Pemberian Reward Dapat Mengurangi Underachiever pada Anak

Oleh : Wahyu Widiowati, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Berbagai persiapan dilakukan sekolah agar mampu meraih hasil yang baik dalam setiap pelaksanaan ulangan akhir aemester (UAS). Salah satunya dengan memberikan dorongan agar siswa yakin dengan kemampuannya. Dan siap mengerjakan soal-soal yang diberikan.

Untuk membangkitkan kepercayaan diri dan hasil yang maksimal, sejak jauh hari siswa belajar bertanggung jawab dan selalu berkonsultasi kepada guru ketika menghadapi soal sulit dalam belajar.
Langkah itu sebagai salah satu strategi persiapan yang mesti dilakukan siswa. Diharapkan siswa memperoleh prestasi sesuai dengan tingkat integensi yang dimiliki masing-masing siswa. Karena tingkat intelegensi tiap siswa berbeda.

Jika prestasi berada di bawah batas minimal prestasi yang seharusnya diperoleh dengan tingkatan IQ tertentu, maka siswa tersebut digolongkan underachiever. Batasan yang digunakan yaitu: IQ 90-109 (rata-rata), maka nilai minimal yang harus diperoleh yaitu 6, IQ 110-119 (di atas rata-rata) nilai minimal 7, IQ 120-129 (cerdas) nilai minimal 8, diatas 140 (jenius) nilai minimal 9.
Underachiever adalah anak- anak yang memiliki prestasi tidak sebaik dengan kemampuan yang dimiliki. Siswa underachiever digambarkan oleh Hurlock (Rimm, 1986; Sulistiana, 2009) sebagai siswa-siswa yang prestasi akademiknya berada di bawah kemampuan akademik. Didasari oleh kesulitan untuk menemukan istilah teknis yang baku dalam bahasa Indonesia maka Moh. Surya (Sulistiana, 2009:26) mengidentikkan istilah underachiever dengan istilah siswa berprestasi kurang.

Baca juga:   Siswa Semangat Belajar dengan Berbagai Metode Pembelajaran

Adanya fenomena underachiever sangat mengundang perhatian berbagai pihak untuk segera mengatasinya, khususnya yang bergerak di bidang pendidikan. Jika hal ini dibiarkan maka negara akan mengalami kerugian yang besar. Anak berbakat yang seharusnya menjadi generasi unggul penerus bangsa justru akan menjadi beban negara, karena mereka tumbuh menjadi manusia yang kurang produktif.

Dengan demikian kualitas sumber daya manusia Indonesia justru akan semakin menurun dan tertinggal dibandingkan negara lainya. Akan tetapi jika permasalahan underachiever mendapat penanganan yang serius tidak dapat dipungkiri kualitas sumber daya manusia akan semakin meningkat, sehingga bangsa Indonesia akan tumbuh menjadi bangsa yang maju.

Beberapa penyebab underachiever adalah kondisi fisik, psikis, keluarga, sekolah, teman sebaya dan masyarakat. Dalam upaya mengurangi underachiever di SD Negeri 01 Krompeng, Kecamatan Talun, Kabupaten Pekalongan sekolah memberikan reward berupa hadiah sesui dengan peringkat yang diperoleh anak. Reward tersebut berupa alat tulis seperti buku, pensil, bolpoin dan penghapus.

Memberikan reward atau imbalan ketika anak melakukan suatu hal yang baik atau menunjukkan prestasi belajarnya bisa membuat anak menjadi merasa berharga dan akan membuat ia lebih percaya diri. (pg2/lis)

Baca juga:   Efektivitaskan Pembelajaran Home Visit di Masa Pandemi

Mahasiswa S2 Pendas Pascasarjana UPGRIS, Guru Kelas SDN 01 Krompeng Kec. Talun, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya