Merindukan Sistem Pendidikan Berkualitas di Sekolah Dasar

Oleh : Mohamad Sakbani, S.Pd. SD.

spot_img

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan untuk mengolah sumber daya alam yang kita miliki juga bergantung pada sumber daya manusia yang berkualitas. Maka selayaknya kita terus mengembangkan pendidikan agar tidak hanya menghasilkan lulusan yang berkualitas di bidang akademik, namun juga dalam nilai – nilai untuk menghasilkan manusia berintegritas tinggi. Guna memenuhi tuntutan itu, penulis sebagai Kepala SD Negeri 03 Jojogan, Watukumpul, Pemalang, perlu merancang strategi pendidikan yang tidak hanya bersifat satu arah, melainkan melibatkan peran aktif baik dari guru maupun peserta didik. Pendidikan berkualitas diperoleh ketika kegiatan belajar mengajar saling berhubungan.

Kunci pembangun nasional agar bisa berjalan berkesinambungan dan memiliki daya saing ada pada pengelolaan pendidikan, khususnya pendidikan di SD. Karena itu, dibutuhkan perhatian lebih serius terhadap pengembangan sistem pendidikan yang berkualitas di SD. Dalam hal ini, pembelajaran harus mempengaruhi pembelajaran, dan pembelajaran harus mempengaruhi pengajaran.

Dalam konteks pendidikan anak, setidaknya ada enam hal yang wajib menjadi perhatian dalam proses belajar – mengajar, yaitu prior knowledge, pemrosesan, pengaitan, metakognisi, penerjemahan, dan sintesis.

Pendidik harus memperhatikan prior knowledge atau apa yang telah diketahui tentang siswa mengenai suatu topik. Hal itu akan mempengaruhi proses pembelajaran siswa tersebut. Kemudian dalam proses pembelajaran, guru juga harus memperhatikan bahwa siswa tidak sekadar menyerap dan menghafal suatu informasi, namun juga mampu memproses informasi yang diperoleh atas pemahaman tersebut. Selanjutnya siswa diajarkan untuk dapat mengkaitkan ide – ide dengan pengalaman sehari – hari mereka. Setelah itu, metakognisi menjadi aspek penting dalam pendidikan, karena akan membantu siswa untuk menganalisis tugas dan menemukan cara penyelesaiannya. Siswa diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh ke dalam konteks yang berbeda. Kemudian menyusun potongan – potongan informasi tersebut hingga menjadi kesatuan yang utuh.

Baca juga:   Tertarik Belajar IPA Real dengan Pendekatan Lingkungan

Perlu juga ditekankan pentingnya penciptaan kondisi belajar yang positif. Pengkondisian dapat diciptakan antara lain dengan membangun suasana belajar yang kolaboratif, mendorong siswa untuk mengungkapkan ide – ide mereka, serta memacu siswa untuk memiliki rasa ingin tahu. Jangan membuat suasana belajar menjadi kaku dan membuat siswa merasa tegang. Guru bisa menggunakan jenis – jenis pertanyaan: Bagaimana jika? Apa yang kalian pikirkan mengenai? Dan bagaimana cara untuk merangsang pemikiran siswa?

Faktor kegembiraan adalah alat bagi guru untuk meningkatkan pencapaian belajar. Semoga kita dapat mengingat kembali konsep belajar Ki Hajar Dewantoro, peletak dasar pendidikan nasional yang mengajarkan agar mengajarkan apapun kepada anak didik dengan cara bermain agar tercipta suasana gembira. Namun kenyataannya seperti yang kita ketahui bersama, kegembiraan itu seolah – olah sirna dengan adanya pembelajaran daring sebagai dampak pandemi Covid- 19. Segudang masalah dikeluhkan orang tua siswa. Keluhan sejenis juga dirasakan siswa lain.

Di sinilah perlu peran dominan orang tua dalam mendidik anak, khususnya dalam pendidikan karakter, pembentukan kekuatan karakter secara sadar atau tidak dimulai dari rumah. Karakter yang harus dikembangkan adalah kemandirian dan bertanggung jawab. Membuat anak mandiri dan bertanggungjawab butuh peran serta orang tua dan guru. Orang tua berperan pada dalam pembelajaran daring di rumah. Selain bertanggung jawab mendidik anak, orang tua dituntut mendampingi anak belajar di rumah. Selain itu, menyediakan prasarana dan sarana. Orang tua harus membimbing anak memanfaatkan waktu dengan baik. Tanpa dukungan orang tua, inovasi sebagus apapun pembelajaran dari rumah tak akan berjalan baik. Itu bukan berarti guru mengarahkan tanggung jawab kepada orang tua, namun itu wujud kerja sama. Sinergi antara guru dan orang tua, untuk mencapai keberhasilan pembelajaran dari rumah. (pai2/aro)

Baca juga:   Talking Stick Tingkatkan Minat Belajar PPKn

Kepala SD Negeri 03 Jojogan, Watukumpul, Pemalang

Populer

Lainnya