Kuatkan Pendidikan Karakter dengan Menggambar Karikatur Pahlawan Nasional

Oleh: Ria Irawan, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PENGUATAN Pendidikan Karakter yang terintegrasi dengan kurikulum 2013 sudah dikumandangkan sejak sebelum masa pandemi. Mengingat dalam kondisi saat ini guru harus berinovasi dalam penyampaian ke anak didik menurut karakter setiap mata pelajaran yang diampu. Pembelajaran jarak jauh bukan alasan untuk tidak menanamkan pendidikan karakter, justru pada saat inilah guru bisa mengintegrasikan melalui penyampaian atau tugas yang diberikan kepada peserta didik.

Karakter berasal dari bahasa Inggris (character) dan Yunani (character) yang berarti membuat tajam, membuat dalam. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) karakter diartikan sebagai sifat-sifat kejiwaan, etika atau budi pekerti yang membedakan individu dengan yang lain. Karakter bisa diartikan tabiat, perangai atau perbuatan yang selalu dilakukan (kebiasaan). Karakter juga diartikan watak atau sifat batin manusia yang mempengaruhi segenap pikiran dan tingkah laku. Dari uraian tersebut bisa kita pahami bahwa Penguatan Pendidikan Karakter untuk peserta didik merupakan suatu usaha mendidik anak untuk memiliki karakter yang baik dan mulia dalam hidupnya. Pada kesempatan ini penulis mengintegrasikan Penguatan Pendidikan karakter dengan mata pelajaran Seni Budaya pada materi menggambar ilustrasi khususnya gambar karikatur pada kelas VIII semester gasal di SMP Negeri 1 Warungasem.

Baca juga:   Penggunaan Metode Praktik dalam Pembelajaran TIK pada Materi SAC

Gambar Ilustrasi adalah gambar yang memperjelas ide cerita atau narasi. Jenis jenis gambar ilustrasi antara lain kartun, karikatur, komik, ilustrasi karya sastra, dan vignette. Penulis mengambil satu jenis gambar ilustrasi yaitu karikatur untuk pembelajaran yang terintegrasi dengan Penguatan Pendidikan Karakter. Karikatur menampilkan karakter yang dilebih-lebihkan, lucu, unik, terkadang mengandung kritikan dan sindiran. Objek gambar karikatur dalam hal ini diambil tokoh pahlawan nasional.Tokoh pahlawan nasional di Indonesia seperti Pangeran Diponegoro, Pattimura, Ir. Soekarno, Moh. Hatta dan masih banyak pahlawan-pahlawan lainnya.

Para pahlawan nasional tentunya mempunyai tauladan-tauladan yang bisa kita terapkan dalam kehipan saat ini, khususnya semnagat perjuangan untuk mencapai cita-cita luhur bangsa Indonesia. Melalui aktifitas menggambar karikatur pahlawan nasional peserta didik bisa menggambarkan secara karikatur dan meberikan latar belakang sesuai perjuangan pada saat itu. Dengan demikian anak-anak akan menghargai jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan bangsa ini.

Alat dan bahan yang digunakan dalam menggambar karikatur berupa media kering yaitu pensil, pensil warna, krayon, dan pena. Adapun media basah yaitu cat air, cat minyak, dan tinta. Selain perlatan tersebut juga perlu gambar tokoh pahlawan yang dijadikan obyek karikatur. Langkah-langkah menggambar karikatur pahlawan nasional: menyiapkan gambar pahlawan nasional sesuai idenya, mengamati obyek, membuat skets, menentukan teknik, mendetailkan dan mewarnai, penyelesaian akhir. Titik berat pada gambar karikatur adalah kesamaan karakter wajah yang digambar. Pemberian latar belakang pada masa perjuangan pahlawan yang dijadikan obyek karikatur, sehingga susana perjuangan akan sangat jelas melalui gambar karikatur ini.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa dengan Strategi True or False

Menggambar karikatur pahlawan nasional ini merupakan salah satu media yang bisa diterapkan untuk mengingat kembali nilai-nilai perjuangan bangsa. Hasil karya peserta didik yang bisa menikmati setiap proses menggambar karikatur menghasilkan gambar karikatur pahlawan nasional yang menarik dan heroik sesuai latar belakang perjuangan. Secara keseluruhan hasil karya siswa sudah memenuhi harapan. Penguatan pendidikan karakter dalam menggambar karikatur gambar pahlawan bisa dialami secara langsung oleh peserta didik. Melalui proses menggambar itu sendiri merupakan sebuah bentuk nilai karakter yaitu sebuah tanggung jawab dan perjuangan peserta didik untuk mencapai hasil karya yang baik. Seperti yang diterapkan di SMPN 1 Warungasem. (gb1/zal)

Guru Seni Budaya SMPN 1 Warungasem

Populer

Lainnya