Scrapbook : Cara Asyik Belajar Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908

Oleh : Nurul Evi Kusumawati.,S.H.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Belajar tentang materi Semangat Kebangkitan Nasional tahun 1908 sering menimbulkan kejenuhan pada peserta didik. Hal tersebut juga terjadi pada peserta didik kelas VIII di SMP Negeri 1 Andong, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali. Dosen Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, yang juga perintis gerakan sekolah menyenangkan, Muhammad Nur Rizal menuturkan, perjuangan untuk mengubah paradigma pendidikan memang tak gampang. Guru memang seharusnya tak sekadar transfer pengetahuan. Apa yang diberikan bukan cuma materi dan nalarnya bukan standardisasi, tetapi lebih kepada bagaimana mengasah daya imajinasi dan kolaborasi siswa. (https://gaya.tempo.co/read/1232501/gerakan-sekolah-menyenangkan-belajar-yang-bikin-siswa-betah/full&view=ok).

Dari asal katanya, scrap artinya barang sisa. Namun hobi membuat scrapbook tak sekadar kegiatan menempel dari barang sisa. Definisi scrapbook merupakan seni menempel foto di media kertas, dan menghiasnya menjadi karya kreatif. Scrapbook adalah seni menempel foto dan hiasan lainnya hingga menjadi sebuah karya yang menarik. Tak hanya sekadar album foto, scrapbook juga bisa menjadi karya seni. (https://lifestyle.kompas.com/read/2010/05/14/16021381/scrapbook.bukan.sekadar.menempel.barang.sisa).

Scrapbook akan berbentuk sebuah buku yang berisi kumpulan foto ataupun koleksi gambar dan artikel yang dianggap berharga dan berkesan dalam hidup seseorang. Scrapbook dapat dijadikan media pembelajaran yang menarik untuk memehami materi Kebangkitan Nasional tahun 1908.

Baca juga:   Serunya Belajar Teks Procedure dengan Metode Project Based Learning

Bagaimana membuat scrapbook, berikut adalah langkah-langkah yang harus dilakukan peserta didik : (1) Pilih tema. Secara sederhana tema adalah tujuan dasar atau gagasan yang akan menyatukan scrapbook yang dibuat peserta didik. Tema akan menjadi panduan dalam memilih foto, artikel, termasuk menentukan hiasannya. Tema yang scrapbook kali ini adalah “Kebangkitan Nasional 1908”. Kebangkitan Nasional adalah masa di mana bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. (2) Pilih foto atau gambar dan artikel. Pilihlah foto, gambar atau artikel yang berkaitan dengan tema. Pilih dari foto terkini lalu bergeser ke foto masa lalu. Pilih foto atau gambar yang jelas dan kumpulkan sebanyak-banyaknya. Artikel dapat diambil dari media cetak atau media elektronik. (3) Kelompokkan foto atau gambar dan artikel. Seleksi foto atau gambar dan artikel, pilih dan kelompokkan berdasarkan kategori (Kondisi Bangsa Indonesia sebelum 1908, Tokoh Perintis Kebangkitan Nasional, dan Organisasi Masa Kebangkitan Nasional). Setiap kategori akan dibagi kedalam beberapa halaman dan setiap halaman setidaknya memuat empat hingga enam foto yang sesuai. Jika scrapbook yang dibuat berukuran kecil, diperlukan dua atau tiga foto perhalaman. (4) Pikirkan tata letak secara garis besar. Tentukan jumlah halaman, jumlah foto per halaman, warna dan jenis hiasan yang akan digunakan, serta jumlah catatan yang ingin ditambahkan. (5) Mulai berkreasi. Siapkan seluruh bahan yang sudah dikumpulkan. Mulailah menempelkan artikel dan gambar pada buku yang digunakan sebagai media scrapbook. Tempelkan sesuai rencana tata letak yang disusun. Tambahkan ornamen seperti bunga kering, kancing, pita, atau ornamen lain yang akan mempercantik scrapbook yang dibuat.

Baca juga:   Signifikansi TIK dalam Pembelajaran STEAM

Peserta didik tampak gembira dan menikmati kegiatan pembelajaran yang menyenangkan. Selanjutnya scrapbook yang sudah jadi dapat dipresentasikan di depan kelas secara bergantian. (pg3/ton)

Guru PPKn SMP Negeri 1 Andong, Boyolali

Populer

Lainnya