Serunya Mendongeng dengan Celemek Ajaib “Simsalabim”

Oleh : Eny Yuliana S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Tidak peduli seberapapun kemampuan anda saat ini, selama anda bisa berbicara maka anda akan dapat mendongeng. Menurut Sayy (2016:1), mendongeng atau bercerita adalah kebudayaan lisan yang sama tuanya dengan usia manusia. Ilmu pengetahuan berkembang dan menyebar pada mulanya melalui tradisi lisan.

Menurut Hendri (2013:47), manfaat mendongeng di antaranya mengasah otak kanan siswa dan jembatan komunikasi yang efektif bagi guru dan siswa. Otak manusia sangat luar bisa. Dalam buku otak kanan manusia, Daniel H Pink menjelaskan, otak manusia terdiri atas 100 miliar sel, yang setiap selnya berhubungan dengan komunikasi sampai dengan 10.000 koleganya.

Permasalahan materi mendongeng pada kelas 1 SDN Winduaji, kurang diterima siswa dengan baik. Akibatnya banyak siswa lebih memilih main di pojokkan, mainan bolpoin dan lainnya. Kaitan dengan materi di atas, penulis berusaha instrospeksi diri dengan mengubah pembelajaran.

Di sisi lain, dongeng juga bisa digunakan sebagai jembatan komunikasi yang efektif bagi guru dan siswa. Ketika siswa menyimak dongeng yang disampaikan, maka disitulah pikiran siswa akan mengikuti alur dongeng. Kemudian mulailah muncul beberapa pertanyaan terhadap isi dongeng, bahkan mereka berkomentar. Tak jarang masih dijumpai siswa yang kurang menyimak sampai akhir. Ini karena

Baca juga:   Belajar Rangkaian Listrik Sederhana melalui Model PjBL

metode mendongengnya kurang menarik dan monoton.
Otak dibagi menjadi dua bagian yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berfungsi dalam perkembangan emosi, kreativitas, musik, imajinasi, fantasia, atau daya khayal. Dalam proses mengingat, otak kanan memiliki ingatan jangka panjang (long time memory). Sedangkan otak kiri lebih berfungsi dalam hal yang berhubungan dengan logika, matematik, angka-angka, bahasa, dan tulisan. Dalam proses mengingat, otak kiri cenderung memiliki ingatan jangka pendek (short time memory). Kedua otak tersebut sering dihubungkan dengan cara atau gaya belajar. Orang-orang yang sudah terbiasa menggunakan otak kiri cenderung mengedepankan fakta dan logika.

Untuk menyikapi siswa yang kurang fokus, penulis menerapkan metode mendongeng dengan menggunakan Clemek Ajaib yang menggunakan kata “Simsalabim.” Ini salah satu kata yang bisa menarik rasa penasaran siswa yang memudahkan guru menarik siswa untuk fokus. Langkah-langkahnya sebagai berikut, pertama, mencari judul apa yang sekiranya memancing rasa penasaran siswa. Kedua, hal yang paling utama yaitu membuat clemek ajaib sekreatif mungkin, tentunya dengan beberapa karakter yang berbentuk tiga dimensi. Dalam pembuatan media ini, semua ornamen tiga dimensi yang telah dibuat tidak ditempelkan permanen di atas clemek. Namun ada beberapa ornamen yang dipisah dan menambahkan perekat di belakang. Ketiga, guru memulai mendongeng di depan kelas dan berkeliling untuk meminta siswa menempelkan karakter yang diminta oleh alur dongeng. Keempat, guru menyuruh beberapa siswa untuk menirukan gerakan dan mengucapkan kata “Simsalabim.”

Baca juga:   Meningkatkan Hasil Belajar IPA melalui Metode Eksperimen

Populer

Lainnya