Meningkatkan Motivasi BDR dengan Ice Breaking

Oleh: Widodo Lestari, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Hampir satu tahun kita berhadapan dengan pandemi Covid-19. Segala kegiatan yang biasanya bebas dilakukan di mana saja, terpaksa dilakukan di rumah. Termasuk di dalamnya kegiatan belajar. Jika sebelum korona proses belajar mengajar dilakukan secara tatap muka, setelah pandemi Covid-19, proses pembelajaran dilakukan secara BDR (Belajar Di rumah Saja ) atau lebih dikenal dengan istilah PJJ atau Pembelajaran Jarak Jauh.

Proses belajar secara jarak jauh atau belajar di rumah saja ternyata banyak dikeluhkan oleh siswa dan guru. Berdasarkan hasil wawancara, siswa lebih tidak serius, terkadang hanya mengaktifkan WA grup kemudian ditinggal pergi, tidak aktif pada PJJ, tidak mengerjakan tugas dll. Sedangkan dari siswa mengatakan bahwa keadaan di rumah, antar-interaksi keluarga sering mengganggu pembelajaran.

Koneksi internet, masalah paket data, tugas lebih banyak daripada penjelasan, sulit untuk bertanya pada guru, penjelasan terasa terlalu susah, banyak godaan, kurangnya pergaulan, date line tugas yang tidak jelas dll. Permasalahan di atas tentu mengganggu kelancaran belajar, yang akhirnya menimbulkan siswa malas untuk belajar secara daring atau PJJ. Hal ini tentu akan berakibat tujuan pendidikan tidak akan tercapai.

Baca juga:   Strategi Pembelajaran HOTS pada Mata Pelajaran PPKn

Lalu bagaimana usaha kita sebagai guru supaya permasalahan di atas tidak menimbulkan kemalasan bagi siswa dan menurunkan motivasi belajar daring? Sebagai guru kita tetap wajib mengajar dalam situasi apapun, oleh karena itu jangan kuatir ada satu cara mengajar pada masa pandemi ini, yang mampu membuat motivasi siswa selalu meningkat yaitu dengan metode ice breaking. Apakah ice breaking itu. Ice breaking adalah permainan atau kegiatan yang berfungsi untuk mengubah suasana kebekuan dalam kelompok. Memang sebelum suatu acara berlangsung, untuk memecahkan kebekuan diawal acara diperlukan satu atau lebih ice breaking yang dipilih, yang mungkin bersifat spontan atau tanpa persiapan khusus (M. Said, 2011: 1).

Proses pembelajaran daring yang monoton akan cepat membosankan. Ketika pikiran tidak bisa terfokus lagi, maka dibutuhkan upaya pemusatan perhatian kembali, agar siswa memiliki rasa gembira pada saat mengikuti proses pembelajaran daring, akan memiliki kemampuan untuk memfokuskan pikiran dan terlibat secara aktif lebih lama dalam proses pembelajaran.

Dengan demikian sangatlah penting bagi guru untuk menguasai berbagai pembelajaran, salah satunya teknik ice breaking dalam upaya untuk terus menjaga “stamina” belajar para siswa dan meningkatkan motivasi belajar.

Baca juga:   Belajar dengan Mencari Pasangan

Adapun langkah teknik ice breaking dalam pembelajaran daring materi debat yaitu pertama , guru memberikan permainan dalam bentuk tebak kata dan gambar. Secara virtual guru menunjukkan gabungan gambar dan angka kepada siswa. Langkah ke dua siswa akan menebak kata apa yang terbentuk dari gabungan angka dan gambar.Begitu seterusnya beberapa menit. Setelah dirasa cukup. Pembelajaran bisa dilanjudkan. Apabila dirasa motivasi siswa siswa menurun kembali, maka guru mencari model ice breaking yang lain. Misalnya dengan teknik sambung cerita. Guru membuat cerita di sela-sela pelajaran tentunya dengan membuka kamera, kemudian siswa akan melanjutkan cerita kurang lebih 3-5 siswa. Jika dirasa cukup, guru bisa melanjudkan pelajaran kembali.

Jadi, kunci utama meningkatkan motivasi belajar daring, adalah memberikan rasa senang terlebih dahulu serta tidak merasa tertekan dalam belajar. Jika rasa senang itu sudah ada maka pikiran akan termotivasi dan mudah untuk diajak menyelesaikan masalah tertentu. Dengan demikian peserta didik menjadi lebih bersemangat untuk belajar lebih lanjut, dan meningkatkan hasil belajarnya. (lbs1/lis)

Guru Bahasa Indonesia MAN 4 Bantul, DIY

Populer

Lainnya