Optimalisasi Google Form untuk Pembelajaran BTIK dengan Metode Make A Match

Oleh : Titik Setyaningsih, S.Kom

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pengetahuan TIK mempunyai peran penting dalam perkembangan intelektual, sosial, emosional dalam era milenial dan merupakan penunjang keberhasilan dalam mempelajari, memahami, mempraktikkan semua bidang studi. Pembelajaran BTIK di SMP Negeri 2 Pabelan Kabupaten Semarang dapat membantu peserta didik dalam menggunakan, memanfaatkan, mengoptimalkan fasilitas yang ada pada google form. Menurut Winardi (1996:363) optimalisasi adalah ukuran yang menyebabkan tercapainya tujuan.

Pembelajaran daring menurut Bilfaqih & Qomarudin (2015:1), “Pembelajaran daring merupakan program penyelenggaraan kelas pembelajaran dalam jaringan untuk menjangkau kelompok target yang lebih luas”. Kenyataannya dalam pelajaran BTIK pada materi mengidentifikasi ikon pokok dan fungsinya, masih banyak menemukan kesalahan, seperti peserta didik dalam menjelaskan fungsi ikon pokok masih terbalik-balik. Hal ini karena pembelajaran daring lebih ditekankan pada model mengajar dengan memberikan materi tipe file pdf, doc, sehingga peserta didik kurang terlibat. Pada kegiatan ini peserta didik cenderung hanya melihat, mencatat, memfoto, dan mengirimkan melalui whatshap guru. Kondisi seperti ini menyebabkan peserta didik kurang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran daring dan cenderung cepat bosan, sehingga berpengaruh pada hasil belajar yang belum mencapai KKM.

Baca juga:   Biografi Tokoh Perjuangan sebagai Alat Pengajaran IPS dalam Menumbuhkan Semangat Kebangsaan

Melihat kondisi seperti itu, perlu adanya pembelajaran alternatif yang berorientasi pada bagaimana peserta didik menemukan sendiri informasi, menghubungkan topik yang sudah dipelajari. Salah satu model pembelajaran yang digunakan adalah tipe make a match. Menurut Suyatno (2009:72) model make a match adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian peserta didik mencari pasangan kartunya. Nah, di sini penulis menyajikan solusi untuk menerapkan metode make a match pada pembelajaran daring dengan menu yang terdapat pada google form yaitu “Multiple Choice grid” atau petak kotak centang. Adapun langkah-langkah model pembelajaran make a match secara daring adalah guru menyiapkan materi dengan media flipbook kepada peserta didik untuk dipelajari di rumah. Guru menyiapkan beberapa soal melalui google form, kemudian mengatur pada menu multiple Choice grid atau petak kotak centang, menuliskan soal satu per satu pada baris. Kemudian menuliskan jawaban pada kolom, untuk jawaban dilebihi satu untuk digunakan sebagai pengecoh. Misalnya kita akan membuat 10 soal lalu untuk jawabannya kita sediakan 11 jawaban, kemudian klik tombol setelan jadikan kuis, klik tombol simpan, langkah terakhir klik tombol kirim. Selanjutnya link tersebut dikirimkan melalui group whatsapp kelas atau classroom. Peserta didik untuk menjawab klik link google form yang dikirimkan melalui group whatsapp kelas atau classroom. Kemudian memasangkan antara pertanyaan dan jawaban. Langkah akhir klik tombol kirim untuk memperoleh nilai secara otomatis. Berdasarkan tanggapan peserta didik dengan menerapkan model make a match secara daring yang dilaksanakan di SMP Negeri 2 Pabelan, mereka berpendapat bahwa metode ini menarik, mudah diakses, dapat mengukur tingkat pemahaman dalam mempelajari materi, mengasah otak untuk berfikir, dan sangat efektif.

Baca juga:   Menceritakan Kembali Isi Fabel Lebih Menyenangkan dengan Teknik Berantai

Populer

Lainnya