Asiknya Belajar Spider Web

Oleh: Yeni Yustiani, S.Pd.SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, STIMULASI berpikir kritis peserta didik kelas 6 khususnya di SDN 05 Kebondalem bisa dilatih melalui pengajaran muatan IPS. Kemampuan anak mengungkapkan gagasan terhadap sesuatu yang dilihat melalui kata-kata merupakan proses berpikir kritis anak. Disinilah tantangan guru Kelas harus mampu memperkenalkan dan mengajarkan muatan IPS dengan menyenangkan, sehingga peserta didik dapat menangkap ilmu sosial dengan baik. Disamping itu, guru juga harus dapat menstimulasi kemampuan berpikir kritis peserta didik sesuai tahap usianya. Hal itu dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran yang memancing keaktifan dan kreativitas peserta didik. Salah satu model pembelajaran tersebut adalah dengan model webbed.

Model webbed atau dikenal dengan spider web merupakan model pembelajaran yang berbasis tema. Model ini termasuk dalam pendekatan tematik. Model ini biasa diterapkan pada pembelajaran dengan memadukan multi disiplin ilmu atau memadukan beberapa mata pelajaran yang diikatkan dengan satu tema. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan model ini dalam satu mata pelajaran tertentu. Langkah awal dalam kegiatan pembelajaran dengan model ini adalah penentuan tema. Pemilihan tema dapat dilakukan dengan kesepakatan antara guru dengan peserta didik, atau dimunculkan dari guru kemudian peserta didik menentukan sub-sub temanya. Kemudian, peserta didik secara berkelompok membahas sub-sub tema tersebut sehingga mereka mendapatkan pengalaman belajar dan berperan aktif menemukan ilmu yang mereka pelajari sendiri.

Baca juga:   Mind Mapping Tingkatkan Pemahaman Materi Gagasan Pokok Teks

Model ini dapat digunakan ketika guru membahas interaksi manusia, misalnya dalam materi macam-macam interaksi manusia dengan lingkungan sekitar. Sebagai langkah awal guru menampilkan sebuah video tentang interaksi manusia. Setelah itu, peserta didik diminta mengamati dan menangkap hal-hal yang dideskripsikan video itu. Setelah itu, guru meminta masing-masing peserta didik untuk menghubungkan maju ke depan menuliskan ciri-ciri atau hal-hal yang dideskripsikan teks tersebut. Dari pembahasan itu peserta didik dapat memahami konsep teks deskripsi, pola kalimat yang digunakan, dan hal-hal yang dapat digambarkan dalam teks itu.

Setelah peserta didik memahami konsepnya, guru membagi peserta didik menjadi kelompok beranggotakan 3-4 anak. Setelah itu, guru menunjukkan beberapa gambar tokoh dalam bidang yang berbeda, seperti seni, ilmu pengetahuan, pendidikan, dll. Satu kelompok memilih salah satu gambar, kemudian berdiskusi dalam kelompok untuk membahas tokoh tersebut, menuliskan deskripsi yang mungkin dari tokoh tersebut sehingga menjadi sebuah teks deskripsi.

Populer

Lainnya