Asyiknya Menulis Cerita Sejarah dengan Zogomic Flipped Classroom

oleh: Sri Wahyuni, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejak adanya wabah virus covid-19 pada akhir Desember 2019, membawa dampak pada dunia pendidikan. Pembelajaran yang tadinya berada di sekolah beralih di rumah. Teknik pembelajaran menggunakan daring.

Pembelajaran daring sering membuat peserta didik mengalami kejenuhan bila guru tidak melakukan variasi dalam pembelajaran terutama dalam kegiatan menulis. Menurut Harris (Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi, 1999: 276), kegiatan menulis adalah kemampuan menggunakan bahasa untuk menyatakan ide, pikiran, atau perasaan kepada orang lain dengan menggunaan bahasa tulis. Akan tetapi, peserta didik mengalami kesulitan dalam mengungkapkan gagasan pada teks cerita sejarah. Untuk mengatasi hal itu, SMA Negeri 4 Semarang menerapkan Zogomic Flipped Classroom pada teks cerita sejarah.

Zogomic Flipped Classroom atau disebut kelas terbalik merupakan suatu proses pembelajaran yang dibalik dengan menggunakan Zoom, Google Meet, dan Microsoft Teams 365 (zogomic) secara bergantian. Jadi, peserta didik dalam pembelajaran menulis cerita sejarah mempelajari dulu materi tersebut sebelum kelas dimulai. Kemudian, guru dan peserta didik berdiskusi melalui FGD secara daring dengan menggunakan zogomic secara bergantian. Zogomic Flipped Classroom merupakan salah satu model yang dalam pelaksanaannya meminimalkan pengajaran langsung dari guru secara virtual dan menghemat waktu.

Baca juga:   Metode PBM Tumbuhkan Semangat Belajar Bilangan Bulat Positif Negatif

Langkah-langkah penerapan model pembelajaran flipped classroom menggunakan Zogomic meliputi tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Dalam persiapan, guru melakukan analisis materi, IPK, media, sumber belajar, identifikasi materi, membuat RPP, LK, soal, dan bahan ajar. Kedua, pelaksanaan. Dalam pelaksanaan, guru memberi tugas dalam mempelajari materi terlebih dahulu sebelum PJJ dimulai. Secara mandiri, peserta didik mencari konsep teks cerita sejarah. Kemudian, guru menyiapkan moda daring Zogomix dan membuat link serta mengeshare link tersebut di wa grup kelas yang diampunya. Setelah itu, peserta didik mempelajari terlebih dahulu tayangan video di share screen pada zogomic. Kemudian, peserta didik diminta membuka salah satu fitur dan menemukan video yang akan dipelajari. Beri kesempatan kepada peserta didik untuk mempelajari terlebih dahulu video yang dipilih sesuai dengan materi dan berikan lembar kerja untuk panduan peserta didik. Secara kelompok, peserta didik mempelajari materi di video untuk pengisian LK. Pada saat ini peserta didik bisa berkolaborasi dan berdiskusi dengan peserta didik lain dalam menemukan sebuah konsep yang akan dipelajari. Pada pertemuan berikutnya, peserta didik mempresentasikan. Setelah itu, bersama guru dan peserta didik berdiskusi terkait teks cerita sejarah yang belum dipahami. Kemudian, guru dan peserta didik membuat simpulan terkait materi penulisan teks cerita sejarah yang dipelajari serta guru membuat penguatan.

Baca juga:   Mengasyikkan Bercerita Pendek dengan Diskusi Kelompok dan Media Boneka Tangan

Ketiga adalah evaluasi. Evaluasi hasil belajar dilakukan untuk mengetahui capaian tujuan pembelajaran. Bentuk evaluasi antara lain tes tertulis melalui CBT, lembar observasi melalui google form, diskusi, presentasi menggunakan Zogomic, serta LHB menggunakan evaluation secara daring.

Melalui Zogomic Flipped Classroom ini, penulis menyimpulkan bahwa peserta didik lebih bertanggung jawab atas apa yang sudah dipelajari mandiri di rumah sehingga peserta didik lebih matang dan mempunyai pengetahuan awal sebelum PJJ dimulai. (lbs1/ton)

Guru Bahasa Indonesia, SMA Negeri 4 Semarang

Populer

Lainnya