Tingkatkan Percaya Diri melalui Layanan BKp Teknik Diskusi Kelompok

Oleh: Erna Kurniasih,S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PERCAYA diri penting artinya karena individu dapat memandang diri dan dunianya. Percaya diri dapat mempengaruhi perilaku individu dan juga tingkat kepuasan yang diperoleh dalam hidupnya. Setiap individu pasti memiliki rasa percaya diri tetapi mereka tidak tahu apakah percaya diri yang dimilikinya itu negative atau positif. Siswa yang percaya diri dalam bertanya dan menjawab pertanyaan berdampak pada kemampuan siswa dalam berinteraksi dikelas. Sebagai indikator peningkatan interaksi siswa di dalam kelas adalah siswa aktif saling berkomunikasi antar siswa dan guru baik secara lisan maupun tertulis dengan cara mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan memberikan gagasan sehingga siswa dapat berinteraksi di dalam kelas secara manual.

Merupakan suatu tantangan yaang sangat besar bagi para siswa untuk berkompetisi dalam meningkatkan kualitasnya sebagai seorang siswa. Tentunya bukan hanya siswa saja yang merasa mempunyai tanggung jawab untuk meningkatkan kualitas tersebut.

Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 5 Ulujami masih terdapat siswa-siswi yang belum memiliki percaya diri dalam berinteraksi di kelas sebagaimana yang diharapkan. Percaya diri yang rendah muncul, sehingga siswa tersebut tidak mampu menunjukan atau mengeluarkan kemampuan sesungguhnya secara optimal. Selain itu siswa tersebut tidak aktif dalam berkomunikasi antar siswa dan guru, baik lisan maupun tulisan. Mereka malu dalam mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan dan memberikan gagasan.

Baca juga:   Problem Based Learning Berbantuan Problem Card

Cara membangun percaya diri dapat mengadakan kegiatan yang memanfaatkan dinamika kelompok. Seperti yang dikemukakan oleh mungin (2005) “Bimbingan kelompok merupakan layanan bimbingan dan konseling yang diberikan kepada individu untuk membahas masalah atau topik umum secara luas dan mendalam yang bermanfaat bagi anggota kelompok “. Siswa yang mengikuti kegiatan bimbingan kelompok dapat seca langsung berlatih menciptakan dinamika kelompok. Yaitu berlatih berbicara, menanggapi, mendengarkan dan bertenggang rasa dalam suasana kelompok. Kegiatan ini merupakan tempat pengembangan diri dalam rangka belajar berinteraksi secara positif dan efektif dalam kelompok kecil. Dan dalam pelaksanaan bimbingan kelompok, siswa sebagai anggota kelompok akan bersama-sama membahas topik-topik masalah mengenai cara meningkatkan percaya diri dan menciptakan dinamika kelompok yang dapat dijadikan tempat untuk meningkatkan percaya diri. Diskusi kelompok adalah teknik bimbingan kelompok yang dilaksanakan dengan maksud agar para siswa anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk memecahkan masalah secara bersama-sama.

Tahapan bimbingan kelompok adalah tahapan pembentukan, peralihan, kegiatan dan pengakhiran. Pada tahap pembentukan, peralihan, kegiatan dan pengakhiran. Pada tahap pembentukan anggota kelompok sudah memahami suasana dalam bimbingan kelompok akrab dengan sesama kelompok dan pemimpin kelompok, serta melibatkan diri dalam kegiatan. Tahap peralihan anggota kelompok sudah siap dan bersemangat memasuki tahap yang selanjutnya. Di tahap kegiatan kelompok anggota kelompok berdiskusi untuk memecahkan masalah. Pada tahap pengakhiran anggota kelompok berani menyampaikan pendapat dan tidak ragu-ragu. Percaya diri siswa dalam berinteraksi di dalam kelas setelah diberikan layanan bimbingan kelompok mengalami peningkatan yang mencapai kategori cukup baik. Hal ini terlihat pada tingkah laku siswa yang sudah mulai percaya diri dalam berinteraksi di dalam kelas seperti mulai berani mengemukakan pendapat, dan tidak malu untuk tampil di depan kelas.

Baca juga:   Mengembangkan Literasi Meski di Masa Pandemi

Dari hasil penelitian tindakan yang telah dilaksanakan, maka dapat diambil kesimpulan bahwa layanan bimbingan kelompok yang dilakukan dapat meningkatkan percaya diri siswa dalam berinteraksi. Gambaran percaya diri siswa dalam berinteraksi di dalam kelas siswa sebelum dilaksanakan layanan bimbingan kelompok tergolong kurang baik. Tingkah laku yang kurang baik tersebut adalah memiliki percaya diri yang rendah dalam berinteraksi di dalam kelas seperti tidak mampu menunjukkan atau mengeluarkan kemampuan sesungguhnya secara optimal, tidak aktif berkomunikasi antar siswa dan guru secara lisan, malu mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, dan memberikan gagasan. (pg1/zal)

Guru SMPN 5 Ulujami, Pemalang.

Populer

Lainnya