Belajar Membaca dengan Examples Non-Examples

Oleh : Nurasih Lestari, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Salah satu langkah penting dari berlangsungnya beberapa kegiatan pembelajaran adalah proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran terkandung inti dari penyampaian pengetahuan dari guru kepada siswanya. Guru harus dapat menyajikan proses pembelajaran yang efektif. Salah satu upaya untuk mewujudkan pembelajaran yang efektif apabila guru dapat menerapkan model pembelajaran yang efektif, walaupun tidak dapat menjadi jaminan bahwa dengan kebervariasian model pembelajaran akan memotivasi siswa. Akan tetapi, hal ini dapat menjadi jaminan tumbuh berkembangnya motivasi dan minat peserta didik terhadap proses pembelajaran dan dengan kebervariasian menggunakan model itu. Guru benar-benar berusaha secara maksimal untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran.

Model pembelajaran yang kooperatif akan meningkatkan minat siswa untuk berpartisipasi secara maksimal. Salah satu model pembelajaran yang menggunakan prinsip pembelajaran kooperatif adalah Examples Non-Examples.

Huda (2013: 23) menjelaskan, Examples Non-Examples adalah metode pelajaran yang menggunakan gambar sebagai media untuk menyampaikan materi pelajaran. Model ini bertujuan mendorong siswa untuk belajar berpikir kritis dengan memecahkan permasalahan-permasalahan yang termuat dalam contoh-contoh gambar yang disajikan. Penggunaan media gambar dirancang agar siswa dapat menganalisis gambar tersebut untuk kemudian dideskripsikan secara singkat perihal isi dari sebuah gambar. Kemudian Shoimin (2014: 67) ikut mengungkapkan bahwa Examples Non-Examples adalah membelajarkan kepekaan siswa terhadap permasalahan yang ada di sekitar melalui analisis contoh-contoh berupa gambar-gambar, foto, kasus yang bermuatan masalah. Siswa diarahkan untuk mengidentifikasi masalah, mencari alternatif pemecahan masalah, dan menentukan cara pemecahan masalah yang paling efektif, serta melakukan tindak lanjut.

Baca juga:   Adiksimba, Mudahkan Mengkonstruksi Teks Laporan Hasil Observasi

Sebagai guru SDN 01 Sijeruk Kecamatan Sragi Kabupaten Pekalongan, penulis memanfaatkan model ini di kelas satu pada materi penyampaian terima kasih, permintaan maaf, tolong, dan pemberian pujian, ajakan, pemberitahuan, perintah, dan petunjuk kepada orang lain dengan menggunakan bahasa yang santun secara lisan dan tulisan yang dapat dibantu dengan kosa kata bahasa daerah. Langkah-langkahnya dimulai dari guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran. Gambar yang digunakan tentunya merupakan gambar yang relevan dengan materi yang dibahas. Guru menempelkan gambar di papan atau ditayangkan melalui LCD atau OHP. Pada tahapan ini guru juga dapat meminta bantuan siswa untuk mempersiapkan gambar yang telah dibuat dan sekaligus pembentukan kelompok siswa. Guru memberi petunjuk dan memberi kesempatan pada siswa untuk memperhatikan/menganalisa gambar. Biarkan siswa melihat dan menelaah gambar yang disajikan secara seksama, agar detil gambar dapat dipahami oleh siswa seraya guru memberikan deskripsi tentang gambar yang sedang diamati siswa. Melalui diskusi kelompok 2-3 orang siswa, hasil diskusi dari analisa gambar tersebut dicatat pada kertas. Kertas yang digunakan akan lebih baik jika disediakan oleh guru. Tiap kelompok diberi kesempatan membacakan hasil diskusinya. Siswa dilatih untuk menjelaskan hasil diskusi mereka melalui perwakilan kelompok masing-masing. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan yang ingin dicapai.

Baca juga:   Layanan Konseling Kelompok Teknik Self Intruction Mampu Tingkatkan Kepercayaan Diri

Setelah memahami hasil dari analisa yang dilakukan siswa, maka guru mulai menjelaskan materi sesuai tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pada akhir proses pembelajaran guru dan siswa menyimpulkan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran. (ti4/ton)

Guru SDN 01 Sijeruk Kec. Sragi, Kab. Pekalongan

Populer

Lainnya