Belajar Luas Tabung Sangat Mudah dengan Pendekatan Kontekstual

Oleh: Suwarni, S.Pd., M.Si

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu masalah pendidikan yang dihadapi oleh bangsa Indonesia adalah rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang dan satuan pendidikan. Khususnya pendidikan dasar dan menengah. Untuk peningkatan mutu pendidikan, tidak hanya guru yang dituntut pandai dalam menyampaikan materi pelajaran. Siswa juga dituntut berperan aktif dalam proses pembelajaran.

Hasil pembelajaran matematika kebanyakan mendapatkan nilai rata-rata belajar dan keaktifan siswa masih rendah. Hal ini disebabkan model pembelajaran masih berpusat pada guru yang mengacu pada ketuntasan materi semata. Proses komunikasi dalam pembelajaran berlangsung dalam satu arah. Pembelajaran tidak dapat mengembangkan berbagai kemampuan siswa.

Siswa kurang aktif di dalam pembelajaran, belum terbiasa untuk mengungkapkan pendapatnya sendiri. Tidak berani bertanya jika menemukan kesulitan dalam pembelajaran. Berbagai upaya telah dicoba oleh guru, salah satunya dengan melakukan pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual.

Pembelajaran kontekstual menyajikan suatu konsep yang mengkaitkan materi pelajaran yang dipelajari siswa dengan konteks dimana materi tersebut digunakan. Serta berhubungan dengan bagaimana seseorang belajar atau gaya/cara siswa belajar (Depdiknas, 2002:8).

The CTL system is educational process that aims to help students see meaning in the academic material they are studying by connecting academic subjects with the cotexsof their daily lives, that is with the contest of their personal, social, and cultural circumtances (Johnson, 2002:25). Artinya, sistem CTL merupakan suatu proses pendidikan yang bertujuan membantu siswa melihat makna dalam bahan pembelajaran yang mereka pelajari dengan cara menghubungkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari. Yaitu dengan konteks lingkungan pribadinya, sosialnya, dan budayanya.

Baca juga:   Memotivasi Guru untuk Meningkatkan Profesi di Masa Pandemi

Penerapan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual ini bertujuan agar siswa terlibat aktif melaksanakan aktifitas dalam proses pembelajaran, sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar dan mengubah perilaku lebih menjadi lebih baik.

Pendekatan kontektual atau CTL memiliki tujuh komponen utama. Yaitu kontruktivisme (contructivism), menemukan (inquiry), bertanya (questioning), masyarakat belajar (learning community), permodelan (modeling), refleksi (reflection), dan penilaian sebenarnya (authentic assessment).

Guru dikatakan berhasil melakukan pembelajaran dengan pendekatan kontekstual apabila guru sudah menerapkan ketujuh komponen tersebut. Yakni pertama kontruktivisme, siswa dituntut membangun pengetahuannya sendiri terhadap materi yang dipelajari. Kedua siswa dengan bantuan guru menemukan masalah yang dihadapi sebelum guru menerangkan. Ketiga guru membimbing, mendorong, dan menilai kemampuan siswa untuk bertanya tentang pelajaran yang sedang dipelajarinya.

Keempat, hendaknya dilakukan dengan kerja kelompok. Anggota kelompok harus heterogen, dengan tujuan siswa yang kemampuannya kurang bisa bertanya kepada siswa yang kemampuannya lebih. Sehingga diskusi akan berjalan dengan baik, aktifitas siswa akan mudah dilihat.

Kelima guru atau siswa dapat menjadi contoh permodelan dengan cara mengerjakan soal dan permasalahan dalam pembelajaran. Keenam refleksi, guru membantu siswa menghubungkan pengetahuan yang didapatkan dengan pengetahuan sebelumnya.

Baca juga:   Belajar Asyik Interaksi Antarruang dengan Media Atlas Tematik

Ketujuh penilaian sebenarnya dilakukan pada akhir pembelajaran dan pada saat proses pembelajaran berlangsung. Model pembelajaran dengan pendekatan kontekstual harus dilakukan berulang-ulang untuk materi yang lain. Sehingga siswa terbiasa dengan model pembelajaran ini. Pada akhirnya rata-rata hasil belajar dan keaktifan siswa akan meningkat.

Penerapan model pembelajaran kooperatif dengan pendekatan kontekstual diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar dan perubahan aktifitas siswa menjadi lebih baik pada materi luas tabung di SMP Negeri 2 Comal. (ag1/lis)

Guru Matematika SMPN 2 Comal, Kabupaten Pemalang

Populer

Lainnya