Menulis Procedure Text dengan Teknik Picture and Picture

Oleh: Sukesmi, S.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Procedure text adalah teks yang memberi informasi kepada pembaca tentang bagaimana cara membuat dan atau melakukan sesuatu sesuai dengan urutan tertentu. Procedure text memiliki struktur teks yang terdiri atas goal, materials/ingredients, dan sequence of steps (Knapp, 2005).

Goal adalah judul yang sekaligus menjadi tujuan teks. Materials atau ingredients adalah bahan–bahan dan kadang disertai alat yang digunakan. Sequence of steps merupakan langkah-langkah atau proses. Bagian steps inilah yang menjadi inti atau wajib ada dalam suatu procedure text, karena tidak semua procedure text mencantumkan goal dan materials. Dalam hal itu, kadang goal dan materials disebutkan langsung dalam steps. Artinya, pembaca menyimpulkan sendiri apa goal dan materialnya. Contoh procedure text yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari adalah resep makanan atau minuman, serta manual.

Unsur kebahasaan pocedure text yang pertama yaitu menggunakan simple present tense. Kedua, menggunakan temporal conjunction/adverb of sequence, yaitu kata hubung atau kata keterangan waktu. Misalnya, first, second, next, after that, dan lain-lain. Ketiga yaitu imperative atau kalimat perintah. Yang terakhir yaitu action verb atau kata kerja aktif. Misalnya; add, cut, fry, pour, dan lain-lain.

Di SMP Satu Atap Brengkolang, penulis menggunakan teknik picture and picture untuk mengajarkan materi procedure text.

Baca juga:   Tingkatkan Percaya Diri melalui Layanan BKp Teknik Diskusi Kelompok

Menurut Suyatno (2009), teknik picture and picture adalah suatu teknik belajar yang menggunakan gambar dan dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis. Picture and picture merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif.

Dalam pembelajaran yang menggunakan teknik picture and picture, guru menggunakan alat bantu media gambar untuk menerangkan sebuah materi. Dengan media tersebut diharapkan siswa mampu mengikuti pelajaran dengan fokus yang lebih baik. Gambar yang digunakan sebagai media adalah gambar yang baik, jelas, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Dalam menerapkan teknik picture and picture untuk pembelajaran procedure text ini, guru membekali siswa dengan vocabulary terutama berfokus pada action verb dan imperative. Guru memberi penekanan dalam memahami procedure text, misalnya, kata cut tidak dipahami sebagai memotong, tetapi potong, kata fry bukan menggoreng, tetapi goreng, dan seterusnya.

Berikut ini adalah langkah-langkah pembelajaran procedure text dengan menggunakan teknik picture and picture. Pertama, guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai. Disampaikan pula indikator yang harus dipenuhi oleh siswa.

Kedua, guru menyajikan materi yang akan dipelajari siswa. Guru menunjukkan gambar-gambar yang berkaitan dengan materi sekaligus memberi kesempatan kepada siswa untuk mengamati gambar dan melakukan tanya jawab seputar materi. Misalnya, materi yang akan dipelajari adalah tentang cara membuat telur dadar. Maka gambar yang disediakan adalah bahan-bahan dan langkah-langkah membuat telur dadar.

Baca juga:   Asyik Berhitung KaBaTaKu Menggunakan Jarimatika

Ketiga, guru kemudian memanggil atau menunjuk siswa untuk maju ke depan kelas secara bergantian untuk memasang gambar di papan tulis menjadi urutan yang logis. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa alasan urutan dalam pemasangan gambar-gambar tersebut. Dari alasan-alasan itu akan diperoleh urutan yang logis sesuai yang dimaksud guru. Guru juga mengoreksi ataupun mengkonfirmasi jika urutan gambar tersebut sudah sesuai atau belum sambil menanamkan konsep materi dari kompetensi yang ingin dicapai. Guru berdiskusi bersama siswa sambil memberi penjelasan berkaitan dengan gambar-gambar yang telah dipasang sesuai urutan yang logis.

Setelah pemasangan gambar di papan tulis sesuai urutan logis, akan diperoleh rangkaian cara atau langkah membuat atau melakukan sesuatu dalam urutan yang benar. Guru menyampaikan konsekuensi logis bila urutan gambar tersebut tidak sesuai yaitu bahwa goal atau tujuan tidak akan tercapai. Misalnya, telur tidak akan matang atau menjadi gosong. Guru bersama siswa kemudian menarik kesimpulan dari kegiatan tersebut.

Untuk penilaian, guru meminta siswa membuat sebuah procedure text sangat sederhana dengan menggunakan bantuan gambar-gambar dari tema lain yang disediakan guru atau bisa dari sumber belajar lain yang ditemukan. (bp2/aro)

Guru SMP Satu Atap Brengkolang

Populer

Lainnya