Praktik Pemanfaatan Limbah Sayuran selama Pandemi Jadi Mudah dengan Berkelompok Teman Dekat

Oleh : Ir. Anik Viniswati

spot_img

RADARSEMARANG.ID,Pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di era pandemi merupakan kegiatan yang harus dilakukan oleh guru. Guru dituntut memiliki kemampuan tidak hanya akademis tetapi juga berkomunikasi. Yakni melalui grup WhatsApp dan Google Classroom.

Terdapat beberapa kendala yang dihadapi peserta didik di antaranya tidak memiliki HP, tidak punya kuota, susah sinyal. Ditambah lagi kondisi siswa yang harus membantu bekerja. Dari permasalahan tersebut, guru berupaya agar pembelajaran tersampaikan terutama pembelajaran yang membutuhkan praktik/keterampilan. Untuk pembelajaran produktif di SMK sebagian besar memerlukan kegiatan praktik.
Dengan penerapan pembelajaran kooperatif tipe NHT merujuk pada konsep Kagen dalam Ibrahim (2000) dengan 3 langkah. Yakni pembentukan kelompok diskusi, diskusi masalah dan tukar jawaban antarkelompok yang dapat menumbuhkan sikap harga diri yang lebih tinggi. Di antaranya kebaikan budi pekerti dan kepekaan terhadap lingkungan.

Dalam pembelajaran agribisnis tanaman sayuran memerlukan kegiatan praktik yang harus dilakukan peserta didik. Tujuannya menumbuhkan sikap harga diri. Mengingat kendala dan kondisi, maka penulis berusaha agar peserta didik dapat melakukan praktik secara langsung, mudah dan menyenangkan.

Dengan selalu mematuhi protokol covid siswa dibuat kelompok yang dekat dengan rumahnya sekitar 2-4 siswa per kelompok/ kelompok kooperatif seperti tipe NHT. Kelompok ini melakukan kegiatan praktik dalam mata pelajaran agribisnis tanaman sayuran yaitu praktik pemanfaatan limbah sayuran.

Baca juga:   Solusi Cerdas PJJ PAIBP Materi Akhlak dengan Media Thinglink

Praktik pemanfaatan limbah sayuran untuk kompos, sebelumnya peserta didik diberikan materi tutorial pembuatan kompos dari limbah sayuran. Kegiatan panen sering menyisakan sampah/limbah misal dari rempelan daun tidak layak jual, tanaman sakit, rusak, ranting, daun kering dll.

Pada prinsipnya semua bagaian tanaman sayuran yang tidak dimanfaatkan dapat dijadikan kompos. Setiap kelompok memilih limbah sayuran di lingkungan masing- masing. Wadah dapat dari kantong plastik, drum plastik, atau langsung dibuatkan lubang tanah yang dilambari plastik. Biasanya kompos ini sudah siap digunakan setelah 3 bulan.

Dengan kelompok teman yang dekat ini secara langsung dapat melihat kondisi teman sehat atau tidak. Mengumpulkan bahan lebih mudah, pengaturan waktu untuk berkomunikasi lebih mudah karena bertemu langsung. Begitu juga pada saat pelaksanaan/praktik pembuatan kompos. Tugas siswa membuat video ataupun foto tahapan kegiatan dikirimkan. Kegiatan pembuatan kompos dari limbah sayuran ini terus diamati sampai jadi kompos yang siap digunakan untuk memupuk tanaman.

Biasanya kompos jadi setelah 3 bulan lebih. Hasil kompos ini juga dapat dikemas untuk dijual. Siswa juga diperintahkan untuk membuat catatan permasalahan dihadapi dan cara mengatasinya. Sehingga pada saat siswa ingin mempraktikkan sendiri, sudah dapat mengantisipasinya.

Baca juga:   Literasi Game Bagi Siswa melalui Bimbingan Lintas Kelas

Selain pembelajaran tercapai dan tersampaikan ke peserta didik, siswa akan antusias segera membuat kelompok dan mempraktikkan. Juga dengan senang hati melakukan kegiatan ini mulai dari persiapan berkomunikasi dengan teman yang dekat sampai pelaksanaan hingga pengamatan sampai jadi kompos. Peserta didik tidak jenuh menulis, saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Hasilnya dapat dimanfaatkan serta menghasilkan.

Paling penting dari kegiatan ini dapat dilakukan sendiri oleh peserta didik. Dapat digunakan untuk mengisi waktu senggang dengan memanfaatkan limbah sayuran hasil panen di lingkungannya. Selain untuk memanfaatkan limbah sayuran juga dapat dikemas dijual sehingga dapat menghasilkan rupiah.

Pembelajaran ini penulis lakukan di SMAN 1 Ngablak, setelah beberapa bulan jenuh. Dengan pengiriman tugas yang makin menurun, kelompok ini lebih banyak membantu. Karena satu tugas dikerjakan 2 sampai 4 peserta didik. Siswa dari kelompok tersebut mengirimkan satu tugas. Hal ini dapat membantu permasalahan yang dihadapi siswa. (pm1/lis)

Guru Produktif Pertanian SMKN 1 Ngablak, Kabupaten Magelang

Populer

Lainnya