Topik Layanan Bimbingan Mengelola Emosi di Saat Pandemi

Oleh : Fransisca Hariani Nikewati, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kejadian luar biasa di awal tahun 2020 menjadikan kehidupan berubah 180 derajat yaitu akibat pandemi covid-19. Dalam segala aspek kehidupan mendapat efek tidak menyenangkan. Tapi kehidupan tetap harus berjalan dan kita yang masih bertahan harus mencari cara untuk melanjutkan kehidupan dengan kreatif tidak berpangku tangan terbuai dengan keadaan yang sulit ini.

Pendidikan yang menjadi kebutuhan pokok bagi anak-anak usia sekolah pun ikut mengalami imbas dari wabah pandemi ini. Keadaan seperti saat ini yang tidak menentu berdampak pada emosi seseorang. Keadaan yang di luar kendali kita membuat emosi kita naik turun. Jika kita tidak bisa mengendalikan emosi maka kehidupan kita menjadi tidak produktif karena tenaga dan pikiran terkuras hanya untuk memikirkan hal yang tidak pasti.

Dari keadaan yang tidak menentu ini, peserta didik diajak untuk bisa beradaptasi dengan keadaan sesulit apapun. Harapannya kelak bisa menjadi remaja yang tangguh dan bisa mengendalikan keadaan bukan kebalikannya.

Sebagai guru BK di SMK Negeri 3 Purworejo, cara mengelola emosi menjadi topik materi layanan bimbingan klasikal. Adapun langkah yang bisa dilakukan untuk mengelola emosi dengan baik sebagai berikut :

Baca juga:   Pembelajaran Avika Mudahkan Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat

Keteguhan iman. Iman yang teguh adalah pondasi kuat dalam kehidupan. Iman tanpa perbuatan adalah sia-sia. Apapun yang akan kita lakukan jika didasari iman yang kuat pasti akan berjalan lancar dan menghasilkan hasil sesuai harapan. Peserta didik diberi penguatan akan imannya, supaya mereka lebih mendekatkan diri pada Tuhan dengan rajin beribadah.

Mulai sekarang juga. Segala sesuatu perlu dicoba. Peserta didik mempunyai energi aktif perlu diarahkan untuk mencoba membuat karya dan menawarkan hasil karyanya kepada orang lain. Sebagai contoh : ada yang gemar menjahit, lalu disalurkan untuk menjahit masker dan menawarkan kepada bapak/ibu guru untuk membelinya. Jika ada kekurangan dalam jahitan atau penampilan, langsung diadakan perbaikan. Apabila dirasa sudah bagus, produk masker bisa ditawarkan secara lebih luas dengan bantuan media sosial.

Bahan mudah didapat. Peserta didik dibimbing untuk dapat menggunakan waktu dan kesempatan dengan mengisi kegiatan membuat sebuah karya, karya dibuat sesuai dengan bakat/minat yang dimilikinya. Karya bisa terbuat dari bahan-bahan sederhana yang mudah didapat, harganya murah dan terjangkau. Dalam menyiapkan peralatan yang digunakan pun tidak kesulitan. Sebisa mungkin keuntungan yang didapat sebanding dengan bahan/peralatan yang digunakan. Misalnya mendaur ulang kain perca menjadi keset dan lain sebagainya.

Baca juga:   Matematika untuk Dasar Pemrograman

Populer

Lainnya