Penguatan Guru dapat Membangkitkan Motivasi Belajar Siswa

Oleh : Dwi Jayanti Utami, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, TAHUN ajaran 2020/2021 telah di mulai Namun tahun ajaran saat ini suasana pembelajaran berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Sebab pada saat ini hampir di seluruh penjuru dunia termasuk Indonesia sedang dilanda wabah virus COVID 19. Praktis untuk kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilaksanakan secara tatap muka melainkan dengan secara daring atau belajar online.

Menurut Amongguru.com pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilakukan secara online, menggunakan aplikasi pembelajaran maupun jejaring sosial. Dapat juga dikatakan bahwa pembelajaran daring merupakan pembelajaran yang dilakukan tanpa melakukan tatap muka. Segala bentuk materi pembelajaran didistribusikan secara online komunikasi dan tes juga dilakukan secara online

Dalam belajar daring atau online kami mrnggunakan whatsapps, power point atau video pembelajaran yang berisi materi pelajaran. Sedangkan tugas kami sampaikan juga secara daring. Tetapi siswa kelas 9 E SMP Negeri I Andong yang mau mengerjakan tugas mata pelajaran IPS masih 35% dari jumlah keseluruhan siswa di dalam kelas. Ini menunjukkan bahwa motivasi siswa untuk menyelesaikan tugas tergolong rendah.

Menurut Winkel (2003) dalam Puspitasari (2012) pengertian motivasi belaajar adalah segala usaha di dalam diri sendiri yang menimbulkan kegiatan belajar, dan menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar serta memberi arah pada kegiatan-kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki tercapai.

Baca juga:   Dongkrak Hasil Belajar PPKn melalui Active Learning Berbasis Aplikasi Microsoft Teams

Pada dasarnya motivasi belajar siswa dapat tumbuh dan berkembang melalui 2 jalan. Pertama motivasi berasal dari dalam individu itu sendiri disebut motivasi instrinsik. Artinya motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu sendiri tanpa ada paksaan dan dorongan dari orang lain, tetapi atas kemauan semdiri missal : siswa belajar karena ingin menjadi orang yang terdidik dan pandai. Yang kedua motivasi ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul akibat pengaruh dari luar individu apakah karena ajakan, suruhan atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau belajar.

Kemudian kami berfikir mengapa motivasi siswa untuk menyelesaikan tugas IPS tergolong rendah. Apa yang menjadi penyebab motivasi siswa sangatlah rendah? Kami mulai mengidentifikasi penyebab rendahnya motivasi siswa untuk menyelesaikan tugas IPS. Beberapa factor yang dapat kami temukan antara lain : kurang gregetnya siswa untuk menyelesaikam tugas. Siswa tidak ada semangat untuk segera menyelesaikan tugas.

Kami berupaya untuk mencari cara menumbuhkan motivasi siswa kelas 9 e. Yang kami lakukan yaitu memberikan penguatan kepada siswa yang telah menyelesaikan tugas. Bagaimanapun hasilnya kami berusaha untuk memberikan respon yang positif. Menurut Barnawi dan Muhammad Arifin (2012) penguatan adalah respon positif dalam pembelajaran yang diberikan guru terhadap perilsku peserta diik yang positif dengan tujuan mempertahankan dan meningkatkan perilaku tersebut. Karena saat ini pembelajaran daring, maka penguatan yang kami lakukan juga secara daring misal : dengan emoticon jempol, tepuk tangan, piala atau dengan kata-kata baik, bagus, oke, sip pada setiap siswa mengirimkan tugas.

Baca juga:   Menyajikan Berita Lebih Menarik dengan Aplikasi Canva

Terbukti dengan adanya penguatan guru siswa menjadi lebih termotivasi karena merasa dihargai pada saat mengirimkan hasil karyanya. Jumlah siswa kelas 9 e yang menyelesaikan tugas IPS meningkat menjadi 98%.

Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa penguatan guru dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Harapan kami dengan penguatan guru siswa merasa dihargai, sehingga siswa akan termotivasi untuk segera menyelesaikan tugas tepat sesuai waktu yang telah ditentukan oleh bapak atau ibu guru. (pg1/zal)

Guru IPS SMPN I Andong, Boyolali

Populer

Lainnya