Daring Menyenangkan dengan Crossword Puzzle

Oleh : Siti Utami, S. Pd.

spot_img

RADARSEMRANG.ID, PEMBELAJARAN “daring” pada masa pandemi merupakan salah satu kebijakan pemerintah untuk melangsungkan proses belajar mengajar. Pembelajran “daring” di pilih sebagai salah satu solusi untuk mencegah penyebaran covid-19 yang sudah melanda dunia khususnya bangsa Indonesia.

Berbagai cara telah pemerintah terapkan untuk menangani covid-19 di antaranya menerapkan aturan-aturan, pembatasan mengunjungi tempat-tempat ibadah, sekolah, dan tempat umum lainnya. Pembatasan pendidik dan peserta didik untuk tidak bertatap muka juga merupakan imbas dari peraturan pemerintah. Peserta didik tidak diperkenankan datang ke sekolah, mereka belajar dari rumah dengan menggunakan HP atau laptop.

“New Normal” telah diberlakukan. Semua kegiatan masyarakat dibatasi dengan protokol kesehatan, mulai dari memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, membatasi mobilisasi dan interaksi (5M). Hal ini tentu sangat berpengaruh terhadap dunia pendidikan, terutama bagi peserta didik. Kegiatan belajar mengajar semuanya dilakukan secara daring.

Proses pembelajaran yang efektif dan menyenangkan ditandai dengan meningkatnya gairah belajar peserta didik sebagai subjek didik. Pendidik meningkatkan kreativitas, aktif, kreatif dengan metode-metode dan media pengajaran baru yang beragam dan bervariasi dapat membangkitkan antusiasme belajar peserta didik.

Baca juga:   Model Pembelajaran Group Investigation Tingkatan Sikap Kerja Sama

Berdasarkan kenyataan dalam “moda daring”, peserta didik di SMPN 1 Pegandon merasa bosan dan jenuh dengan alasan yang beragam. Untuk itu penulis mencoba menerapkan pembelajaran yang efektif, kreatif dan menyenangkan dengan permainan Crossword Puzzle/TTS. Pembelajaran tersebut diterapkan dalam materi binatang/animals pada kelas tujuh. Teknik pembelajaran melalui tebak gambar binatang-binatang. Pada umumnya peserta didik merasa bosan apabila disuruh mencari sendiri, kemudian disuruh menuliskannya di buku tugas dan menghafalkannya, untuk memperkaya kosa kata mereka. Media pembelajaran Crossword Puzzle/ TTS diberikan untuk mengatasi rasa kebosanan dan kejenuhan selama proses “Moda daring” ini.

Crossword Puzzle/TTS, melibatkan partisipasi peserta didik aktif sejak kegiatan pembelajaran dimulai. Peserta didik diajak untuk turut serta dalam semua proses pembelajaran, tidak hanya mental akan tetapi juga melibatkan fisik. Dengan begitu peserta didik akan merasakan suasana yang lebih menyenangkan sehingga hasil belajar dapat dimaksimalkan.
Fungsi Crossword Puzzle/TTS itu sendiri yaitu membangun saraf-saraf otak yang memberi efek menyegarkan ingatan, sehingga fungsi kerja otak kembali optimal karena otak dibiasakan untuk terus menerus belajar dengan santai.

Baca juga:   Dengan Metode Make A Match Bikin Semangat Belajar Ashabul Khahfi

Langkah-langkah pembelajaran dengan menggunakan metode pembelajaran Crossword Puzzle antara lain: Mencurahkan gagasan /brainstorming yang berkaitan dengan pelajaran studi yang telah guru selesaikan. Susunlah Crossword Puzzle sederhana, yang mencakup item-item yang disesuaikan dengan kotak-kotak yang disediakan. Bagikan teka teki kepada peserta didik secara individu. Masukkan kata yang sesuai dengan panjang kotak yang tersedia secara berkesinambungan sampai seluruh kotak terisi penuh. Aturan pengisian kata-kata tersebut berhubungan dengan penyamaan jumlah karakter pada pengisian kata-kata kedalam kotak teka teki. Isilah teka teki tersebut secara mendatar ataupun menurun. Tentukan batasan waktu. Beri hadiah kepada yang mengerjakan paling cepat dan benar.
Keunggulan dari media Crossword Puzzle sangat mudah diajarkan, selain itu melatih peserta didik dalam ketelitian dan kesabaran saat melengkapi kotak-kotak yang disediakan. Adapun kelemahannya, peserta didik merasa kebingungan dalam memilih kata yang tepat dan sesuai dengan jumlah kotak yang disediakan secara berkesinambungan. (lbs1/zal)

Guru SMPN 1 Pegandon Kabupaten Kendal

Populer

Lainnya