Efektivitas Pembinaan Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kinerja Guru

Oleh : AH Muslimin, S.Ag.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Pembinaan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berasal dari kata “bina” yang diberi imbuhan “pem-an” menjadi pembinaan. Artinya, usaha tindakan dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna dan berhasil guna untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Berdasarkan rumusan tersebut di atas, pembinaan atau bimbingan yaitu kegiatan yang berupa bantuan yang diberikan kepada seseorang untuk memperbaiki, mempertahankandan memecahkan kesukaran kesukaran yang dihadapinya.

Kualitas kinerja guru dapat dilihat dan diukur berdasarkan spesifikasi atau kriteria kompetensi yang harus dimiliki oleh setiap guru. Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru. Dijelaskan bahwa standar kompetensi guru dikembangkan secara utuh dari 4 kompetensi utama, yaitu: kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Keempat Kompetensi tersebut terintegrasi dalam kinerja guru. Ada 10 kompetensi dasar yang harus dikuasai oleh seorang guru, meliputi: menguasai bahan, mengelola program pembelajaran, mengelola kelas, menggunakan media dan sumber belajar, menguasai landasan pendidikan, mengelola interaksi pembelajaran, menilai prestasi belajar siswa, mengenal fungsi dan layanan bimbingan dan penyuluhan, mengenal dan menyelenggarakan administrasi sekolah, memahami dan menapsirkan hasil penelitian guna keperluan pembelajaran.

Baca juga:   Model Explicit Instruction pada Materi Sistem Air Conditioner

Ruang lingkup pembinaan meliputi dua sub fungsi yaitu pengawasan (controlling) dan supervisi (supervising). Secara umum, persamaan antara pengawasan dan supervisi merupakan bagian dari kegiatan pembinaan sebagai fungsi manajeman. Sasarannya ialah staf bawahan atau para pelaksana program pendidikan. Pengawasan dan supervisi merupakan proses kegiatan yang sistematis dan berprogram. Hasil pengawasan dan supervisi digunakan untuk pelaksanaan dan pengembangan program atau kegiatan organisasi dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Konsep pembinaan kepala sekolah yang dilakukan di SMP Satu Atap Kaliombo Kabupaten Pekalongan meliputi tiga aspek, yaitu : Pertama, pembinaan yang mengarah kepada kelengkapan sarana dan prasarana karena setiap materi pembelajaran pasti melibatkan media, alat kerja, maupun instrumen pengajaran. Kedua, aspek metodologis, maksudnya ialah pembinaan yang menekankan cara-cara pengajaran yang sesuai dengan tuntutan kurikulum dan kearifan lokal, meskipun metode pembelajaran sangat banyak, pada aplikasinya akan menemukan kendala. Kendala teknis, misalnya dalam menghadapi siswa yang nakal. Ketiga, pembinaan peningkatan mutu dan pengadministrasiannya. Hal ini dimaksudkan untuk selain menunjang kinerja guru juga menjaga ketertiban administrasi. Perangkat atau instrumen yang digunakan dalam pembinaan ialah adakalanya bersifat angket, atau juga interview. Namun yang dominan ialah interview hal ini bertujuan selain fleksibel juga lebih kesederhanaan.

Baca juga:   Tingkatkan Kepedulian Lingkungan dengan Proyek Poster Pemanasan Global

Populer

Lainnya