Mari Kenali Lambang Pancasila dengan Make a Match

Oleh : Nur Asiyah, S.Pd. SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Penyajian proses pembelajaran yang menyenangkan dan menarik seharusnya menjadi hak bagi peserta didik. Guru memiliki tanggung jawab untuk merencanakan proses pembelajaran sebelum pelaksanaan secara tepat. Jika perencanaan pembelajaran terkesan seadanya, bahkan cenderung teacher centered, akan dapat mengakibatkan pelaksanaan proses pembelajaran menjadi membosankan.

Oleh karena itu perlu dirumuskan dan diformulasikan penggunaan model pembelajaran yang tepat, agar siswa dapat memahami dan tidak merasa bosan selama proses pembelajaran. Memang tidak dapat dipungkiri bahwa pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah. Akibatnya, siswa tidak mendapatkan ruang untuk berinteraksi kepada guru maupun kepada siswa yang lain.

Hal tersebut jelas tidak sesuai dengan karakteristik proses pembelajaran yang memberikan kenyamanan. Akibatnya, hasil belajar siswa menjadi rendah dan jelek. Hasil belajar siswa yang rendah bisa dijadikan sebagai salah satu indikator bahwa guru belum berhasil dalam melaksanakan proses pembelajaran. Model pembelajaran kooperatif yang menghibur dan menyenangkan perlu dihadirkan. Diantaranya adalah model pembelajaran make a match atau mencari pasangan.

Tarmizi dalam Novia (2015: 12) mengungkapkan bahwa model pembelajaran make a match artinya siswa mencari pasangan setiap siswa mendapat sebuah kartu (bisa soal atau jawaban) lalu secepatnya mencari pasangan yang sesuai dengan kartu yang ia pegang. Anita Lie (2008: 56) turut menjelaskan bahwa model pembelajaran tipe make a match atau bertukar pasangan merupakan teknik belajar yang memberi kesempatan siswa untuk bekerja sama dengan orang lain. Teknik ini bisa digunakan dalam semua mata pelajaran dan untuk semua tingkatan usia anak didik.

Baca juga:   Optimalisasi Literasi Membaca dengan Gercatalis

Penulis sebagai guru SDN 01 Bubak Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan menerapkan model ini di kelas dua pada materi hubungan antara simbol dan sila-sila Pancasila dalam lambang negara Garuda Pancasila. Langkah-langkah dalam melaksanakan model make a match yaitu awalnya guru menjelaskan materi yang akan disampaikan, tujuan pembelajaran dan model pembelajaran yang akan digunakan. Kemudian guru sebagai fasilitator pendidikan menyiapkan beberapa kartu yang berisi beberapa konsep atau topik yang cocok untuk proses pembelajaran, sebaliknya satu bagian kartu soal dan bagian lainnya kartu jawaban. Guru membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok untuk melakukan kerjasama. Langkah selanjutnya guru memberikan kartu kepada setiap kelompok.

Tiap anggota kelompok memikirkan jawaban/soal dari kartu yang dipegang. Lalu setiap anggota kelompok mencari pasangan yang mempunyai kartu yang cocok dengan kartunya (soal jawaban). Setiap anggota kelompok yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin. Setelah satu babak kartu dikocok lagi agar tiap anggota kelompok mendapat kartu yang berbeda dari sebelumnya dan seterusnya. Pada akhir pembelajaran peserta didik diajak untuk membuat kesimpulan secara bersama dan ditutup dengan menyampaikan penguatan materi yang telah dibahas serta memberikan evaluasi. Terjadi peningkatan minat dan motivasi peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran dengan menggunakan model make a match. (ti1/lis)

Baca juga:   Model Pembelajaran TPS Memudahkan Materi Matematika Pecahan

Guru SDN 01 Bubak Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya