Mudah Pahami Membiasakan Akhlak Terpuji dengan Metode Pair Check

Oleh : Mudrikah, M.Pd.I.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tugas seorang guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik. Seperti yang terdapat pada Undang-Undang No 20 Tahun 2003, pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi diri untuk memiliki kekuatan spiritual, keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat bangsa dan negara.

Dalam kehidupan sehari-hari akhlak selalu dihubungkan dengan pola perbuatan atau perilaku yang bertata krama atau tidak. Orang yang sopan santun, welas asih, lemah lembut, menghargai orang lain disebut sebagai orang yang berakhlak.
Pendidikan akhlak harus dimulai sejak usia dini, karena mempunyai peran yang sangat penting untuk kehidupan masa yang akan datang. Kalau melihat kondisi sehari-hari sekarang ini, peserta didik semakin tidak semangat dalam belajar. Sehingga dalam proses belajar mengajar guru harus memiliki strategi mengajar agar siswa dapat belajar secara antusias efektif dan efisien mengena pada tujuan yang diharapkan.
Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu ialah harus menguasai teknik-teknik penyajian yang biasa disebut metode atau model mengajar. Keberhasilan proses belajar mengajar dipengaruhi oleh beberapa fakor. Baik dari guru maupun dari peserta didik itu sendiri, tapi metode mengajar juga menentukan aspek keberhasilan belajar peserta didik.

Baca juga:   Cara Mudah Menulis Teks Negosiasi dengan Model Picture and Picture

Penulis sebagai guru di MAN 5 Sleman, sering mengalami kendala di dalam menentukan metode belajar yang sesuai dengan materi atau bahan ajar yang akan disampaikan. Penulis masih terpaku dengan model pembelajaran klasik yang itu-itu saja seperti ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, memberikan tugas yang biasa sering dilakukan.
Hal ini tidak bisa dianggap sepele, karena kalau terjadi terus-menerus maka kejenuhan tersebut akan mengakibatkan siswa dalam belajar, merasa bosan, ngantuk, pada sibuk sendiri, tidak mengikuti jalannya proses belajar mengajar dengan baik. Dengan terjadinya masalah tersebut bayak siswa yang tidak begitu aktif dalam belajar dan tidak ada timbal balik antara guru dan siswa. Hal ini dapat menjadi penghambat daya serap peserta didik sehingga prestasi peserta didik tidak akan sesuai yang diharapkan.

Melihat kondisi kegiatan belajar mengajar tersebut, penulis sebagai guru MAN 5 Sleman menerapkan metode pair check sebagai salah satu solusi untuk mengatasi kejenuhan, kebosenan, rasa ngantuk dan asyik bermain sendiri pada waktu pembelajaran berlangsung. Salah satu metode yang dapat melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses pembelajaran adalah dengan menggunakan pembelajaran active learning metode pair check.

Baca juga:   Tingkatkan Hasil Belajar IPS dengan STAD

Menurut Miftahul Huda (2013:211) pair check adalah merupakan metode pembelajaran berkelompok antara dua orang atau berpasangan. Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode pair check adalah bekerja berpasangan, pembagian peran partner dan pelatih.
Pelatih memberi soal, partner menjawab, pengecekan jawaban, bertukar peran, penyimpuln, evaluasi. Metode ini menerapkan pembelajaran kooperatif yang menuntut kemandirian dan kemampuan siswa untuk menyelesikan persoalan dan juga melatih tanggung jawab sosial peserta didik, kerja sama dan kemampuan memberi penilaian.

Secara umum dengan menggunakan pembelajaran active learning metode pair check diharapkan dapat meningkatkan motivasi, perhatian, minat, keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran sehingga hasil belajarnya meningkatkan dan memuaskan.

Dengan metode pair check siswa juga merasa senang dalam proses pembelajaran karena merasa dilibatkan bersama teman yang lainnya dan secara otomatis, peserta didik akan lebih mudah mengingat materi yang disampaikan oleh guru.
Selain itu penggunaan metode tersebut juga akan sangat membantu dalam menyampaikan materi tentang akhlak terpuji tidak terkesan berat dan statis, guru tidak perlu lagi bersusah payah menjelaskan dengan suara yang lantang, siswa juga termotivasi dengan diajak berperan dalam belajar. (ipa1/lis)

Guru Akidah Akhlak MAN 5 Sleman DIY.

Populer

Lainnya