Yuk, Pahami Qada Qadar melalui Metode Ceramah Plus

Oleh: Zuhaida, S.Pd.I

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Menurut Dr. Armai Arief, M.A, pendidkan Islam adalah sebuah proses yang dilakukan untuk menciptakan manusia-manusia yang seutuhnya; beriman dan bertakwa kepada Tuhan, serta mampu mewujudkan eksistensinya sebagai khalifah Allah di muka bumi, yang bersandar kepada ajaran Alquran dan Sunnah. Maka tujuan dalam konteks ini berarti terciptanya insan-insan kamil setelah proses berakhir.

Permasalahan yang terjadi di SD Negeri Sidorejo kelas VI dalam pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) mengalami kesulitan belajar, terutama dalam memahami materi Qada Qadar. Seorang siswa ada beberapa yang tampak jelas dari menurunnya kinerja akademik atau prestasi belajarnya. Kendala lain yang dihadapi guru dalam melaksanakan pembelajaran adalah adanya perubahan strategi dalam kegiatan pembelajaran, di mana guru harus bisa mengembangkan pembelajaran yang sesuai. Guru selaku pendidik dituntut untuk selalu dapat memberikan dorongan/motivasi kepada siswanya yang kurang bersemangat dalam belajar dan memberikan solusi terhadap permasalahan belajar yang dihadapi siswanya.

Melihat keadaan seperti ini penulis mengubah pembelajaran ceramah menjadi metode ceramah plus, yaitu sistem pengajaran dengan menggunakan ceramah lisan dan disertai metode lainnya. Metode mengajar ini menggunakan lebih dari satu metode. Metode ini merupakan gabungan dari penyampaian materi dengan memperagakan atau latihan atau percobaan. Nah, di sini penulis menggabungkan antara metode ceramah dengan demonstrasi.

Baca juga:   Pembelajaran Audio-Lingual untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara Bahasa Inggris

Metode konvensional atau metode ceramah adalah metode pengajaran dengan cara berceramah atau menyampaikan informasi secara lisan kepada siswa. Ini merupakan metode yang paling praktis dan ekonomis, tidak membutuhkan banyak alat bantu. Metode ini mampu digunakan untuk mengatasi kelangkaan literatur atau sumber rujukan informasi karena daya beli siswa yang di luar jangkauan. Namun metode ini juga memiliki beberapa kelemahan dan kelebihan.

Metode demonstrasi adalah suatu cara mengajar dengan mempertunjukkan suatu benda atau cara kerja sesuatu. Benda itu berupa benda sebenarnya atau suatu model. Hal-hal lain yang dapat dipertunjukan adalah cara menggunakan alat atau serangkaian percobaan yang terakhir ini dilakukan bila alat-alat yang digunakan itu jumlahnya tidak memadai atau percobaan itu mengandung hal-hal yang berbahaya atau ada alat yang mudah pecah. Dalam metode ini antara lain dapat dikembangkan kemampuan siswa untuk mengamati, menggolongkan, menarik kesimpulan, menerapkan konsep, prinsip atau prosedur dan mengomunikasikannya kepada siswa-siswa lain. Demonstrasi dapat dilakukan oleh guru atau siswa yang sudah dilatih sebelumnya. (Depdikbud 1994/ 1995 : 50-51).

Langkah-langkah metode demonstrasi sebagai berikut: Pertama, guru menyusun tujuan instruktursional untuk memberi motivasi yang kuat pada siswa untuk belajar. Kedua, guru mem pertimbangkan bahwa pilihan teknik yang digunakannya mampu menjamin tercapainya tujuan yang telah dirumuskan. Ketiga, guru mengamati apakah jumlah siswa memberi kesempatan untuk siswa demonstrasi yang berhasil. Bila tidak harus mengambil kebijaksanaan lain. Keempat, guru meneliti alai dan van yang akan digunakan mengenai jumlah, kondisi, dan tempatnya. Di samping itu, ia juga mencoba terlebih dahulu agar demonstrasi yang dijalankannya dapat berhasil. Kelima, guru mampu menentukan garis besar langkah-langkah yang akan dilakukan. Keenam, guru meyakini tersedia waktu yang cukup, sehingga dapat memberi keterangan bila perlu dan siswa bisa bertanya. Ketujuh, selama demonstrasi berlangsung guru harus memberi kesempatan pada siswa untuk mengamati dengan baik dan bertanya. Kedelapan, guru perlu mengadakan evaluasi apakah demonstrasi yang dilakukan itu berhasil. Bila perlu demonstrasi bisa diulang. ( Drs.M. Subana dan Sunarti. 2008: 110-112).

Baca juga:   Change Mindset Siswa Pemasaran

Dengan metode ceramah plus ini, siswa bisa lebih aktif dalam sesuatu percobaan yang bersifat demontratif. Dengan itu, siswa akan memperoleh pengalaman yang melekat pada jiwa yang dapat berguna dalam kecakapan mereka. (ce2/aro)

Guru PAIBP SD Negeri Sidorejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya