Mendongkrak Semangat Cerpenis Pemula dengan Copy the Master

Oleh: Lili Sulistiyowati, S.Pd

spot_img

RADARSEMARANG.ID, PADA hakekatnya cerpen adalah cerita fiksi atau cerita rekaan yang relatif pendek dengan penceritaan yang memadat dan memusat pada satu peristiwa atau masalah dan/atau pada satu tokoh dengan kesan yang tunggal. Imajinasi yang menjadi sendi cerpen muncul pada diri pengarang pada dasarnya disebabkan oleh proses pengalaman lahir dan batin pengarang dalam hidup dan kehidupannya sehari hari sebagai makhluk hidup dan makhluk social. (Doyin.2009; 92)

Percaya atau tidak, setiap manusia adalah penulis. Di dalam diri setiap manusia ada jiwa yang unik yang berbakat yang mendapatkan kepuasan mendalam karena menceritakan suatu kisah, menerangkan bagaimana melakukan sesuatu, atau sekedar berbagi rasa dan pikiran. Dorongan untuk menulis itu sama besarnya dengan dorongan untuk berbicara; untuk mengomunikasikan pikiran dan pengalaman kita kepada orang lain. (Bobbi DePorter & Mike Hernacki. 1999: 179) Jika dorongan itu diwujudkan dalam sebuah tulisan pendek dan dikembangkan dengan imajinasi maka tulisan tersebut memiliki potensi menjadi sebuah cerpen. Sayangnya, bukan sesuatu yang mudah bagi seorang pemula untuk mengawali sebuah karya tulis bentuk cerpen tersebut. Karena meski karya tulis tersebut termasuk dalam kategori karya dalam lingkup yang lebih kecil, tetapi dalam cerpen harus didukung dengan rangkaian kata yang mampu menimbulkan imajinasi yang dapat mengantarkan pembaca merasakan fantasi di dunia yang berbeda dari dunia nyata yang dialaminya.

Baca juga:   Menulis Buku Harian Lebih Efektif Tingkatkan Kemampuan Siswa

Model copy the master merupakan salah satu cara paling tepat untuk melatih siswa dalam menulis sastra kreatif sebagai seorang pemula. Metode ini sama dengan membuat imitasi atau tiruan tulisan ahli, imitasi atau tiruan secara utuh merupakan salah satu metode pengajaran retorika yang fundamental pada jaman Romawi Kuno.. http://kata-pujangga.blogspot.com/2011/04/menulis-cerpen-dengan-metode-copy.html Kegiatan pembelajaran copy the master merupakan pembelajaran mencontoh dari hasil tulisan cerpen seseorang atau secara langsung dari narasumber baik dari siswa sebaya atau dari guru, Model ini tidak menuntut atau mengharuskan bersumber dari tulisan seorang penulis cerpen terkenal.

Pembelajaran menulis cerpen dengan Model copy the master diharapkan dapat memberikan beberapa keuntungan yakni: Meningkatkan minat baca siswa terhadap karya sastra, khususnya cerpen, Meningkatkan kemampuan siswa dalam keterampilan menulis cerpen, Dapat dijadikan alternatif oleh guru untuk pembelajaran menulis cerpen.

Dalam hal ini copy the master diutamakan pada pengalaman pribadi siswa. Langkah-langkah latihan menulis cerpen yang dilakukan pada model copy the master dengan basis pengalaman pribadi siswa adalah Pertama, Salah satu siswa menceritakan pengalaman pribadinya di depan teman-teman sekelompoknya, teman yang lain menyimak dan mendengarkan dengan seksama; Kedua, Guru menciptakan suasana tiap kelompok agar siswa terkonsentrasi penuh pada anak yang sedang bercerita; Ketiga, Dengarkan dan pelajari dengan saksama cerita yang sampaikan siswa di tiap kelompok kemudian diskusikan bersama; Keempat, Tentukan faktor instrinsik dan ekstrinsik dari cerita yang di bawakan siswa yang bercerita; Kelima, Berdasarkan hasil analisis cerita tentukan perubahan-perubahan yang akan ditiru/diimitasikan, misalnya bagian struktur sama isinya berbebeda, struktur berbeda tetapi isinya sama, struktur dan isi berbeda. Cerpen tiruan atau copy master , dapat juga dibuat tidak sama pada bagian-bagian lainya misalnya dengan mengganti nama tokoh atau setting cerita yang berbeda.

Baca juga:   Ingin Lancar Menulis Cerpen? Kuasai ATM

Model copy the master yang diterapkan di SMPN 1 Watukumpul, Kabupaten Pemalang, menuntut dilakukannya latihan secrara intensif sesuai dengan master yang diberikan. Latihan metode ini tidak harus diambil dari tulisan karya orang terkenal. Akan tetapi dapat juga dari pengalaman pribadi seseorang yang berkesan yang diceritakan sebagai bahan untuk membuat sebuah cerpen. Dalam mengajarkan menulis dan langkah-langkah menulis pada siswa bukan sekeedar mengajarkan teori menulis, tetapi memberikan contoh-contoh tulisan yang bisa diambil dari buku, internet, majalah, koran, kumpulan cerpen, puisi, atau tulisan guru itu sendiri, bahkan hasil tulisan siswa yang dianggap paling bagus pun dapat digunakan sebagai master. Dengan demikian siswa lebih mudah menangkap apa yang dimaksud, bahkan diharapkan siswa langsung bisa menulis dengan meniru contoh-contoh yang sudah ada. (pai1/zal)

Guru SMPN 1 Watukumpul, Kabupaten Pemalang

Populer

Lainnya