Energi Listrik Berbasis Produk Lokal Brebes

Lufia Krismiyanti, M.Pd.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KULINER sate blengong dan kupat glabed khas Brebes cukup terkenal di daerah pantura. Bahan utama pembuatan sate ini adalah daging blengong, yaitu sejenis unggas hasil persilangan antara itik dan entok. Sate blengong disuguhkan dengan kuah santan pedas. Penjual sate blengong menggunakan 2-3 butir kelapa setiap hari dalam memproduksi kuah santan pedas sate blengong sementara air kelapa jarang dimanfaatkan.

Air kelapa merupakan cairan isotonik dan mengandung komposisi elektrolit, karena didalamnya terkandung ion-ion pembentuk elektrolit, seperti kalium (K+) dan Klorida (Cl-) yang akan membentuk KCl. KCl merupakan elektrolit kuat dan dapat menghantarkan listrik. Kadar kalium air kelapa tua lebih besar daripada air kelapa muda (AOAC dalam Ahlina, 2011).

Air kelapa sisa pengolahan sate blengong ini merupakan potensi lokal yang dimiliki oleh Kabupaten Brebes. Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai pengganti baterai karena kandungan elektrolitnya. Permasalahan yang menarik yaitu bagaimana proses pengolahan baterai air kelapa dan bagaimana pemanfaatan baterai air kelapa di lingkungan sekolah.

Air kelapa dapat diolah sebagai energi listrik berupa baterai melalui beberapa langkah, mulai dari pembuatan pasta jelly dari air kelapa, pembongkaran cangkang baterai bekas, pengisian pasta kedalam cangkang baterai bekas, pemasangan kutub positif baterai bekas dan pengukuran arus listrik baterai.

Baca juga:   Gabungan PTMT dengan PJJ dalam Pembelajaran Kimia

Langkah pertama yaitu memfermentasikan air kelapa untuk meningkatkan keasaman air kelapa sehingga diharapkan akan memiliki arus listrik yang lebih besar. Air kelapa segar memiliki PH 6 sedangkan air kelapa yang telah difermentasikan selama 7 hari memiliki PH 3. Penggunaan serbuk jelly sebagai campuran pembuatan pasta agar air kelapa dapat digunakan sebagai pengganti baterai secara lebih mudah karena bentuknya padat. Dalam pasta jelly masih terdapat air sehingga diperkirakan mampu menghantarkan arus listrik pada baterai.

Air kelapa mempunyai potensi menjadi bahan dasar pembuatan baterai ramah lingkungan karena mengandung mineral yang berfungsi sebagai elektrolit (pengganti pasta pada baterai). Elektrolit adalah suatu zat yang larut atau terurai kedalam bentuk ion-ion dan selanjutnya larutan menjadi konduktor elektrik. Ion-ion merupakan atom-atom bermuatan elektrik. Elektrolit bisa berupa air, asam, basa atau berupa senyawa kimia lainnya (Asih, et al. 2012). Elektrolit inilah yang nantinya akan menghasilkan arus listrik dalam baterai. Menurut Sutikno (2008), elektrolit dalam baterai bersifat asam, sehingga buah maupun cairan yang bersifat asam dapat menjadi elektrolit. Besi, fosfor dan kalsium yang terdapat dalam air kelapa merupakan komponen sel volta yang sifatnya mudah melepas elektron membentuk ion positif dalam elektrolit.

Baca juga:   Belajar Matematika di Rumah saja dengan PBA

Penggunaan tepung kanji sebagai bahan campuran pasta pernah dilakukan namun tidak berhasil membuat aliran listrik pada baterai. Ini dibuktikan dengan tidak bergeraknya jarum pada multitester. Cangkang baterai yang digunakan adalah baterai sisa kegiatan praktikum IPA yang tidak dimanfaatkan di sekolah.

Arus listrik yang dihasilkan baterai 1 sebesar 0,13 mA, baterai 2 sebesar 0,8 mA dan baterai rangkaian seri sebesar 0,46 mA. Ini membuktikan bahwa air kelapa mampu menghasilkan arus listrik namun belum dapat digunakan untuk menggerakkan jam dinding di sekolah maka masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk dapat menemukan komposisi yang tepat atau teknik yang lebih tepat dalam menciptakan baterai berbahan air kelapa. Seperti yang diterapkan di SMPN 1 Brebes. (ti1/zal)

Guru IPA SMPN 1 Brebes

Populer

Lainnya