Tingkatkan Hasil Belajar IPS dengan STAD

Oleh: Drs. Sobirin

spot_img

RADARSEMARANG.ID, ILMU pengetahuan sosial atau sering juga di singkat IPS, adalah pengetahuan yang mengkaji berbagai disiplin ilmu sosial dan humaniora serta kegiatan dasar manusia yang di kemas secara alamiah dalam rangka memberi wawasan dan pemahaman yang mendalam kepada peserta didik. Luas kajian IPS ini mencakup sosial, ekonomi, sejarah, psikologi, budaya, maupun politik, di pelajari dalam ilmu sosial ini. Menurut Zuraik menyatakan bahwa hakikat IPS adalah harapan untuk mampu membina suatu masyarakat yang baik dimana para anggotanya benar-benar berkembang sebagai insan sosial yang rasional dan penuh tanggung jawab, sehingga oleh karenanya di ciptakan nilai-nilai (Susanto 2015:137-138).

Hasil belajar merupakan salah satu faktor yang dapat menentukan proses belajar. Kegiatan pembelajaran IPS di SMP Negeri 1 Rowosari Kabupaten Kendal pada KD 3.3 tentang Perdagangan Internasional menuntut seorang guru harus mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, kreatif, kondusif, tidak membosankan, menyenangkan, dan semenarik mungkin agar siswa merasa nyaman belajar didalam kelas. Dengan demikian, proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik yang dapat mendorong siswa untuk mendapatkan hasil belajar yang maksimal.

Model pembelajaran kooperatif tipe STAD memberikan kesempatan kepada kelompok untuk saling berinteraksi atau berhubungan sosial antar anggotanya. Setiap kelompok mempunyai tanggung jawab atas anggota kelompoknya untuk menguasai materi yang didiskusikan bersama. Bentuk kerjasama dalam model STAD diwujudkan dalam pembentukan tim belajar siswa. Tim terdiri dari empat atau lima siswa yang mewakili seluruh bagian dari kelas dalam kinerja akademik, jenis kelamin, ras dan etnisitas. Faktor yang menjadikan STAD sebagai pembelajaran yang menyenangkan adalah adanya penghargaan bagi tim terbaik. Dengan adanya pemberian 3 penghargaan akan membuat siswa lebih termotivasi untuk belajar yang akan memberikan pengaruh positif dalam proses pembelajaran yaitu terhadap hasil belajar siswa. Dengan model pembelajaran ini di harapkan dapat melatih siswa melakukan hubungan sosial tanpa membedakan kesetaraan akademik, gender, suku maupun agama dan hasil belajar siswa bisa meningkat serta bisa mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Langkah langkah pembelajaran pada model pembelajaran kooperatif tipe Student Team-Achievement Devisions (STAD) yaitu Mengamati : peserta didik membentuk kelompok dengan anggota 4-5 orang yang telah di tentukan oleh guru dengan mengarahkan peserta didik berhitung dari angka 1-5 dan selanjutnya siswa duduk mengelompok sesuai nomor yang sama. Peserta didik dalam setiap kelompok diminta untuk membaca lembar kerja yang berisi pertanyaan sesuai kelompok yang telah diberikan oleh guru. Menanya: Peserta didik diminta untuk berdiskusi dengan teman kelompoknya untuk menjawab pertanyaan dari soal yang telah diberikan oleh guru yang berhubungan dengan materi Mengumpulkan Informasi: Peserta didik secara berkelompok dibimbing oleh guru untuk dapat mengumpulkan informasi/data dari buku siswa atau hand out agar mempermudah dalam menjawab pertanyaan tersebut, dan guru bertugas memandunya. Mengasosiasi: peserta didik menyimpulkan hasil jawaban dari setiap kelompok berdasarkan hasl presentasi yang telah dilaksanakan.

Baca juga:   Belajar Asyik dengan Aplikasi Ice Cream Screen Recorder

Peningkatan hasil belajar siswa dapat dilihat dari ketuntasan belajar dengan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) yaitu 73. Terbukti persentase ketuntasan belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 1 Rowosari Kabupaten Kendal meningkat menjadi 81,81%. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa penggunaan metode STAD dalam pembelajaran IPS mampu meningkatkan pemahaman siswa pada KD.3.3 dengan materi perdagangan Internasional dan mampu menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. (ti1/zal)

Guru SMPN 1 Rowosari, Kab. Kendal

Populer

Lainnya