Menumbuhkan Minat Membaca sejak Usia Dini

Oleh : Wihartati, S.Pd.AUD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Sejauh ini masyarakat memahami membaca adalah kegiatan yang berhubungan dengan sekolah atau les. Banyak orang tua yang menyekolahkan anak atau menitipkan anak di lembaga bimbingan belajar untuk dapat membaca walaupun usia anak masih tergolong usia dini. Orang tua berharap besar agar nanti saat masuk pendidikan dasar, anak sudah bisa membaca dengan lancar. Hal ini yang selalu dituntut oleh orang tua murid pada lembaga Pendidikan Usia Dini ( PAUD).

Definisi anak usia dini yang dikemukan oleh NAEYC (National Assosiation Education for Young Chlidren) adalah sekelompok individu yang berada pada rentang usia antara 0 – 8 tahun. Di Indonesia pengertian anak usia dini ditujukan kepada anak yang berusia 0- 6 tahun, seperti dalam Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 1 ayat 14 yang menyatakan pendidikan anak usia dini adalah pendidikan yang diperuntukkan bagi anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.

Di era teknologi, anak lebih cenderung menyukai permainan game menggunakan HP Android. Anak bisa kuat berjam-jam untuk fokus dengan HP, tetapi untuk membaca cenderung malas. Padahal dengan membaca dapat meningkatkan pengetahuan, membuat anak lebih kaya perbendaharaan kosakata, memperlancar kemampuan berbicara, menambah motivasi, meningkatkan kreativitas dan dengan membaca akan mempengaruhi karakter anak. Sebaliknya, anak-anak yang kesehariannya hanya diisi dengan menonton televisi dan bermain game, mereka akan berpotensi besar tumbuh menjadi anak yang manja, egois dan individualis.

Baca juga:   Mari Bercerita.....

Sekarang ini banyak buku dari kain yang bergambar menarik, gambar kendaraan, binatang, buah yang didesain karakter anak yang dijual di toko online dan tentunya aman dan awet karena bisa dicuci kembali. Dengan diberikan mainan edukatif berbentuk buku , akan menjadikan anak familier dengan buku. Melatih balita menyukai buku, akan merangsang minat baca pada tahap perkembangan selanjutnya. Hal ini dapat dilakukan pada anak usia 1 tahun.

Memberikan pensil kepada anak usia 1-3 tahun untuk sekadar mencorat-coret buku adalah kegiatan yang menyenangkan. Berikan pensil yang berwarna warni untuk menulis, walaupun belum berbentuk huruf. Anak akan merasa senang dan puas dengan kemampuannya membuat tulisan abstrak atau berpura pura menulis.

Membacakan buku cerita sebelum tidur merupakakan kesukaan anak-anak. Selain dari cerita yang dibacakan dapat menyampaikan pesan dari cerita tentang moral dan perilaku, membacakan buku cerita akan merangsang keingin tahuan anak tentang tulisan. Anak mulai memahami adanya hubungan antara tulisan dengan gambar.

Menyediakan buku-buku anak di rak buku semacam perpustakaan di rumah. Dampingi anak saat membuka buku. Biasanya anak akan bertanya, ini bacanya apa. Orang tua harus sabar dalam memberikan jawaban ketika anak bertanya. Semakin orang tua memberikan jawaban yang menarik, akan membuat anak semakin ingin membaca.

Baca juga:   Belajar IPS lebih Antusias dengan Team Quiz

Anak usia 4-6 tahun sudah mulai mengenal huruf, bahkan ada yang sudah dapat membaca. Ajaklah anak mengunjungi toko buku atau perpustakaan. Berikan kesempatan kepada anak untuk memilih buku. Arahkan kepada anak untuk memilih buku yang sesuai dengan usianya. Kemudian bersama anak membaca isi dari buku yang dibeli dari toko ataupun dipinjam dari perpustakaan. Mintalah kepada anak untuk menceritakan kembali isi cerita yang ada dalam buku. Pengadaan fasilitas perpustakaan di sekolah juga akan meningkatkan minat baca pada anak.

Membaca merupakan kunci seseorang mendapatkan ilmu pengetahuan. Latihlah putra putri kita untuk gemar membaca. (pg1/ton)

Guru TK Negeri Pembina Bodeh, Kab. Pemalang

Populer

Lainnya