Efektifitas Role Playing pada Pembelajaran IPS

Oleh: Peny Lestari, S.E.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, DALAM pelaksanaan pembelajaran di SMP, setiap pelajaran diajarkan sesuai dengan tujuannya masing-masing dalam mempersiapkan siswa terjun dalam masyarakat. IPS merupakan program pendidikan yang mengintregasikan konsep-konsep terpilih dari ilmu-ilmu sosial dan humonaria untuk tujuan pembinaan warga negara yang baik. Memperhatikan tujuan dan esensi pendidikan IPS dalam kurikulum yang dipakai hendaknya para guru mampu menciptakan pembelajaran IPS yang menyenangkan dan mengasikkan bagi siswa, sehingga siswa betah di sekolah.

Berdasarkan hasil analisa di sekolah penulis yaitu SMPN 3 Sragi, pembelajaran IPS masih belum menampakkan hasil yang menggembirakan. Hal ini terjadi karena penulis masih menggunakan metode ceramah untuk mengejar target materi pelajaran yang harus disampaikan, sehingga kedudukan siswa hanya sebagai penerima pelajaran. Pembelajaran yang monoton membuat siswa bosan dan tidak berminat pada pembelajaran IPS, hal ini ditunjukkan siswa yang cenderung pasif, diam, mendengarkan penjelasan guru, dan mencatatnya. Berdasarkan permasalahan di atas, maka perlu solusi untuk menciptakan pembelajaran yang menarik. Salah satu model yang dapat digunakan dalam pembelajaran adalah Role Playing.

Role Playing merupakan model pembelajaran sosial yang diajukan oleh George Oliver dan Fannie Shaftel. Role Playing dapat menjelaskan sejarah atau masalah pada masa lalu melalui pengulangan peristiwa yang diperankan oleh siswa, sehingga siswa dapat memahami peristiwa yang terjadi secara konkret. Role Playing dapat untuk menanamkan kemampuan bertanggung jawab dalam bekerja sama dengan orang lain, menghargai pendapat dan kemampuan orang lain dan belajar mengambil keputusan dalam hubungan kerja (Hidayati, 2002: 91-92).

Baca juga:   Canva Tumbuhkan Inovasi Media Pembelajaran IPS

Langkah-langkah yang penulis terapkan dalam metode ini sesuai dengan apa yang penulis dapatkan dari berbagai macam referensi yang kemudian penulis kembangkan sendiri. Langkah yang pertama adalah pemanasan (pengantar serta pembahasan cerita dari guru). Guru menyampaikan cerita sesuai dengan materi yang akan dibahas. Yang kedua adalah memilih siswa yang akan berperan. Langkah ketiga adalah menyiapkan penonton yang akan mengobservasi. Guru menentukan kelompok yang bertugas sebagai penonton dan pengamat. . Kemudian mengatur panggung. Siswa dan guru mengatur panggung untuk permainan role playing pada pertemuan berikutnya. Setelah mengatur panggung, guru mengakhiri pertemuan. Selanjutnya adalah permainan. Permainan role playing dilakukan pada pertemuan berikutnya setelah tahap 1 – 4 selesai. Setelah penonton siap, maka permainan dilaksanakan. Permainan diawali dengan pembacaan narasi oleh guru.

Langkah selanjutnya diskusi dan evaluasi. Setelah permainan role playing selesai, penonton memaparkan hasil pengamatannya. Dilanjutkan dengan permainan berikutnya. Permainan berikutnya dilakukan kelompok yang belum bermain. Kelompok yang telah bermain role playing bertugas sebagai penonton yang mengobservasi permainan role playing. Diskusi digunakan untuk membahas materi lebih dalam. Guru membimbing siswa untuk berdiskusi. Dan langkah terakhir adalah generalisasi. Guru dan siswa menyimpulkan materi yang dipelajari dari permainan role playing yang dilaksanakan.

Baca juga:   Pembelajaran IPS Materi Kondisi Alam Indonesia dengan Metode Jigsaw

Dari penerapan Role Playing selama 3 kali pertemuan. Dan dilanjutkan dengan penilaian alias tes formatif untuk mengukur pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan, didapatkan hasil yang menggembirakan. Hasil belajar para siswa yang penulis analisis memeperlihatkan 73% siswa berhasil mencapai KKM yang telah ditetapkan. Dengan rata-rata sebesar 76,8 melampaui rata-rata hasil penilaian pada materi sebelumnya. Keaktifan dan motivasi para siswa dalam mengikuti pembelajaran juga terlihat meningkat. Dilihat dari partsisipasi siswa selama pembelajaran berlangsung.

Berdasarkan apa yang penulis paparkan di atas maka dapat diambil kesimpulan bahwa penerapan role playing pada pembelajaran IPS kelas IX materi Indonesia pada masa kemerdekaan di sekolah penulis adalah berhasil. Tidak hanya terlihat dari hasil belajar para siswa yang telah memenuhi target yang diharapkan. Tetapi juga terlihat dari keaktifan, motivasi dan partisipasi siswa dalam pembelajaran. Model pembelajaran ini sangat cocok diterapkan untuk materi-materi ilmu social seperti IPS dan PKn. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk diterapkan pada pembelajaran mata pelajaran yang lain. (bp2/zal)

Guru IPS SMPN 3 Sragi, Kabupaten Pekalongan

Populer

Lainnya