Meningkatkan Keterampilan Menyimak dengan Model Pembelajaran Kooperatif

Oleh : Tugiyo, S.Pd.SD

spot_img

RADARSEMARANG.ID, KETERAMPILAN menyimak merupakan salah satu aspek dari keterampilan berbahasa. Menurut Tarigan (2006), menyimak merupakan proses yang mencakup kegiatan mendengar, mengidentifikasi, menginterpretasi bunyi bahasa, kemudian menilai hasil interpretasi makna dan menanggapi pesan yang tersirat di dalam wahana bahasa tersebut. Dengan menyimak seseorang akan mengetahui informasi yang disampaikan oleh orang lain secara akurat. Diharapkan dengan menyimak yang baik, seseorang akan dapat menyampaikan informasi secara baik pula.

Namun kenyataannya, keterampilan menyimak masih dianggap remeh oleh sebagian orang. Hal itu juga terjadi di SD Negeri 01 Werdi Kecamatan Wonokerto Kabupaten Pekalongan. Pada pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Unsur Instrinsik Cerita Rakyat, banyak siswa yang mengantuk dan merasa bosan ketika menyimak cerita rakyat yang disampaikan secara lisan oleh guru. Oleh karena itu, perlu dicarikan solusinya agar pembelajaran Keterampilan Menyimak pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Unsur Instrinsik Cerita Rakyat menjadi lebih menarik dan menyenangkan, agar hasilnya lebih baik dan meningkat secara signifikan.

Adapun alternatif tindakan untuk meningkatkan Keterampilan Menyimak, pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Unsur Instrinsik Cerita Rakyat, yaitu dengan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan media VCD, yang bertujuan untuk memotivasi agar siswa dapat menyimak dengan lebih baik. Karena, model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) dengan menggunakan media VCD ini, penulis anggap ampuh untuk meningkatkan performen guru dalam proses pembelajaran, hasil pembelajaran, dan perubahan aktivitas siswa.

Baca juga:   Dongkrak Motivasi Belajar Siswa melalui Media Berbasis Whiteboard Animation

Model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) adalah merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa sebagai alternatif struktur kelas tradisional. Model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together (NHT) pertama kali dikembangkan oleh Spencer Kagen (1993) untuk melibatkan lebih banyak siswa dalam menelaah yang mencakup dalam suatu pelajaran dan mengecek pemahaman mereka terhadap isi pelajaran tersebut (Trianto, 2007 : 62).

Numbered Heads Together (NHT) adalah metode belajar dengan cara setiap diberi nomor dan dibuat suatu kelompok, kemudian secara acak, guru memanggil nomor dari siswa (Hamdani, 2012 : 89). Ketika mengajukan pertanyaan kepada seluruh kelas, guru menggunakan struktur empat fase sebagai sintaks Numbered Heads Together (Triyanto, 2007 :62-63).
Kelebihan metode Numbered Heads Together (NHT) menurut Hamdani (2012:90), adalah : Pertama, siswa menjadi lebih siap. Kedua, siswa dapat melakukan diskusi dengan sungguh-sungguh. Ketiga, siswa yang pandai dapat mengajari siswa yang kurang pandai.

Sedangkan kelebihan Numbered Heads Together (NHT) menurut Huda (2011: 138), yaitu : Pertama, memberikan kesempatan kepada siswa untuk saling sharing ide-ide dan mempertimbangkan jawaban yang paling benar. Kedua, meningkatkan semangat kerjasama siswa. Ketiga, dapat digunakan untuk semua pelajaran dan tingkatan kelas.

Baca juga:   Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik dengan Konseling Singkat Berfokus Solusi

Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together dengan menggunakan media VCD di SD Negeri 01 Werdi Kecamatan Wonokerto, pada pembelajaran Keterampilan Menyimak, pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasi Unsur Instrinsik Cerita Rakyat, penulis menyimpulkan bahwa : Pertama, dapat meningkatkan permormen guru dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Kedua, meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat. Ketiga, meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran menyimak cerita rakyat.

Oleh karena itu, penulis merekomendasikan bahwa model pembelajaran kooperatif Tipe Numbered Heads Together ada baiknya untuk diterapkan dalam pelajaran yang lain. (ti1/zal)

Guru SDN 01 Werdi Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya