Serunya Belajar Perilaku Menuntut Ilmu dengan Example Non Example

Oleh : Rohmatun, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran adalah suatu proses di mana lingkungan seeorang secara disengaja dikelola untuk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku dalam kondisi khusus atau menghasilkan respon terhadap situasi tertentu. Keberhasilan guru dalam mengajar sering ditentukan di ranah ini. Walaupun pada implementasinya tidak mudah sebagaimana dialami penulis di kelas II (dua) SD Negeri 03 Pendowo Bodeh pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam masih terdapat siswa yang tidak bersemangat dan acuh tak acuh mengikuti pembelajaran. Penulis menerapkan metode example non example untuk mewujudkan kelas pembelajaran yang menarik pada kelas II.

Model pembelajaran Examples Non Examples adalah salah satu metode pembelajaran yang menggunakan media berupa gambar, foto, diagram atau tabel yang bermuatan permasalahan. Penggunaan media tersebut disusun dan dirancang agar siswa dapat mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah yang paling efektif dan mendeskripsikan kesimpulan atas permasalahan. Menurut Huda (2013), Examples Non Examples adalah metode pelajaran yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran. Strategi ini bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contoh-contoh gambar yang disajikan. Penggunaan Media gambar dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut untuk kemudian dideskripsikan secara singkat perihal isi dari sebuah gambar.

Baca juga:   Mengantar Siswa Agar Menjadi Hebat

Langkah-langkah model pembelajaran Examples Non Examples pada materi perilaku menuntut ilmu pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kelas II sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberikan motivasi–motivasi. Pemberian motivasi bisa dilakukan dengan mendongeng atau permainan. Lalu, guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan perilaku menuntut ilmu. Selanjutnya, guru menyampaikan topik materi disertai dengan menempelkan gambar–gambar menarik berkaitan perilaku menuntut ilmu di papan atau ditayangkan melalui LCD atau OHP. Jika ada, dapat pula menggunakan proyektor. Pada tahapan ini guru juga dapat meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa.

Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan gambar. Biarkan siswa melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat dipahami oleh siswa. Selain itu, guru juga memberikan deskripsi jelas tentang gambar yang sedang diamati siswa. Lalu, melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar tersebut dicatat pada kertas. Kertas yang digunakan akan lebih baik jika disediakan oleh guru. Setelah itu, tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai. Setelah memahami hasil dari analisa yang dilakukan siswa, maka guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Terakhir, guru dan siswa menyimpulkan dan refleksi pembelajaran.

Baca juga:   Metode Picture and Picture Tingkatkan Belajar Pergaulan Sehat

Populer

Lainnya