperiential Learning

Langkah-langkah model pembelajaran Examples Non Examples pada pembelajaran materi NAPZA kelas V sebagai berikut pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi yang inspiratif. Kemudian Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan materi NAPZA. Gambar yang digunakan tentunya merupakan gambar yang relevan dengan materi yang dibahas sesuai dengan Kompetensi Dasar. Setelah itu, Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui LCD atau OHP, jika ada dapat pula menggunakan proyektor. Pada tahapan ini guru juga dapat meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa. Selanjutnya, Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisis gambar. Biarkan siswa melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat dipahami oleh siswa.

Selain itu, guru juga memberikan deskripsi jelas tentang gambar yang sedang diamati siswa. Kemudian, Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Kertas yang digunakan akan lebih baik jika disediakan oleh guru. Selanjutnya, Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing. Lalu, Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Setelah memahami hasil dari analisa yang dilakukan siswa, maka guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Terakhir, Guru dan siswa menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran dan melakukan refleksi pembelajaran.

Baca juga:   Interaksi Edukasi Guru Tingkatkan Belajar Siswa

Berdasarkan pengamatan penulis selama menerapakan metode example non example pada materi NAPZA, terdapat kelebihan model pembelajaran Examples Non Examples diantaranya, siswa berangkat dari satu definisi yang selanjutnya digunakan untuk memperluas pemahaman konsepnya dengan lebih mendalam dan lebih kompleks, Siswa terlibat dalam satu proses discovery (penemuan), yang mendorong mereka untuk membangun konsep secara progresif melalui pengalaman dari examples dan non examples dan siswa diberi sesuatu yang berlawanan untuk mengeksplorasi karakteristik dari suatu konsep dengan mempertimbangkan bagian non examples yang dimungkinkan masih terdapat beberapa bagian yang merupakan suatu karakter dari konsep yang telah dipaparkan pada bagian examples. Walaupun ada kekurangan model Examples Non Examples, Model ini tentu saja akan menghabiskan waktu lama apalagi, jika antusias siswa yang besar terhadap materi tersebut. Maka penganturan manajemen waktu menjadi saahsatu solusi kesuksesan penerapan metode tersebut. (ce2.3/zal)

Guru SDN 02 Sinangohprendeng Kajen

Populer

Lainnya