Asyik Belajar Gaya dan Gerak dengan Media Audio Visual

Oleh : Sugiyanto, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Gaya dan gerak adalah materi IPA pada Kurikulum 2013 di kelas VII SLB-B Yaspenlub Kabupaten Demak. Berdasarkan hasil pembelajaran di kelas VII SLB-B Yaspenlub Kab.Demak, kemampuan siswa dalam memahami materi gaya dan gerak masih rendah. Hal ini terlihat dari banyaknya siswa yang tidak tuntas dalam penilaian harian pada materi tersebut.

Di era digital 4.0 kemajuan teknologi semakin berkembang pesat dengan kemudahan-kemudahan yang ditawarkan. Hal ini juga dapat mempermudah guru dalam penyampaian materi menggunakan media dengan teknologi yang sudah maju dan mudah digunakan. Sehingga perlu upaya memudahkan siswa dalam memahami materi gaya dan gerak dengan menggunakan media audio visual.

Media audio visual dilihat dari etimologi kata “media” berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata “medium” yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Maksudnya sebagai perantara atau alat menyampaikan sesuatu.

Sejalan dengan pendapat di atas, AECT (Association For Education Communication Technology) dalam Arsyad mendefinisikan bahwa “media adalah segala bentuk yang dipergunakan untuk menyalurkan pesan informasi” (Musfiqon, 2012:72). Audio Visual adalah media instruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi), meliputi media yang dapat dilihat dan didengar.

Baca juga:   Pembelajaran IPA Bermakna dengan Metode Learning Cycle

Audio visual merupakan media perantara atau penggunaan materi dan penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran sehingga membangun kondisi yang dapat membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau sikap.

Langkah-langkah pembelajaran menggunakan media audio visual adalah sebagai berikut: pertama persiapan. Kegiatan yang dilakukan oleh guru pada saat persiapan yaitu membuat rencana pelaksanaan pembelajaran, mempelajari buku petunjuk penggunaan media, menyiapkan dan mengatur peralatan media yang akan digunakan. Kedua pelaksanaan/penyajian. Pada saat pelaksanakan pembelajaran menggunakan audio visual, guru perlu memastikan media dan semua peralatan telah lengkap dan siap digunakan. Menjelaskan tujuan yang akan dicapai, menjelaskan materi pelajaran kepada siswa selama proses pembelajaran berlangsung, menghindari kejadian-kejadian yang dapat mengganggu konsentrasi siswa. Ketiga tindak lanjut. Aktivitas ini dilakukan untuk memantapkan pemahaman siswa tentang materi yang telah disampaikan menggunakan media audio visual. Di samping itu aktivitas ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Kegiatan yang bisa dilakukan di antaranya diskusi, observasi, eksperimen, latihan dan tes adaptasi.

Kelebihan atau kegunaan media audio-visual pembelajaran sama dengan pengajaran audio & visual yaitu: memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka). Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indra. Seperti objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, film bingkai, film atau model. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film atau gambar. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi. Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal. Objek yang terlalu kompleks (mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dll. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim dll) dapat divisualkan dalam bentuk film, film bingkai, gambar,dll. Media audio visual bisa berperan dalam pembelajaran tutorial (Musfiqon, 2012: 81).

Baca juga:   Belajar Tata Surya dengan Pendekatan Kontruktivisme Lebih Imajinatif

Sedangkan kelemahan media ini yaitu terlalu menekankan pentingnya materi ketimbang proses pengembangannya dan tetap memandang dan materi audio-visual sebagai alat bantu guru dalam mengajar. Namun audio-visual tetap membantu siswa dalam memahami materi gaya dan gerak di kelas VII SLB-B Yaspenlub KabupatenDemak. Pembelajaran menjadi lebih asyik dan tidak membosankan. Terbukti pada kemampuan siswa dalam menyelesaikan penilaian harian meningkat dan tepat. (kb4/lis)

Guru SLB-B Yaspenlub, Kabupaten Demak

Populer

Lainnya