Sinema Konseling Moda Daring Tumbuhkan Semangat Siswa Masa Pandemi Covid-19

Oleh : Lyanna Oktavia T, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pada saat pandemi Covid-19 ini, kekebalan imun adalah kunci keamanan tubuh dari serangan virus. Terlebih pada siswa usia sekolah. Imun yang rendah akan menyebabkan siswa menjadi kurang bersemangat dalam melakukan aktivitas sehari-hari.

Siswa yang memliki motivasi dan semangat siswa akan menentukan keberhasilan dalam belajar selama daring. Di SMA Negeri 8 Semarang masih ditemui siswa tidak bersemangat dan kurang memliki motivasi dalam mengikuti pembelajaran daring. Di antaranya sering bolos tidak ikut pelajaran, tugas tidak terselesaikan, mengalami insecure, takut, cemas dan tidak punya harapan terhadap masa depannya.
Dengan permasalahan tersebut tentunya guru bimbingan konseling perlu membangun sebuah layanan informasi berkelanjutan dalam masa pandemi maupun pasca pandemi dengan konten yang menarik. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah melalui sinema konseling.

Sinema konseling merupakan bentuk konseling kreatif, dimana konselor mampu menampilkan film pendek atau video sebagai metode konseling yang dapat dilakukan secara individu ataupun berkelompok serta memiliki tujuan tertentu yang menghasilkan efek positif.

Hal tersebut dikarenakan pada masa pandemi Covid-19 saat ini, peserta didik lebih mudah dalam melihat konten Youtube yang telah disediakan konselor/guru bimbingan konseling berkaitan dengan pengambangan pribadi,sosial, belajar, serta karier.

Baca juga:   Asyik Belajar Konsep Ekonomi Kreatif dengan Menyusun Business Plan Sederhana

Bahkan Youtube merupakan salah satu sarana pembelajaran daring saat ini. Konselor bisa membuat konten Youtube sendiri maupun dari link Youtube yang tersedia dalam menyusun materi layanan sesuai permasalahan siswa. Solomon dalam Anindito (2008) juga menyebutkan bahwa masalah yang diselesaikan melalui sinema konseling diharapkan mampu menumbuhkan motivasi, memperbaiki hubungan, serta penanganan pada depresi. Ditinjau dari hasil dan proses konseling, film lebih efektif dan efisien dibandingkan metode membaca buku karena siswa saat ini cenderung lebih tertarik dan mudah mengamati ketika mereka melihat film daripada membaca buku.

Sebelum menampilkan sinema konseling konselor/guru bimbingan konseling perlu menyusun konsep kegiatan yang sistematis, memahami alur cerita film atau video sehingga mampu menampilkan konten yang cocok disukai oleh siswa. Serta mampu memilih tokoh yang sesuai kebutuhan dan cocok dengan usia perkembangan peserta didik. Hal ini diharapkan mempermudah pemahaman siswa terhadap pesan yang hendak disampaikan melalui film tersebut dan mendukung kesuksesan pelaksanaan sinema konseling via Youtube itu sendiri. Prosedur yang dilaksanakan di antaranya mempersiapkan konten film; refleksi isi film; refleksi diri; pembentukan komitmen; uji komitmen; serta refleksi pengalaman. Durasi yang digunakan dalam sinema konseling bervariasi paling lama 60 menit, namun lebih efektif 20 hingga 30 menit sehingga siswa tidak jenuh saat melihat layar handphone.

Baca juga:   Melatih Keterampilan Berbicara Bahasa Prancis melalui Padlet

Selain itu, melalui proses editing, diharapkan konselor melakukan pemilihan bagian mana yang dianggap layak atau tidak jika ditonton peserta didik. Selanjutnya menindaklanjuti dan mengevaluasi kegiatan sinema konseling untuk mengetahui seberapa jauh efek setelah penayangan film tersebut.

Kegiatan sinema konseling memberikan efek positif yang besar terhadap perubahan perilaku siswa hal ini. Situasi penuh masalah dan tekanan saat pandemi Covid-19 ini, film/video lucu dapat menjadi sarana ampuh untuk meningkatkan mood , menciptakan suasana ceria, perasaan lega, menumbuhkan semangat baru, memunculkan sikap optimis dan membuka pemikiran/ide baru. Di samping itu melalui refleksi cerita dan karakter yang ditonton siswa mampu menemukan kekuatan yang ada dalam diri mereka sehingga mampu mengoptimalkan potensi dirinya. (lbs1/lis)

Guru Bimbingan Konseling SMAN 8 Semarang

Populer

Lainnya