Teknik Cause and Effect untuk Mengajarkan Writing Narrative Text

Oleh : Arum Uryani, SPd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Teks narrative merupakan salah satu jenis genre yang paling diminati dan digemari oleh siswa-siswa SMP ketika belajar bahasa Inggris. Mengapa demikian? Hal tersebut dikarenakan konten dari teks Narrative sangat menarik. Di samping melatih daya imajinasi siswa dan alur cerita yang mungkin tidak terjadi di kehidupan nyata, pesan moral yang terdapat pada setiap teks narrative bisa membangkitkan kesadaran siswa untuk selalu hidup dengan cara yang baik, bijaksana serta mengajarkan mereka bagaimana memecahkan masalah dengan solusi yang tepat. Bukan hanya untuk siswa, teks narrative juga merupakan teks favorit guru-guru bahasa Inggris di SMP N 3 Patebon. Sayangnya para siswa kurang termotivasi untuk menulis kembali cerita narrative yang telah mereka baca. Mereka cenderung kesulitan untuk menuliskan cerita narrative meskipun sederhana berdasarkan bahasa mereka sendiri.

Di semester 2 kelas 9 Kurikulum 2013, teks narrative diajarkan pada siswa-siswa sebagai pemenuhan materi awal. Guru bahasa Inggris SMP N 3 Patebon memiliki banyak teknik yang digunakan dalam mengajarkan teks Narrative. Salah satu yang penulis gunakan adalah teknik Cause and Effect. Apakah menarik? Tentu saja. Kreatifitas guru bahasa Inggris dan siswa sangat berperan disini untuk menciptakan sebuah outline yang nantinya akan dikembangkan menjadi sebuah paragraf yang runtut dan bermakna. Menurut Depdiknas (2008: 1497), menulis adalah membuat huruf (angka dsb) dengan pena (pensil, kapur dsb); melahirkan pikiran atau perasaan dengan tulisan.

Baca juga:   5M dalam Pembelajaran Recount Text yang Berorientasi Pada HOTS

Mengapa disebut Cause and Effect ? Penulis telah mempelajari beberapa teknik menulis praktis untuk mengajar writing bagi siswa SMP. Nah, salah satu yang dianggap mudah dan praktis bagi penulis dalam mengajar menulis teks Narrative sederhana adalah dengan teknik tersebut. Dari arti Cause yakni sebab/penyebab dan Effect yang artinya efek/imbas/akibat, maka bisa disimpulkan bahwa guru melatih kemampuan menulis teks Narrative siswa dengan membuat draft sebab dan akibat. Teknik ini memudahkan siswa untuk menyusun paragraph berdasarkan penalaran mereka.

Hal yang pertama dilakukan adalah guru memilih satu judul cerita fiksi, legenda, fabel, cerita rakyat atau lainnya yang termasuk dalam jenis teks Narrative. Pastikan para siswa setidaknya pernah membaca atau mendengar cerita yang dipilih untuk memudahkan mereka berpikir membangun sebuah imajinasi mereka sendiri. Kesamaan pemilihan judul untuk semua siswa/kelompok bertujuan untuk memudahkan pemeriksaan dan perbandingan hasil belajar tiap individu/kelompok. Selanjutnya berikan pada mereka draft Cause and Effect. Formatnya bisa disesuaikan seperti keinginan guru bahasa Inggris. Guru bahasa Inggris bisa membantu siswa dengan cara mengisi draft Cause terlebih dahulu apabila aktivitas belajar dikerjakan secara individu. Ketika aktivitas dilakukan secara berkelompok, guru hanya wajib memberikan pemahaman tentang apa yang harus diisi di bagian Cause dan apa yang harus ditulis di bagian Effect. Paragraf Cause and Effect memiliki gaya bahasa antara lain menggunakan tenses yang sesuai untuk teks Narrative, menggunakan banyak verb/kata kerja, menggunakan transisi yang menunjukkan sebab dan akibat seperti due to, because, consequently, dan as a result. Dengan bantuan teman satu kelompok, para siswa akan lebih mudah menyusun beberapa kalimat yang akan menjadi beberapa paragraf runtut. Contohnya pada cerita Beauty and the Beast; draft Cause pertama yang ditulis adalah “ The merchant, on his way home struck by a big storm”. Lalu para siswa dapat menuliskan beberapa Effect dari pernyataan dalam Cause misalnya “The merchant had to find shelter” (Cause no.1), “The merchant came into an unattended huge castle” (Cause no.2), “The merchant stayed in the castle all night long, waiting for the storm ceased”(Cause no.3) dan lainnya. Jumlah Cause bisa ditulis sebanyak mungkin atau dibatasi beberapa poin saja oleh masing-masing guru. Lakukan pada runtutan cerita selanjutnya sehingga akan dihasilkan banyak sekali kalimat yang akan disusun menjadi beberapa paragraf sampai cerita tersebut telah memenuhi seluruh struktur umum dari sebuah teks Narrative yang berupa Orientation, Complication dan Resolution. (ipa1/ton)

Baca juga:   Program Wajib Salat Fardhu Latih Kedisiplinan Siswa

Guru Bahasa Inggris SMP N 3 Patebon Kabupaten Kendal.

Populer

Lainnya