Belajar Jenis-Jenis Pekerjaan Lebih Seru melalui Ular Tangga

Oleh : Novi Astriana, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Materi jenis-jenis pekerjaan tercantum dalam kurikulum 2013 muatan IPS tema 4 Sub Tema 1 pembelajaran 1. Pada materi ini kompetensi yang diharapkan muncul adalah siswa mampu mengidentifikasi jenis-jenis pekerjaan yang berada di lingkungan sekitar mereka. Namun faktanya, seringkali siswa masih kebingungan untuk memahami, dikarenakan pada saat proses pembelajaran guru tidak mengunakan media pembelajaran.

Proses pembelajaran hanya mengunakan sumber buku tematik siswa dan guru. Guru hanya meminta siswa untuk membaca buku bersama-sama dalam kelompoknya secara bergantian, sedangkan sistem penilaiannya, guru hanya mengunakan soal-soal yang juga ada dibuku siswa. Dengan proses pembelajaran tersebut, menyebabkan siswa kurang antusias dan bosan pada saat proses pembelajaran. Siswa tidak memperhatikan pembelajaran guru. Untuk mengatasi permasalahan tersebut maka dibutuhkan media pembelajaran yang unik untuk menarik minat belajar siswa. Di SD Negeri 01 Rembul, guru kelas IV menggunakan metode yang seru yaitu melalui permainan ular tangga.

Permainan ular tangga merupakan permainan yang dilakukan oleh dua orang atau lebih dengan papan yang terdiri dari kotak-kotak kecil serta terdapat gambar tangga dan ular yang saling berhubungan satu sama lain (Tilong dalam Rohmatan, 2014: 2). Pada umumnya media ular tangga media ular tangga terdiri dari 30 kotak yang setiap kotak tertulis angka 1-30. Setiap baris selalu ada pengeco berupa tangga dan ular. Guru bisa memodifikasi ular tangga tersebut dengan materi berbagai jenis pekerjaan. Misalnya, disetiap dasar anak tangga serta ekor ular yang ditempati selalu ada gambar yang berkaitan dengan jenis pekerjaan. Ada kartu soal dan kartu jawaban yang berjumlah 20 dengan perincian kartu soal berjumlah 10 dan kartu jawab berjumlah 10. Media ular tangga juga dilengkapi dengan satu dadu dan empat bidak. Ada satu kotak yang digunakan sebagai wadah untuk mengocok dadu agar terhindar dari kecurangan.

Baca juga:   Aktifkan Siswa dengan Membangun Teamwork pada Pembelajaran IPS

Sama seperti permainan ular tangga pada umumnya, cara bermain metode ini sangat mudah, yakni siswa bisa melakukan hompimpa atau suit untuk menentukan siapa yang bermain terlebih dahulu. Selanjutnya pemain yang menang hompimpa atau suit tersebut dipersilahkan untuk memasukkan dadu ke dalam kotak dan dikocok lalu dituangkan keluar. Jika pada saat dadu keluar maka diperhatikan mata dadu yang terbuka ke atas. Pindahkan bidak sesuai dengan mata dadu yang ditunjukkan tersebut. Jika sudah berada di dasar tangga maka pemain wajib menjawab pertanyaan yang sudah disediakan. Pertanyaan bisa dibuat dengan mengaitkan materi yang dipelajari. Jika bisa menjawab maka diijinkan untuk menaiki tangga dan jika tidak maka pemain bermain seperti biasa atau tanpa menaiki tangga. Hal yang sama juga dilakukan saat tiba di bagian ekor ular yakni wajib menjawab pertanyaan. Jika sudah sampai pada puncak atau mencapai angka 30 maka pemain wajib menyebutkan masing-masing satu contoh jenis pekerjaan. Jika tidak bisa menyebutkan maka belum dianggap sebagai pemenang dan harus mundur sesuai dengan angka yang tertera pada mata dadu. Pemain dikatakan menang apabila sudah mencapai angka atau kotak ke 30 dan bisa menyebutkan contoh jenis-jenis pekerjaan.

Baca juga:   Penilaian Hafalan Yang Efektif di Masa Pandemi

Selain sangat familiar bagi siswa, permainan ini juga didesain dengan memberikan materi dan kuis sesuai disertai gambar yang menarik, sehingga siswa tidak merasa bosan. penggunaan media permainan ular tangga sangat bermanfaat untuk membantu siswa dalam kegiatan belajar sambil bermain, dan pada akhirnya siswa mudah memahami materi tema berbagai pekerjaan. (pg1/ton)

Guru SD Negeri 01 Rembul, Kec. Randudongkal, Kab. Pemalang.

Populer

Lainnya