Asyiknya Belajar Introducing Self dengan Metode Role Playing

Oleh : Sri Pujiyati S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN yang menggembirakan menjadi strategi jitu dalam memasukkan dan menjelaskan pemahaman ilmu pengetahuan kepada siswa. Untuk menciptakan pembelajaran yang menggembirakan ini, perlu adanya kreativitas dan kejelian guru dalam melihat potensi peserta didiknya. Meskipun dalam praktiknya sering tidak seperti yang direncanakan sebelumnya.

Seperti yang dialami penulis pada kelas VII SMPN 2 Wonopringgo, masih ada beberapa siswa yang bosan, mengantuk, dan acuh terhadap pembelajaran yang diikuti. Kondisi ini menjadi perhatian penulis untuk mencari solusi pembelajaran yang mengasyikan. Penulis menerapkan metode role playing dalam materi introducing self.

Endang Mulyatiningsih (2011: 236) menjelaskan bahwa metode role playing dalam penerapannya dilakukan dengan cara mengajak siswa menirukan suatu aktivitas di luar atau mendramatisasikan situasi, ide, maupun suatu karakter tertentu. Hamdani (2011:87) menjelaskan pembelajaran role playing yakni suatu metode menguasai suatu materi-materi pelajaran dengan mengembangkan imajinasi dan penghayatan peserta didik. Nurul Ramadhani Makarao (2009:121) menjelaskan bahwa role playing merupkan metode pembelajaran yang memfasilitasi peserta didik untuk bermain peran pada skenario tertentu. Peserta didik diberikan kartu peran (role card) untuk dipelajari kemudian dipraktikkan dalam suatu situasi permainan peran sesuai dengan skenario yang telah ditentukan sebelumnya.

Baca juga:   Belajar Sistem Ekskresi Lebih Menarik dengan Liveworksheet

Materi pembelajaran introducing self pada mata pelajaran bahasa Inggris kelas VII memuat kompetensi dasar pada ranah kognitif mengidentifikasi fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, pendek, dan sederhana sesuai dengan konteks penggunaannya. Pada ranah psikomotor menyusun teks interaksi transaksional lisan dan tulis sangat pendek dan sederhana yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi terkait jati diri, pendek dan sederhana, dengan memperhatikan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan yang benar dan sesuai konteks.

Adapun langkah yang perlu dilakukan guru ketika menerapkan metode role playing pada materi pembelajaran introducing self sebagai berikut, pertama, guru melakukan apersepsi dan memberi motivasi pembelajaran dengan mencontohkan dirinya memperkenalkan diri di depan siswa–siswanya dan menyampaikan penjelasannya bahwa itu sebagai contoh memperkenalkan diri. Kemudian guru menyiapkan dan menjelaskan susunan skenario memperkenalkan jati diri, lalu siswa diminta menghafalkan dan mempraktikkan sesuai kondisi dan tokoh yang ada di dalam skenario tersebut. Lalu, guru membentuk siswa dalam kelompok–kelompok. Guru memberikan penjelasan pada siswa tentang kriteria penilaian dan kompetensi–kompetensi yang ingin dicapai. Kemudian, guru memanggil siswa berdasarkan undian untuk memainkan peran sesuai dengan skenario yang telah disiapkan oleh guru. Masing–masing siswa berada dalam kelompoknya, kemudian siswa tersebut melakukan pengamatan pada siswa yang sedang memperagakan skenarionya. Guru meminta masing–masing kelompok untuk menyusun dan menyampaikan hasil kesimpulan berdasarkan skenario yang dimainkan oleh kelompok yang lain. Pada langkah terakhir, guru memberikan kesimpulan dari kegiatan role playing yang dilakukan bersama siswa.

Baca juga:   Mengatasi Masalah Siswa di Sekolah melalui Layanan Bimbingan dan Konseling

Penggunaan metode role playing atau bermain peran memiliki beberapa kelebihan yaitu, permainan yang diperankan sendiri, membantu dalam memahami masalah–masalah yang sedang dihadapi dan dapat menempatkan dirinya sendiri seperti watak dari karakter yang dimainkan itu. Mampu merasakan perasaan yang dialami oleh orang lain. Hal tersebut mampu menumbuhkan sikap saling memperhatikan orang lain. (pg1/ida)

Guru Bahasa Inggris SMPN 2 Wonopringgo

Populer

Lainnya