Mengasah Life Skills Siswa SMK melalui Prakerin

Oleh : Agus Supriyo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi yang berlangsung lebih dari setahun memberi dampak besar bagi siswa. Mereka harus di rumah dan melaksanakan kegiatan belajar melalui pembelajaran jarak jauh atau daring. Hampir semua kegiatan dilakukan dari rumah. Kalaupun harus ke sekolah pasti frekuensinya sangat jarang dan waktunya terbatas.

Hal yang sama juga dirasakan oleh siswa SMK. Para siswa yang sejak awal sudah meniatkan diri masuk SMK tentu berkeinginan mendapatkan kegiatan praktik yang porsinya lebih banyak daripada mereka yang sekolah selain di SMK. Pandemi Covid-19 menjadi kendala siswa dalam melakukan kegiatan praktik mengasah keterampilan untuk melatih life skills sesuai bidangnya.

Menurut definisi World Health Organization (WHO), life skills atau keterampilan hidup adalah kemampuan untuk berperilaku yang adaptif dan positif yang membuat seseorang dapat menyelesaikan kebutuhan dan tantangan sehari-hari dengan efektif menghadapi tuntutan dan tantangan hidup. Konsep ini juga disebut sebagai kompetensi psikososial. Menurut Chaplin (2011) psikososial adalah suatu kondisi yang terjadi pada individu yang mencakup aspek psikis dan sosial atau sebaliknya.

Dalam pelaksanaannya, pembiasaan life skills diaksanakan di SMK Negeri 1 Salam secara terpadu pada proses pembelajaran tiga tahun. Pembelajaran terpadu adalah pendekatan pembelajaran yang menghubungkan, merakit atau menggabungkan sejumlah konsep dari berbagai mata pelajaran yang beranjak dari suatu tema tertentu sebagai pusat perhatian untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan siswa secara simultan.

Baca juga:   Video Permudah Menulis Teks Ekplanasi dalam Pembelajaran Secara Daring

Fokus kegiatan pembelajaran life skills pada kelas sebelas. Pelaksanaannya dilaksanakan di industri melalui praktik kerja industri atau yang disingkat prakerin. Walaupun hampir setahun tidak melakukan pembelajaran di sekolah dan sedikit sekali mengasah keterampilan dengan kegiatan praktik, siswa tetap harus melaksanakan prakerin.

Hanya industri yang menerapkan aturan protokol kesehatan Covid-19 sebagai tempat prakerin. Keberangkatan siswa prakerin juga didasarkan pada izin orang tua siswa. Siswa dibekali untuk selalu menaati protokol kesehatan selama menjalani prakerin 3 bulan di industri.

Kelompok keterampilan yang termasuk life skills menurut UNICEF dan UNESCO ada tiga yaitu learning to know, learning to be, dan learning to live together. Learning to know diartikan belajar untuk mengetahui. Belajar mengetahui kemampuan sesuai pengetahuan yang dimiliki (cognitif ability). Kemampuan ini dapat diperoleh dengan mengasah keterampilan memecahkan masalah dan membuat keputusan melalui berfikir kritis. Pelaksanaan di lapangan di antaranya dengan mengajak siswa memecahkan masalah melalui keterampilan mengumpulkan informasi. Informasi dari melihat dan memperhatikan kondisi lapangan sesuai konsep yang pernah dipelajarinya. Termasuk keterampilan mendengarkan dan memahami arahan pembimbing industri. Tujuannya untuk membantu menangani dan menyelesaikan permasalahan sesuai dengan tahapan keterampilan yang dikuasai oleh siswa.

Baca juga:   Metode PBL Dapat Menarik Minat Belajar Siswa

Siswa dihadapkan pada permasalahan yang tidak serta merta harus diselesaikan sekaligus. Satu per satu diselesaikan sesuai kecakapan dan keterampilan yang dimiliki saat itu.

Kelompok keterampilan berikutnya yaitu learning to be atau belajar menjadi. Kemampuan ini dimiliki dengan mengasah keterampilan menjadi pribadi yang dewasa dan matang secara personal. Ciri pribadi yang dewasa adalah mempunyai kepercayaan diri yang cukup, sadar akan kekuatan dan kelemahannya. Mempunyai tujuan hidup dan bisa melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri. Hal tersebut tidak didapat secara instan. Prakerin selama tiga bulan cukup untuk membentuk pribadi yang dewasa.

Kelompok keterampilan yang terakhir yaitu learning to live together atau belajar untuk hidup bersama. Dengan cara mengasah keterampilan berkomunikasi, bernegosiasi, berempati, dan bekerja sama dalam kelompok. Hampir semua siswa yang diterjunkan dalam prakerin berkelompok. Kalaupun hanya ada satu siswa di satu industri, pasti akan berbaur dengan karyawan yang lain. Siswa akan terlibat negosiasi dengan konsumen dan relasi industri. Siswa juga diharuskan melatih empati dan bekerja bersama dalam kelompok.

Pelaksanaan prakerin diharapkan mampu mengasah life skills siswa sebagai bekal untuk menyelesaikan permasalah dalam melanjutkan pendidikan dan mengarungi tantangan kehidupan yang akan dihadapi. (pm1/lis)

Guru Agribisnis Perikanan SMKN 1 Salam, Kabupaten Magelang

Populer

Lainnya