Metode Picture and Picture Tingkatkan Belajar Pergaulan Sehat

Oleh : Rohma Kurnia Agung S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, BELAJAR adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melalui pengalaman. Pengalaman pembelajaran yang mengesankan dan mampu membuat siswa antusias dalam menggali pengetahuan sehingga timbul kreativitas adalah pembelajaran yang mengasyikan. Pembelajaran ini yang didesain oleh guru, meski tidak mempraktikkan. Sebagaimana yang dialami penulis di kelas X SMAN 1 Kesesi mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan (PJOK). Siswa kerap merasa bosan dalam pembelajaran di kelas.

Karena itulah, penulis menerapkan pembelajaran yang menarik dengan metode picture and picture pada materi Pergaulan Sehat. Tujuannya adalah menjelaskan tentang konsep pergaulan sehat, prinsip pergaulan sehat, pergaulan tidak sehat, dan dampak pergaulan tidak sehat dan menemukan jenis aktivitas fisik yang berdampak baik terhadap kesehatan, jenis penyakit yang disebabkan oleh kekurangan gerak, dan hubungan aktivitas fisik dengan kesehatan organ paru, jantung, dan peredaran darah.

Menurut Agus Suprijono (2009:110), model pembelajaran Picture and Picture adalah metode belajar yang menggunakan gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Pembelajaran ini memiliki ciri Aktif, Inovatif, Kreatif, dan Menyenangkan.

Prinsip dasar dalam model pembelajaran kooperatif Picture and Picture sebagai berikut, 1) setiap anggota kelompok bertanggung jawab atas segala sesuatu yang dikerjakan dalam kelompoknya, 2) setiap anggota kelompok harus mengetahui bahwa semua anggota kelompok mempunyai tujuan yang sama, 3) setiap anggota kelompok harus membagi tugas dan tanggung jawab yang sama di antara anggota kelompoknya, 4) setiap anggota kelompok akan dikenai evaluasi, setiap anggota kelompok berbagi kepemimpinan dan membutuhkan keterampilan untuk belajar bersama selama proses belajarnya, dan 5) setiap anggota kelompok akan diminta mempertanggungjawabkan secara individual materi yang ditangani dalam kelompok kooperatif.

Baca juga:   Pembelajaran PJOK Semakin Menarik dengan Video Animasi

Langkah–langkah model pembelajaran Picture and Picture dalam materi Pergaulan Sehat sebagai berikut, pertama, melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran, memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin, memberikan motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi pergaulan sehat. Lalu, guru menyampaikan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Langkah ini, guru diharapkan untuk menyampaikan apakah yang menjadi KD mata pelajaran yang bersangkutan. Kemudian, memberikan materi pengantar sebelum kegiatan. Penyajian materi harus didesain mengesankan dan menarik. Selanjutnya, guru menyediakan gambar-gambar yang akan digunakan yang berkaitan dengan pergaulan sehat.

Pada proses penyajian, bisa dalam bentuk gambar yang diprint, tampilan slide di LCD atau penayangan online melalui internet yang ditampilkan dengan LCD. Teknis penyajian disesuaikan dengan kondisi dan kesiapan sekolah. Dalam proses penyajian materi, guru mengajar siswa ikut terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan mengamati setiap gambar yang ditunjukan oleh guru atau oleh temannya. Setelah itu, guru menunjuk siswa secara bergilir untuk mengurutkan atau memasangkan gambar-gambar yang ada. Gambar-gambar yang sudah ada diminta oleh siswa untuk diurutkan, dibuat, atau dimodifikasi. Lalu, guru memberikan pertanyaan mengenai alasan siswa dalam menentukan urutan gambar. Lalu, guru memastikan bahwa siswa-siswa telah menguasai indikator yang telah ditetapkan. Terakhir, guru menyampaikan kesimpulan. Guru bersama siswa mengambil kesimpulan sebagai penguatan materi pergaulan sehat yang telah dilaksanakan.

Baca juga:   Belajar Asyik dengan Media Voice Notes WhatsApp

Model pembelajaran picture and picture pada pembelajaran materi pergaulan sehat. Penulis mendapatkan beberapa kelebihan yaitu materi yang diajarkan lebih terarah karena pada awal pembelajaran guru menjelaskan kompetensi yang harus dicapai dan materi secara singkat terlebih dahulu. Siswa lebih cepat menangkap materi ajar karena guru menunjukkan gambar-gambar mengenai materi yang dipelajari, dapat meningkat daya nalar atau daya pikir siswa karena siswa disuruh guru untuk menganalisa gambar yang ada, dapat meningkatkan tanggung jawab siswa, dan pembelajaran lebih berkesan, sebab siswa dapat mengamati langsung gambar yang telah dipersiapkan oleh guru. (ce3/ida)

Guru PJOK SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya