Mix and Match Tingkatkan Pemahaman Konsep Lingkaran

Oleh : Endah Khunaeni S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KARAKTERISTIK pelajaran matematika adalah menghitung, meskipun disajikan suatu cerita ada akhirnya adalah menghitung. Tanggapan kebanyakan siswa terhadap pelajaran matematika adalah sulit. Pelajaran matematika adalah pelajaran yang dianggap momok bagi sebagian siswa, karena merupakan pelajaran yang dianggap sulit sehingga siswa tidak aktif. Oleh karena itu, guru dituntut pandai menerapkan pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tergugah motivasi dan keinginannya untuk terus belajar secara maksimal.

Levie dan Lentz (1982) dalam Arsyad (2011:16-17) mengemukakan bahwa ada empat fungsi media pembelajaran. Pertama, fungsi atensi. Yakni media dapat mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi pada pelajaran. Kedua, fungsi afektik, berarti fungsi ini dilihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar teks yang bergambar. Ketiga, fungsi kognitif adalah gambar memperlancar pencapaian tujuan. Keempat, fungsi kompensatoris adalah fungsi ini memberikan konteks untuk memahami materi.

Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan bahwa penggunaan media dapat memberikan banyak manfaat bagi siswa. Pada saat proses mengajar matematika di kelas enam pada KD menjelaskan titik pusat, jari-jari, diameter, busur, tali busur, tembereng, dan juring. Siswa mengalami kesulitan, sehingga berakibat pada rendahnya aktivitas, antusiasme siswa, dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, solusi untuk mengatasinya, guru mencoba menggunakan model pembelajaran mix and match.

Baca juga:   Pembahasan Tugas melalui Vidio Converens Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Mix and match merupakan salah satu tipe model pembelajaran kooperatif yang dapat merangsang minat dan perhatian siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Karena tipe model pembelajaran ini menyenangkan mengajarkan siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran. Model pembelajaran mix and match adalah model pembelajaran melalui diskusi yang mengajak siswa mencari jawaban atas suatu pertanyaan melalui permainan kartu berpasangan dengan batas waktu yang ditentukan dengan suasana yang menyenangkan. Media ini dijadikan pilihan guru dalam materi menentukan unsur-unsur lingkaran. Media ini mengandung unsur permainan yang mengandung unsur pendidikan. Cara penggunaan media mix and match dalam proses pembelajaran sangatlah simpel. Pada dasarnya media ini berupa kartu yang terdiri atas 7 kartu yang berisi gambar unsur lingkaran, serta 7 kartu berisi kata unsur lingkaran. Adapun langkah pembelajaranya, diawali dengan pembentukan kelompok siswa dibagi menjadi 6 kelompok yang masing-masing terdiri atas empat orang. Kemudian guru memberikan penjelasan materi lingkaran dan menjelaskan cara menggunakan media mix and match. Guru membagikan kartu pada tiap kelompok yang terdiri atas 14 kartu. Guru meminta siswa untuk menemukan gambar dan kata. Setelah itu, siswa menuliskan kalimat berdasarkan kata dan gambar yang ditemukan. Kemudian guru meminta tiap kelompok mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Kelompok yang paling banyak menjawab dengan benar dinyatakan sebagai pemenangnya. Terakhir kali guru bersama siswa membuat kesimpulannya.

Baca juga:   Pancasila Tanamkan Kepribadian Siswa dalam Kehidupan Sehari-hari

Model pembelajaran ini ada kelebihan dan kekurangannya. Kelebihannya, dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, karena permainan model pembelajaran ini menyenangkan, meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi. Kelemahanya, sangat memerlukan bimbingan dari guru, waktu yang tersedia perlu dibatasi karena besar kemungkinan siswa bisa banyak bermain.

Setelah melakukan model pembelajaran mix and match, siswa lebih memahami materi dan hasil belajar meningkat di SDN 02 Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang. Ini membuktikan bahwa model pembelajaran mix and match sangat efektif digunakan. (pg2/ida)

Guru SDN 02 Taman, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.

Populer

Lainnya