Mendorong Peserta Didik Gemar Membaca Cerpen

Oleh : Trimulyo, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Cerpen merupakan salah satu karya sastra yang digemari banyak kalangan. Pembaca akan disuguhi alur cerita yang tidak terlalu luas, alurnya biasanya simpel dan mudah dimengerti kandungan isi ceritanya. Dalam cerpen juga mengandung nilai-nilai moral yang pas dengan kehidupan. Karena pada dasarnya cerpen menggambarkan tentang kehidupan kita. Membaca karya yang berupa cerpen juga tidak membutuhkan waktu yang lama seperti membaca novel yang panjang ceritanya sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama.

Namun seiring perkembangan teknologi, budaya membaca buku menjadi tidak menarik karena tidak praktis lagi jika dibandingkan dengan melalui media online. Selain itu jika kita akan membaca buku juga harus mengeluarkan biaya untuk membelinya.

Lantas bagaimana cara untuk mengajak para peserta didik gema membaca, khususnya cerpen? Pertanyaan ini muncul karena masih ada peserta didik yang saat pembelajaran berlangsung menyia-nyiakan waktu. Hal ini sangat beralasan karena setelah ada pertanyaan “Sudah selesai membacanya?” Jawaban mereka bermacam-macam. Ada yang mengatakan sudah, ada yang mengatakan belum, ada juga yang diam tidak menjawab.

Ada beberapa kendala yang menyebabkan peserta didik malas membaca cerpen seperti yang diperintahkan guru. Penyebab tersebut antara lain adalah teks cerpen yang dirasa terlalu panjang sehingga capek. Cerpen yang dibaca tidak menarik ceritanya, dan mungkin mereka tidak menyukai materinya.

Baca juga:   Pembuatan Telur Asin sebagai Bekal Peserta Didik untuk Berwirausaha

Untuk itu guru harus mampu mendesain pembelajaran sesuai yang direncanakan. Ada beberapa langkah yang bisa ditempuh untuk mengajak peserta didik mau dan fokus membaca cerpen. Pertama, tanamkan kepada mereka dengan membaca cerpen ada manfaat yang bisa didapatkan. Seperti menghibur, menambah pengetahuan, menginspirasi dan juga bisa mengubah pola pikir setelah mengetahui ceritanya. Kedua, membaca cerpen jika dilakukan sungguh-sungguh tidak memerlukan waktu lama. Ketiga, pancing peserta didik dengan sinopsis yang menarik. Keempat sediakan bahan bacaan yang bervariasi. Kelima ajak menonton film pendek yang diangkat dari buku cerita.

Maka guru harus menjelaskan manfaat membaca kepada peserta didik dengan memberikan contoh nyata yang bisa membuat mereka tertarik kemudian membaca. Misalnya ada seseorang yang berhasil dari gemar membaca, orang tersebut mampu menuangkan gagasan dan idenya dalam bentuk karya yang bisa dipublikasikan.

Selanjutnya sesuai ciri cerpen, merupakan bacaan yang tidak terlalu panjang maka akan dapat habis dibaca dalam sekali duduk. Artinya cerpen merupakan cerita yang dapat dibaca dengan waktu singkat atau sebentar. Hal ini berbeda dengan novel yang memiliki konflik yang komplek sehingga memerlukan waktu yang lama. Karena novel menyajikan cerita yang konfliknya lebih dari satu. Sementara cerpen konflik yang dihadirkan hanya satu alias tunggal.

Baca juga:   Terampil Menulis Teks Eksposisi lewat Permainan ”Siapa Aku”

Agar peserta didik tertarik membaca cerpen perlu dipancing dengan memberikan gambaran singkat tentang cerpen yang akan dibacanya. Sampaikan sinopsis dengan menarik, ambil bagian-bagian yang akan disampaikan itu dengan menggunakan daya pikat dan ekspresif saat menyampaikan. Bisa juga sampaikan dengan bahasa atau kalimat yang dapat membuat mereka penasaran.

Sediakan bahan bacaan yang bervariasi agar peserta didik bisa memilih cerita yang akan dibacanya. Variasi bacaan cerpen bisa berupa buku-buku kumpulan cerpen, kliping cerpen atau kumpulan tugas-tugas dari peserta didik yang sudah disusun menjadi buku.

Untuk memikat agar mau membaca cerpen bisa dengan memberikan contoh tayangan film pendek yang diangkat dari cerpen. Guru menjelaskan, cerpen yang awalnya hanya sebuah teks bisa diangkat ke dalam film pendek. Dari penjelasan guru tentang film pendek ini bisa menarik peserta didik untuk gemar membaca.

Selain langkah itu, perlu dianalisis tentang bagaimana mengajak peserta didik dapat mengikuti pembelajaran membaca cerpen dengan antusias dan sungguh-sungguh. Metode-metode baru harus ditemukan untuk menyempurnakan metode-metode yang sudah ada, sehingga akan menjadi lebih baik dan bisa berdampak untuk peserta didik. (lbs1/lis)

Guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 3 Mranggen

Populer

Lainnya