Asyiknya Belajar IPA di Rumah dengan Blended Learning

Oleh : Dian Santoso, S. Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Virus Covid-19 (Corona Virus diseases-19) merebak di hampir seluruh negara di dunia di penghujung tahun 2019. Hal ini menyebabkan banyak sekolah ditutup sehingga aktivitas belajar siswa harus dilaksanakan di rumah. SD Negeri 01 Gondang Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang merupakan salah satu sekolah yang harus melaksanakan pembelajaran dari rumah praktis sejak 16 Maret 2020.

Diperlukan metode pembelajaran yang sesuai untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada saat diberlakukannya pemeblajaran jarak jauh dengan sistem daring. Salah satu model pembelajaran yang dirasa cocok diterapkan adalah metode Blended Learning yaitu face to face learning dengan belajar tatap muka di rumah dengan mematuhi protokol kesehatan dan online learning dengan belajar secara online melalui LMS Google Classroom.

Blended Learning adalah suatu pembelajaran yang manggabungkan penerapan pembelajaran tatap muka di dalam kelas dengan pembelajaran online yang memanfaatkan teknologi informasi dan bersifat fleksibel (Syarif et al, 2012). Model Blended Learning dipadukan dengan media Google Classroom. Google classroom merupakan aplikasi multiplatform yang dapat digunakan oleh pengguna yang memiliki kelebihan yaitu membantu siswa agar tidak membuang waktu dan tetap terkendali, serta meningkatkan interaksi (Vicky dan putri, 2020).

Baca juga:   Lingkungan Makin Bersih dengan Gerpus

Pelaksanaan metode pembelajaran ini yang pertama adalah perencanaan kegiatan yang dilakukan meliputi identifikasi kebutuhan materi pembelajaran, identifikasi potensi dan masalah tentang kurangnya minat belajar, menentukan jalan keluar dan kegiatan yang akan dilakukan, dan membuat LMS Google classroom kegiatan pembelajaran tersebut (Indri,2020). Identifikasi potensi dari siswa – siswa kelas 4 yang akan mengikuti pembelajaran. Untuk membuktikan apakah materi tanpa metode Blended Bearning dapat diketahui, maka diadakan pretest dengan cara mengerjakan soal tes tertulis yang diberikan secara langsung kepada siswa. Materi yang diberikan mengambil materi IPA Kelas 4 yang mencakup kehidupan sehari-hari.

Kedua yaitu pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan bersama-sama oleh siswa untuk pengenalan metode blended learning dan guru. Pengenalan metode blended learning bagi siswa Kelas 6 tatap muka secara langsung dengan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu, memberikan penjelasan materi yang sebagian dijelaskan secara tatap muka. Materi yang dijelaskan berupa materi yang sulit untuk diterapkan secara online.

Ketiga yaitu monitoring dan evaluasi kegiatan. Dalam proses ini dilakukan melalui pembagian angket minat belajar kepada siswa. Monitoring dan evaluasi materi dilakukan menggunakan metode blended learning dengan diadakan post test dengan cara mengerjakan soal di LMS Google Classroom. Setelah melihat hasil pretest dan post test dapat diketahui peningkatan minat belajar dengan pendampingan belajar di rumah menggunakan metode blended learning. Evaluasi juga menggunakan angket minat belajar melalui google form sehingga dapat diketahui minat belajar setelah melakukan pembelajaran menggunakan model blended learning. Setelah siswa mengisi angket minat belajar didapatkan banyak respon yang positif.

Baca juga:   Metode Card Sort Tingkatkan Suasana Belajar Menyenangkan TaDik

Meskipun memiliki kekurangan dalam penerapannya, tapi berdasarkan hasil dari kegiatan pendampingan belajar yang telah dilakukan, terjadi peningkatan minat dan hasil belajar dengan metode pembelajaran blended learning menggunakan LMS Google Classroom pada siswa. Terbukti dengan adanya peningkatan nilai pretest dan post test, sehingga metode ini dapat direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran IPA ataun muatan pelajaran lain di masa pandemi ini. (pg1/ton)

Guru SDN 01 Gondang Kec. Taman Kab. Pemalang

Author

Populer

Lainnya