Semakin Have Fun, Belajar Tema Diriku

Oleh: Diah Trisnawati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran tematik diperlukan berbagai sarana dan prasarana pembelajaran yang pada dasarnya relative sama dengan pembelajaran yang lainnya. Hanya saja ia memiliki kekhasan tersendiri dalam beberapa hal. Dalam pembelajaran tematik, guru harus memilih secara jeli media yang akan digunakan, dalam hal ini media tersebut harus memiliki kegunaan yang dapat dimanfaatkan oleh berbagai bidang studi yang terkait dan tentu terpadu. Karena digunakan untuk pembelajaran konsep yang direkatkan oleh tema, maka penggunaan sarana dan pembelajaran dapat lebih efisien jika dibandingkan dengan pemisahan bidang kajian.

Namun demikian, dalam pembelajaran ini tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan sarana yang relative lebih banyak dari pembelajaran monolitik. Hal ini disebabkan untuk memberikan pengalaman yang terpadu. Guru dalam pembelajaran dapat mengoptimalkan sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan pembelajaran tematik. Permasalahan siswa kelas 1 SDN 05 Kajen pada Tema Diriku nilai ulangan harian rata-rata tidak tuntas.

Metode fun learning adalah metode pembelajaran di mana seorang guru dapat menciptakan suasana hangat dan menyenangkan dalam pembelajaran karena dengan suasana yang hangat dan menyenangkan apapun yang kita ajarkan akan mudah diterima dengan senang hati dan ketika sesuatu itu mudah diterima maka anak akan mudah melakukan suatu perubahan. Selanjutnya guru yang menguasai dan terampil menggunakan berbagai pendekatan dan strategi pengelolaan kelas akan dengan mudah dapat menciptakan dan mempertahankan iklim belajar yang baik dan menyenangkan.

Baca juga:   Susahnya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Daerah Pelosok

Fun learning terdiri dari dua kata yakni fun yang berarti kegembiraan atau kesenangan dan learn yang berarti mempelajari atau belajar. Seperti artinya, fun learning merupakan cara untuk menghasilkan suasana menyenangkan dalam membantu anak belajar sebagai usaha untuk merubah tingkah laku seseorang. Dengan suasana yang hangat tersebut, maka memungkinkan proses pembelajaran yang efektif serta partisipatif bisa terjadi. Sebagai guru kelas 1, maka pembelajaran yang sangat cocok adalah tentang permainan atau hiburan. Agar terlaksana pembelajaran tematik yang fun learning disini penulis mencoba menggunakan teknik nyanyian dan suasana kelas disesuaikan dengan tema pembelajaran yang akan dilakukan.

Anak anak kelas 1 masih senang jika disuruh menyanyi dan bermain. Salah satu contohnya, misal kita ambil salah satu tema di semester 1 yaitu tema “Diriku” cara pembelajarannya sebagai berikut: Pertama, Di dalam kelas ada banyak gambar yang berkaitan dengan diriku dengan memasang di dinding-dinding kelas. Kedua, Siswa di bagi dalam beberapa kelompok dengan begitu siswa duduk dengan posisi pada kelompoknya masing-masing. Ketiga, Dari tema keluarga selanjutnya kita dapat mengelompokkan sesuai dengan mata pelajaran yang akan disampaikan. Keempat, Untuk pelajaran IPA dari tema ini siswa mampu menyebutkan bagian-bagian tubuh manusia dan fungsinya. Kelima, Untuk pelajaran matematika siswa mampu membilang 1 sampai dengan 10. Keenam, Untuk pelajaran IPS siswa mampu menyebutkan bagian-bagian dari diriku (nama lengkap, jenis kelamin, agama, dll) di depan kelas, menyebutkan identitas saudara kandung yang lebih muda (nama lengkap, jenis kelamin, agama, dll) di depan kelas dan menyebutkan identitas anggota keluarga yang lain. Ketujuh, Untuk pelajaran SBK siswa mampu mengidentifikasi unsur rupa dari gambar pribadi.

Baca juga:   Pembelajaran Menggugah dan Menggairahkan di Masa Pandemi

Dengan proses belajar yang menyenangkan, maka diharapkan minat belajar anak juga bisa meningkat. Ini disebabkan karena minat adalah kemauan atau keinginan yang dihasilkan dari diri anak tanpa paksaan. Saat minat belajar anak sudah timbul, maka anak secara otomatis akan senang belajar. Seperti yang diterapkan di SDN 05 Kajen, Kab Pekalongan. (ti2/zal)

Guru SDN 05 Kajen, Kab Pekalongan

Populer

Lainnya