Pengembangan Media Flash Card Pendukung Pembelajaran Saintifik

Oleh : Slamet Santoso S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TEORI yang mendukung pembelajaran tematik menurut tokoh psikologi piaget yang menekankan bahwa pembelajaran haruslah bermakna dan berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan anak. Pendekatan pembelajaran tematik lebih menekankan konsep belajar sambil melakukan sesuatu. Siswa dalam pembelajaran tematik sekaligus mempelajari berbagai mata pelajaran yang digabung menjadi satu. Hal ini bertujuan agar pembelajaran berlangsung secara ringkas menjadi satu kesatuan yang utuh. Siswa belajar tidak hanya satu mata pelajaran saja sehingga bisa menggali pengetahuan dirinya dari berbagai materi yang sudah dipelajari.

Pada SDN 01 Gebangkerep ditemukan beberapa permasalahan, salah satunya yaitu kurangnya media pendukung pembelajaran tematik yang digunakan guru sebagai pendukung pembelajaran saintifik. Yang mana saat pembelajaran, buku yang digunakan guru terdiri atas beberapa buku yang terpisah-pisah sehingga harus menggabungkan pembelajaran tematik sendiri. Media yang digunakan oleh guru hanya menggunakan papan tulis dan buku secara terus menerus tanpa adanya media baru yang lebih menarik. Akibatnya siswa kesulitan memahami materi pembelajaran, karena guru cenderung lebih banyak menjelaskan.

Dengan demikian penulis membuat media pembelajaran Flash Card, yang mana media sangat efektif untuk mendukung pembelajaran saintifik dan dalam pelaksanaan tidak terlepas dari unsur 5M ( mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan). Media Flash Card ini akan menjadi media pembelajaran interaktif sebagai pendukung pembelajaran saintifik pada siswa kelas V SD dengan tema “Lingkungan dan Manfaatnya”.

Baca juga:   Permasalahan PJJ Daring IPA Bagi Guru Kelas Rendah SD

Flash Card adalah media pembelajaran dalam bentuk kartu bergambar yang memiliki ukuran kecil, biasanya berukuran 8 x 12 sentimeter, gambar-gambar dibuat dengan tangan atau foto yang sudah ada dengan ditempelkan pada lembaran-lembaran flash card. Ini dibuat oleh penulis pada media pembelajaran Falsh Card dalam pembelajaran tematik siswa kelas II memiliki batasan. Sebab, media ini digunakan untuk siswa yang tidak mempunyai cacat fisik, mental, atau anak berkebutuhan khusus.

Maka langkah-langkah dalam pembelajaran Falsh Card ini menggunakan tipe TGT (Teams Games Tournaments). Pembelajaran ini berupa kerja tim. Dalam metode ini, menggunakan gamedan tournamen. Siswa diberi permainan berupa kuis-kuis yang berkaitan dengan pengetahuan dari materi yang telah diajarkan. Mula-mula guru membagi siswa ke dalam tim yang masing-masing terdiri atas tiga atau empat anggota. Selanjutnya meminta anggota tim bekerja sama mengatur bangku dan meja, membagi penempatan secara acak dan memberikan kesempatan waktu untuk memilih nama untuk tim masing-masing. Setelah kondisi kelas kembali kondusif, guru mulai menerangkan materi yang diajarkan dengan membagikan materi atau panduan belajar kepada setiap kelompok dan meminta siswa membaca atau memahami materi tersebut. Setelah itu, guru membuat kuis dengan mnggunakan Flash Card. Kuis dimulai guru dengan mengangkat satu kartu kemudian perwakilan anggota kelompok berebut untuk lebih duluan mengangkat tangan dan menjawab. Jika jawaban benar, maka kelompok itu akan mendapat skor dan jika jawabannya salah. Maka pertanyaan itu, akan dilempar ke kelompok lain begitu terus, sampai kartu yang disiapkan habis atau sampai semua materi terulas kembali. Lalu skor tim diumumkan secara tertulis di papan dan tim yang mendapatkan skor tertinggi diberikan reward (disini penulis menggunakan stik bintang).

Baca juga:   Mudah Belajar Introducing Oneself dengan Identity Circles

Maka setelah dilakukannya pembelajaran saintifik dengan media Flash Card pada SDN 01 Gebangkerep motivasi belajar siswa mulai muncul. Sebab pengalaman baru yang siswa temui dalam pembelajaran saintifik. Selain itu, memberikan inovasi guru dalam pembelajaran agar tidak monoton. (ce2.3/ida)

Guru SDN 01 Gebangkerep, Kecamatan Sragi, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya