Jurus Jitu Mengajar Membaca dengan Metode Bunyi

Oleh : Titik Prasetyaningsih, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Orang tua kadang khawatir dengan kemampuan membaca anaknya yang terlambat diusia dini, terutama di kelas bawah yaitu kelas I. Persoalan ini terjawab dalam launching dan talkshow Buku Satu Bulan Lancar Membaca dengan Metode Bunyi yang digelar Sabtu siang (3/7/2010). Herlina Mustikasari, seorang ahli neurolinguistik sekaligus penulis buku tersebut membeberkan cara jitu mengajari anak membaca dengan metode bunyi.

Metode bunyi adalah metode pembelajaran membaca permulaan dengan menyuarakan huruf konsonan. Bunyi ini diletakkan di depan atau dibelakangnya. Dalam tata bahasa tradisional huruf konsonan disebut huruf mati. Misalnya huruf konsonan /b/ diucapkan /eb/ atau /be/, /ed/ atau /de/, /es/atau /es, /ek/atau /ka/, dll. Karena proses pengejaan ini metode bunyi disebut juga metode eja.

Metode bunyi dipilih oleh seorang guru setelah peserta didik mengenal abjad. Konsep dari metode bunyi adalah disuarakan, berbicara, dan mendengarkan. Pada metode ini memulai pengajarannya dengan mengenalkan huruf alphabet (a, b, c, d, e, dan seterusnya). Huruf-huruf tersebut dihafalkan dan dilafalkan anak sesuai bunyinya menurut abjad. Setelah melalui tahap ini, siswa diajak untuk berkenalan dengan suku kata dengan merangkai beberapa huruf yang sudah dikenalnya. Intinya membaca itu bisa menggabungkan bunyi dengan bunyi. Misal: m, a → ma (dibaca em. a → ma ), t, a → ta ( dibaca te, a → ta ), ma-ta dilafalkan mata. k, a→ ka (dibaca ka, a → ka ), k, i → ki (dibaca ka, i → ki ), ka- ki dilafalkan kaki.

Baca juga:   Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Matematika melalui Pembelajaran Kooperatif

Metode bunyi ini berdasarkan fonetik (ilmu yang mempelajari cara bunyi yang dihasilkan). Metode ini cenderung mudah dipelajari, sebab metode ini telah diteliti menggunakan seperangkat ilmu linguistik, pedagogik, dan psikologi. Secara bertahap anak dikenalkan pada huruf-huruf yang mudah dibunyikan, misalnya bunyi m,b, p, n, d, t dan lain-lainnya.

Pada KD 3.3 “ Menguraikan lambang bunyi vokal dan konsonan dalam bahasa Indonesia atau bahasa daerah”. Saya menerapkan metode bunyi untuk menyampaikan materi di KD tersebut, dan Alhamdulillah hasilnya cukup memuaskan. Kunci terpenting dalam mengajar anak membaca adalah suasana belajar yang menyenangkan dan menarik, tidak harus duduk manis menghadap buku, sambil bermainpun anak bisa belajar, yang penting kenali kondisi anak saat nyaman dan tidak bosan.

Sebagai guru kelas I di SDN Mlatiharjo 1, andalan saya dalam mengajari anak membaca adalah dengan menggunakan metode bunyi. Menurut saya, metode bunyi adalah satu-satuya metode yang tepat mengajar anak belajar membaca permulaan. Di samping itu peran orang tua sangatlah penting untuk membantu proses belajar anak.

Baca juga:   Tingkatkan Prestasi dan Semangat Belajar Siswa melalui Metode Drill

Anak-anak akan mampu membaca dan menulis jika ada keterlibatan orangtua atau guru pengajar. Inilah salah satu alasan, kemampuan baca-tulis (literasi) perlu diajarkan. Sebab kemampuan literasi tidak bisa spontan ada secara alamiah, harus ada keterlibatan orang lain.

Dengan demikian guru dapat menyampaikan pada orangtua anak jika mengalami kesulitan mengajari anak membaca, metode bunyilah yang paling ampuh supaya anak cepat bisa membaca. Keterlibatam orangtua sangat penting untuk kesuksesan anak. Orangtua dan guru harus saling bekerjasama demi kelancaran pendidikan putra-putri kita semua. (pg1/ton)

Guru kelas I SDN Mlatiharjo 1, Kec. Gajah, Kab. Demak

Populer

Lainnya