Strategi Experiential Learning Menambah Belajar semakin Percaya Diri

Oleh :Siti Khasanah, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, SALAH satu upaya untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah dengan cara melalui perbaikan proses pengajaran. Dimana didalamnya terdapat kegiatan belajar dan mengajar. Berbagai konsep dan wawasan baru tentang proses belajar mengajar telah muncul dan berkembang seiring pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan tujuan untuk memenuhi tuntutan zaman yang menuntut agar tercipta anak didik yang mampu memebawa zaman ini lebih baik lagi, lebih maju dan berkembang dari pada zaman yang telah lalu dan zaman sekarang dan mampu mengembangkannya.

Guru sebagai subjek dalam membuat perencanaan pembelajaran harus dapat menyusun berbagai program pengajaran sesuai pendekatan dan metode yang akan digunakan. Dalam konteks desentralisasi pendidikan seiring perwujudan pemerataan hasil pendidikan yang bermutu. Sedangkan yang dialami peserta didik SDN 02 Mesoyi Talun adalah banyak ada yang membolos dengan alasan bosan mengikuti pembelajaran. Dan siswa yang masih menetap di dalam kelas tidak semangat untuk belajar.

Kemudian penulis menerapkan strategi Experiential Learning, menurut David Kolb (dalam Fathurrohman 2015: 128) mendefinisikan “belajar sebagai “proses bagaimana pengetahuan diciptakan melalui perubahan bentuk pengalaman”. Pengetahuan diakibatkan oleh kombinasi pemahaman dan mentrasnformasikan pengalaman. Fathurrohman (2015: 129) menyatakan bahwa “Experiential Learning adalah proses belajar, proses perubahan yang menggunakan pengalaman sebagai media belajar atau pembelajaran bukan hanya materi yang bersumber dari buku atau pendidik”. Pembelajaran yang dilakukan melalui refleksi dan juga melalui suatu proses pembuatan makna dari pengalaman langsung. Belajar dari pengalaman mencakup keterkaitan antara berbuat dan berpikir. Experiential Learning sebagai metode yang membantu pendidik dalam mengaitkan isi materi pelajaran dengan keadaan dunia nyata, sehingga dengan pengalaman nyata tersebut siswa dapat mengingat dan memahami informasi yang didapatkan dalam pendidikan sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

Baca juga:   Crossword Puzzle Mudahkan Peserta Didik Belajar Kosakata

Langkah-Langkah Model Pembelajaran Experiental Learning menurut Hamalik (dalam Fathurrohman 2015: 136-137), mengungkapkan beberapa hal yang harus diperhatikan dalam model pembelajaran experiental learning adalah sebagai berikut : Pertama, Guru merumuskan secara saksama suatu rencana pengalaman belajar yang bersifat terbuka (open minded) mengenai hasil yang potensial atau memiliki seperangkap hasil-hasil tertentu. Kedua, Guru harus bisa memberikan rangsangan dan motivasi pengenalan terhadap pengalaman. Ketiga, Siswa dapat bekerja secara individual atau bekerja dalam kelompok- kelompok kecil atau keseluruhan kelompok di dalam belajar berdasarkan pengalaman. Keempat, Para siswa ditempatkan didalam situasi-situasi nyata pemecahan masalah. Kelima, Siswa aktif berpartisipasi didalam pengalaman yang tersedia, membuat keputusan sendiri, menerima konsekuensi berdasarkan keputusan tersebut. Keenam, Keseluruhan kelas menyajikan pengalaman yang telah dipelajari sehubung dengan mata ajaran tersebut untuk memperluas belajar dan pemahaman guru melaksanakan pertemuan yang membahas bermacam- macam pengalaman tersebut.
Pembelajaran dengan model Experiental Learning dapat mengembangkan dan meningkatkan rasa saling ketergantungan antar sesama anggota kelompok. Terbukti setelah penerapan model pada siswa kelas IV terutama dalam materi “Berhemat Energi” semakin tambah percaya diri dan memperlancar komunikasi antar sesama teman. (pg1/zal)

Baca juga:   Pembelajaran di Sekolah Pinggiran dalam Masa Pandemi

Guru SDN 02 Mesoyi, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya