Meningkatnya Kemampuan Berbicara Siswa dengan Teknik Deletion

Oleh : Dyah Praptiningsih, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Inggris di era sekarang merupakan salah satu kebutuhan penting yang harus dimiliki generasai muda khususnya pelajar. Bahkan Tsui dan Tollefson (2007) menambahkan jika ingin mengakses ilmu pengetahuan dan teknologi, harus memiliki pemahaman tentang penggunaan bahasa Inggris. Kemampuan bahasa Inggris seseorang salah satunya dapat diukur dari kemampuan berbicaranya. Tahir (2015) menyatakan seseorang dianggap sukses mempelajari sebuah bahasa asing ketika mereka mampu menggunakan bahasa tersebut dalam berbicara.

Dari perspektif dunia pendidikan khususnya di sekolah, siswa dituntut mampu berkomunikasi menggunakan bahasa Inggris dalam mengutarakan pendapatnya. Tuntutan tersebut sebenarnya sudah tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan. Salah satu tujuan pembelaran di SMP adalah mengembangkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris. Tujuan tersebut dalam Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan dinyatakan dengan istilah kompetensi dasar. Kompetensi Dasar Pembelajaran Bahasa Inggris di SMP/MTs adalah memahami makna dalam percakapan transaksional dan interpersonal sangat sederhana untuk berinteraksi dengan lingkungan terdekat.

Ketika kita mempelajari bahasa Inggris, kita mengenal empat komponen bahasa, seperti: mendengarkan, membaca, menulis, dan berbicara. Keempat komponen ini menjadi faktor utama dalam mengajarkan bahasa Inggris sebagai bahasa asing.
Dalam kenyataannya, kemampuan berbicara siswa belum sesuai harapan. Siswa belum mampu berkomunikasi walaupun dalam bahasa Inggris yang sangat sederhana.

Baca juga:   Modul Sebuah Alternatif dalam PJJ Bahasa Inggris

Keadaan kelas pada jam bahasa Inggris yang seharusnya ramai dengan praktik berbicara malah sunyi dan membosankan. Kurangnya minat siswa dalam belajar bahasa Inggris karena dianggap susah dan tidak penting menambah tidak hidupnya suasana pembelajaran yang efektif di dalam kelas.

Padahal di lain pihak, kurikulum mengisyaratkan siswa yang telah menamatkan jenjang pendidikan setingkat SMP harus mampu menyampaikan ide, pendapat, ataupun tanggapan terhadap suatu masalah dalam bahasa Inggris yang sederhana. Hal inilah yang penulis temukan di SMP negeri 4 Sragi, Kabupaten Pekalongan.

Penyebab rendahnya kemampuan berbicara bahasa Inggris menurut penulis dipengaruhi oleh empat faktor. Pertama, siswa pada saat di sekolah dasar kebanyakan belum mendapatkan pelajaran bahasa Inggris, sehingga sulit bagi siswa untuk mampu berbicara bahasa Inggris dengan baik. Kedua, kurangnya praktik yang dilakukan baik di sekolah ataupun di rumah yang menyebabkan pengucapan yang kurang tepat. Ketiga, penggunaan metode yang kurang tepat dalam proses pembelajaran bahasa Inggris. Keempat, adanya anggapan dari siswa bahwa berbicara dalam bahasa Inggris merupakan sesuatu yang sulit karena tidak ditemui dalam lingkungannya. Di antara beberapa faktor tersebut, menurut penulis penggunaan metode yang kurang tepat menjadi poin utama, oleh karena itu penulis mencoba menerapkan metode teknik close (deletion) atau kelesapan.

Baca juga:   Belajar Bahasa Inggris Menyenangkan dengan Kuis (Cerdas Cermat)

Teknik close (deletion) atau kelesapan adalah suatu cara penyajian untuk melatih siswa berani berbicara dengan menghilangkan atau melesapkan kata dalam sebuah wacana atau cerita atau gambar (Santoso, 2003).

Langkah-langkah yang bisa dilakukan guru dalam teknik close ini adalah siswa menerima wacana yang telah dilepaskan. Dalam waktu tertentu, siswa melengkapi wacana yang telah diterima dengan kata-kata dari siswa, dalam hal ini siswa dibantu dengan penggunaan gambar atau poster. Tujuannya untuk membangkitkan imajinasi kreatif siswa. Siswa ditugaskan membacakan wacana dengan menggantikan kata yang hilang dengan katanya sendiri.

Hasil setelah penggunaan teknik close (deletion) ini menunjukkan teknik close ini dapat meningkatkan kemampuan siswa SMP Negeri 4 Sragi Kabupaten Pekalongan dalam kemampuan berbicara. Hal ini dapat terlihat dengan penggunaan teknik close ini siswa terlihat lebih bersungguh-sungguh dan aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dan tumbuh percaya diri. Siswa mulai berani menyampaikan ide, pendapat, ataupun tanggapan terhadap suatu masalah dalam bahasa Inggris yang sederhana. Suasana pembelajaran dan kelas pun terasa lebih hidup dan pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan efektif. (ti1/lis)

Guru Bahasa Inggris SMP Negeri 4 Sragi

Populer

Lainnya